
Artikel tersebut sampai ke ayah Raya, Tuan Alex dan semua anak buah nya kang bergerak untuk melihat keadaan Raya.
Sementara di tempat kejadian, Tidak ada seorang pun yang berani menyentuh Raya. Luka yang Raya alami sangat parah sehingga orang yang ada di dekat nya tidak berani untuk melihat wajah nya
Sepuluh menit kemudian polisi dan mobil ambulance datang ke tempat kejadian
Polisi membuka mobil dan mengeluarkan Raya dari mobil " ambil tanda pengenal nya dan lihat dari mana dia berasal " ucap polisi yang menangani Raya
Saat petugas lain nya memeriksa apakah ada telepon atau dompet, tapi tidak di temukan apa-apa " pak tidak ada dompet atau telepon di dalam mobil nya "
" Bawa dia ke rumah sakit, saya akan mencari di hotel mana dia menginap "
Ambulance hanya membawa Raya, Rachel tidak di temukan bulan hanya tubuh nya mobil dan semua barang-barang nya juga tidak di temukan
Kavin yang sedang duduk sambil minum wine mendapat telpon " iya dengan siapa ? " ucap nya saat menjawab telepon tersebut
" Kami dari pihak polisi, apakah benar ini dengan saudara Kavin ? "
" Polisi " kaget " iya ada apa pak ? "
" Kami menemukan seorang gadis yang terlibat balapan dan dia mengalami kecelakaan"
" Apa ! " berdiri dari duduk nya
" Tolong datang ke rumah sakit flower image, untuk memastikan apakah benar korban ini kenalan anda atau bukan "
...****************...
Tak butuh waktu lama untuk tuan Alex sampai dan mencari informasi mengenai putri nya, kini dia sudah tiba di rumah sakit sebelum Kavin
" Dia anak saya ! " ucap nya saat polisi tidak mengijinkan dia masuk
Menahan tuan Alex " maaf pak kita harus tetap menunggu, di dalam sedang ada pemeriksaan dan putri bapak sedang di obati " polisi berusaha menenangkan tuan Alex
" Apa maksud mu ? saya harus melihat anak saya, saya harus memastikan dulu " ucap tuan Alex marah
" Pak, kami sudah menghubungi seseorang yang satu hotel dengan putri bapak dia akan datang dan kita akan segara tau dia putri bapak atau bukan "
" Baiklah, hanya sampai orang itu datang setelah itu pindahkan putri ku ke ruangan VIP " tegas nya
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan selam lima menit akhirnya Kavin sampai dengan membawa dompet dan paspor Raya
" Apakah ada pasien yang mengalami kecelakaan datang ke sini ? " ucap Kavin khawatir
" Iya pak, mereka ada di sana " perawat itu menunjukan jalan untuk Kavin
Dari jauh tuan Alex melihat Kavin mendekat dia berdiri dan langsung menampar Kavin saat sudah berada di hadapan nya
" Tuan ? " ucap Kavin sambil memegang pipi nya yang di tampar
" Apa yang kau lakukan ? apakah kau tidak bisa menjaga Raya ? " emosi
Kavin hanya diam
Tuan Alex merampas dompet dan paspor Raya dari Kavin " pergi dari sini dan jangan temui anak saya lagi ! "
" Tapi, tuan ijin kan saya untuk melihat Raya sekali saja saya mohon ! " menunduk
Karena malu melihat tingkah Kavin Tuan Alex mengijinkan nya
...****************...
" Permisi tuan " ucap anak buah nya
" Ada apa ? " mengancing kemeja nya
" Tuan ada kabar bahwa tuan Alex sudah berada di sana dan Raya sudah berada di rumah sakit "
" Baiklah, ayo kita berangkat " memakai kaca mata hitam nya
...****************...
Setelah penanganan dan pengobatan sekarang Raya sudah di pindah kan ke ruang rawat inap dan semua orang bisa melihat nya asal mematuhi peraturan rumah sakit
Tuan Alex menghampiri Kavin " masuk lah dan ucap kan salam perpisahan kepada Raya " ucap nya lesuh
" Baik " masuk dan melihat Raya
Raya terbaring di kasur dengan selang yang berada di setiap tubuh nya, hanya terdengar alat untuk mengukur jantung nya saja, Kavin mendekat dan memperhatikan wajah Raya
__ADS_1
" Raya " mengelus kepala Raya yang penuh dengan perban
" Kenapa jadi seperti ini ? " menangis di tepi ranjang Raya
Karana obat bius yang dokter berikan sudah habis Raya sadar dan menarik tangan nya yang di pegang Kavin " si.. si .. siapa kau ? " ucap Raya patah-patah karena ada banyak perban yang membuat nya tidak leluasa saat berbicara
" Raya kau sadar ? " melihat Raya lalu ke luar dan memangil tuan Alex
" Pak Raya sudah sadar " teriak nya
Tuan Alex masuk dan langsung menuju kasur Raya " sayang apakah sakit ? kenapa ini bisa terjadi " memegang tangan Raya
Melihat ayah nya dan menangis " Ayah rasa nya sakit aku tidak sanggup " menangis
" Sudah sayang jangan menangis, Rasa sakit nya hanya sebentar " memeluk Raya pelan
" Siapa dia ayah ? " menunjuk Kavin yang berdiri tepat di hadapan Raya
Tuan Alex kaget dengan apa yang Raya katakan " apa ? "
" Siapa dia ayah ? " Raya mengulangi ucapan nya
Tuan Alex kaget dan terdiam melihat putri nya itu
" Ayah.. " Pangil nya " siapa dia ? " menunjuk Kavin
" Raya " ucap Kavin tidak menyangka
Gio datang dan membuka pintu lalu melihat keadaan yang sangat dingin, semua orang terdiam seperti sedang membeku hanya mata Raya yang tertuju kepada nya " Gio " ucap Raya senyum
Gio masuk dan menyapa tuan Alex " ada apa ini tuan ? "
" Tolong Jaga Raya saya ingin menemui dokter " keluar dari ruangan Raya
Raya melihat Gio dari atas hingga bawah " ada apa ini ? kau tidak sekolah ? " ucap Raya
Kaget " Sekolah ? " bigung " apa maksud mu ? "
" Iya sekolah, kita harus sekolah kan ? mana kalung yang ku berikan apakah kau membuang nya ? dasar " ketus Raya
__ADS_1
Gio mengira Raya mengingat semua nya dan ada kesempatan bagi mereka untuk bersama, tanpa Gio tau sebenarnya Raya mengalami amnesia sementara