Mafia & Pembalap

Mafia & Pembalap
kembali ke rumah


__ADS_3

Dokter masuk dan memeriksa keadaan Raya, jika di lihat dengan mata Raya memang terlihat baik-baik saja, tetapi jika di periksa dengan alat medis maka luka yang ada pada tubuh nya akan terlihat dengan jelas


Dokter sangat berat memberi ijin Raya untuk pulang namun, keluarga Raya ingin dia kembali seperti dulu dan mengingat semua nya


Dokter memeriksa detak jantung Raya " mungkin untuk saat ini kau sudah merasa lebih baik tapi, jika terjadi sesuatu maka cepat untuk ke rumah sakit, karna jika tidak akibatnya akan fatal " ucap dokter saat memeriksa Raya


Gio menatap Raya " ternyata dia memang melupakan semua nya, aku berharap dia tidak ingat siapa diri nya yang sekarang dan tetap menjadi Raya yang dulu, jika dia kembali seperti dulu maka aku juga akan kembali " batin Gio sambil menatap dokter dengan tatapan kosong


Dokter heran melihat Gio " apa ayang menganggu mu ? " ucap dokter


Mendengar suara dokter Gio tersebar dari lamunan nya " tidak..., tidak ada yang menganggu ku " saut nya


" Baiklah, setelah makan siang Raya bisa pulang " keluar dari ruangan Raya


Gio melangkah pelan dan mendekati Raya " apakah kau yakin kita akan pulang hari ini ? x basa basi Gio


Raya menatap Gio " tentu saja, aku tidak suka berada di rumah sakit, aroma obat dan lain nya, aku tidak nyaman " rengek Raya


Melihat tingkah Raya Gio tersenyum tipis dan tidak terlalu memperlihatkan nya " baiklah aku akan mengikuti semua keinginan mu " ucap nya sambil tersenyum


Raya memperhatikan wajah Gio dengan sangat teliti, dia menatap mata, alis, hidung dan perlahan menatap bibir Gio, Bibir nya yang tipis dan berwarna pink membuat Raya terpukau dengan nya " sudah lama aku tidak melihat mu seperti ini, aku bahagia kau tersenyum " ucap Raya sambil menatap Gio


Jantung Gio mulai berdetak kencang, ini seperti awal mereka bertemu, mereka sama-sama terpukau dan saling menyukai " aku memang sudah lama tidak memperlihatkan senyuman ku yang tampan ini " duduk di samping Raya

__ADS_1


Raya tertawa, namun karena jahitan nya masih basah itu membuat nya merasa sedikit sakit saat tertawa lebar " aduh " memegang jidat nya " kenapa ini masih sakit " ucap nya


Gio dengan sigap bediri dan memegang jidat Raya " aku sudah bilang kau belum pulih total kita tidak usah pulang, kita tunda saja semua nya " berdiri dan ingin memangil dokter


Raya menarik tangan Gio " apakah kau se khawatir itu ? " senyum


Melepas kasar tangan yang di tarik Raya " apakah kau sudah gila ? ini bukan waktu nya bercanda bagaimana jika terjadi sesuatu kepada mu apa yang harus aku lakukan Raya ? " bentak Gio karena khawatir


Raya menatap Gio " aku tidak pernah tau jika kau bisa emosi seperti ini ? apa terjadi sesuatu saat aku di rawat ? apakah kau menemukan wanita lain ? " ucap Raya


Gio mendekat ke Raya " aku sudah menunggu mu selama bertahun-tahun dan kau pikir aku bisa berpaling dan menyukai wanita lain ? tentu tidak " memegang bahu Raya


Raya menatap Gio dengan mata yang mulai berkaca-kaca " are you sure ? " ucap nya


Gio menatap dalam kedua mata Raya " yes " memeluk Raya " aku sudah pernah kehilangan mu, akan ku pastikan itu tidak akan terjadi lagi " baru Gio dan air mata menetes saat dia berada di pelukan Raya


Raya tidak bisa pulang karena Gio belum menemukan rumah yang cocok dengan mereka berdua, jadi malam ini mereka masih di rumah sakit.


Gio pergi untuk membeli perlengkapan Raya dan Raya sedang tidur di kamar nya, dia baru saja meminum obat nya


Rachel dengan pakaian hitam dan topi nya masuk ke rumah sakit tempat Raya di rawat, dia berjalan dan menuju meja resepsionis


Berdiri di depan meja resepsionis " apa apa pasien bernama Raya di sini ? ucap nya kepada suster yang ada di sana

__ADS_1


Suster itu membuka buku nya dan mencari nama yang di sebut oleh Rachel " iya ada, apa kau sudah buat janji ? dia adalah pasien VIP jika ingin bertemu dengan nya kau harus membuat janji " ucap suster tersebut


Rachel mengeluarkan tanda pengenal yang dia curi saat balapan dengan Raya, kartu itu milik ajudan pribadi Raya dan kini jatuh ke tangan Rachel " ini " memberikan nya kepada suster itu


Suster itu memeriksa nya " baiklah kau bisa masuk ke kamar yang di ujung sana " menunjukan arah kamar Raya


Rachel pergi ke arah sana, dia melihat ada ajudan keluarga Alex dan anak buah Gio " sialan, mereka menjaga nya dengan sangat ketat " melihat sekeliling lalu melihat ruangan ganti untuk para perawat


Rachel masuk ke sana dan memeriksa seluruh loker yang ada, dia menemukan baju perawatan dan juga obat dengan dosis tinggi " aku akan membunuhmu dengan satu suntikan " tersenyum ganas


Rachel keluar dan dengan mudah dia masuk ke kamar Raya, dia menghampiri Raya pelan


" Apa sangat sakit ? bahkan setelah rasa sakit yang luar bias ini kau masih baik-baik saja ? "


Duduk di kursi yang ada di sana " wow Raya, aku sangat salut dengan ku " bertepuk tangan


Berdiri dan mencabut infus Raya " ini hanya tahap awal, jika kau masih bertahan maka aku akan terus menyerang mu "


Tangan Raya berdarah karena Rachel menarik kasar infus nya, Raya merasa sakit dan sadar dari tidur nya " siapa kau ? " tidak bisa melihat dengan jelas karena dia masih terpengaruh oleh obat


Mengambil suntikan dan memasukan obat dengan dosis tinggi itu ke dalam suntikan " aku adalah suster nyonya, aku akan memberi obat agar kau tidak merasa sakit lagi " mendekat ke arah Raya


Raya hanya diam saja sambil memegang kepala nya " apa yang kau katakan ? tolong aku " ucap Raya dengan pelan, tidak ada satu pun yang mendengar nya

__ADS_1


Rachel mulai menyuntik nya " selamat bertemu dengan Tuhan mu Raya, kau tidak akan merasa sakit lagi " selesai menyuntik


Rachel keluar dari ruangan Raya dan pergi dari rumah sakit itu dengan sangat mudah, semua yang Rachel mau harus terpenuhi jika tidak dia akan berjuang demi mendapatkan nya


__ADS_2