
Raya berdiri dari tempat duduk nya " ayah lihat apa yang dia lakukan ? " Raya sangat kesal karna Gio menyentuh dagu nya
" Raya tenanglah, apa yang kau lakukan kita sedang rapat sekarang " ucap ayah Raya sambil menenangkan nya
Gio memberikan isyarat untuk Raya duduk kembali di samping nya " duduklah nona "
Raya menaikan alis nya " apakah kau sudah tidak waras ? " ucap nya lalu pergi meningalkan ruang rapat
Rapat kali ini di laksanakan tanpa Raya, karena dia kesal dia keluar dan bertemu dengan Kavin di loby perusahaan nya " Kavin ? apa yang kau lakukan di sini ? apakah ada sesuatu ? " Raya berjalan menghampiri Kavin
Kavin menyuruh beberapa pengawal untuk memeriksa sesuatu " apakah ada orang asing yang masuk ke sini ? " tanya nya kepada Raya
Raya bingung dan melihat sekeliling " orang asing ? tidak ada siapapun di sini "
Kavin menatap Raya dengan serius " apakah kau yakin ? " menatap Raya dalam
Raya berusaha mengingat apakah ada orang asing yang masuk " iya ada " ucap Raya saat dia ingat kalau ada pengusaha baru yang akan bekerja sama dengan perusahaan nya
Mata Kavin membesar " siapa dia ? apakah dia masih di sini ? "
Ruang Rapat
" Baiklah tuan terimakasih atas kerja sama nya, saya harap kita bisa menjadi rekan kerja yang baik kedepannya " ucap Gio bersalaman dengan ayah Raya
Ayah Raya mengambil tangan Gio " saya juga berharap demi kian " saling berjabat tangan
" Bagiamana kalau kita makan malam bersama ? " ucap Gio untuk memancing ayah Raya supya membawa Raya bertemu dengan nya
Ayah Raya sedikit kaget mendengar Gio ingin segera makan malam bersama " baiklah itu bisa kita bicarakan " mereka tertawa bersama
" Mari tuan " ucap Gio mempersilahkan ayah Raya untuk berjalan di depan nya
Mereka berdua masuk ke dalam lift dan saling tersenyum satu sama lain, saat sudah tiba di lantai dasar mereka bertemu dengan Raya dan Kavin yang sedang menunggu untuk masuk ke dalam lift
" Raya ? " ucap ayah nya saat melihat putrinya masih berada di sekitar kantor
Raya kaget karna saat pintu lift terbuka dia langsung bertatapan dengan ayah nya " ayah ? apa yang ayah lakukan ? " dia malah bertanya pada ayah nya
__ADS_1
" Kenapa kau masih berada di sini ? hari ini kau sudah membuat ayah malu " ucap nya keluar dari lift
" Maaf tuan saya mengangu ketenangan anda " ucap Kavin memotong pembicaraan Raya dan ayah nya
Gio sedikit kaget melihat wajah yang sangat tidak familiar itu " siapa dia ? " ucap nya berisik kepada pengawal nya
" Dia adalah salah satu orang kepercayaan ayah Raya tuan, nama nya Kavin " ucap pengawal
Ayah Raya berhenti dan menatap Kavin " ada apa ? apakah terjadi sesuatu ? " ucap ayah Raya
" Musuh kita telah datang ke sini dan dia sekarang berada di dekat kita " ucap Kavin
" Apa ! " ayah Raya sangat kaget mendengar berita itu
" Kavin tolong bawa Raya pergi dari sini, maaf tuan Gio ada sesuatu yang harus saya urus " pergi meninggalkan mereka semua
Kavin menarik tangan Raya " ikut dengan ku, aku akan membawa mu ketempat yang aman "
Raya hanya diam saja dan tidak ada perlawanan apa pun ketika Kavin mengandeng nya " kita mau ke mana ? " ucap Raya melihat tangan nya yang di gandeng Kavin
" Ikut saja " membawa Raya
Raya langsung melawan Gio " apa yang kau lakukan, aku rasa kau memang sudah kehilangan akal mu " berdiri di belakang Kavin
" Maaf tuan, tapi tidak seharusnya kau bersikap seperti ini kepada Raya " membawa Raya pergi dari sana
Karena kesibukan ayah nya untuk mencari siapa musuh nya itu dan bagaimana dia bisa masuk, ayah Raya lupa jika ada makan malam dengan Gio malam ini
Telpon On
Ayah : Raya bisakah kau datang ketempat ini ?
Ayah : mengirim lokasi
Raya : untuk apa aku ke sana ? apakah ada hal penting ?
Ayah : Jika kau ke sana, ayah akan mengijinkan mu untuk balapan Minggu depan
__ADS_1
Raya : oke setuju
Raya langsung bersiap-siap untuk berangkat ke tempat yang sudah ayah nya berikan " gaun apa yang harus aku pakai ? " melihat semua isi lemari nya
Bingung dan berdiri di depan lemari nya " aku tidak memilki gaun, ini hanya pakaian celana dan jaket saja, haruskah aku memakainya ? " senyum manis melihat dirinya di kaca
Raya langsung pergi dengan mobil yang berbeda dengan yang ia pakai sebelum nya, saat dia sampai di sana ternyata Gio sudah melihat nya dari atas " dia masuk ke dalam perangkat ku " ucap nya sambil mengancing jas nya
" Tuan kamar yang kau pesan sudah kami siapkan dan minuman nya juga sudah kami siapkan " ucap pelayan
" Kau bisa keluar sekarang " ucap Gio
Raya masuk ke dalam ruangan yang sudah di kirim oleh ayah nya " apakah ini ruangannya ? " ucap nya lalu masuk
Gio tersenyum saat Raya masuk, melihat penampilan nya yang berbeda dari gadis lain membuat nya terpukau " silahkan duduk " ucap nya sambil menarik bangku untuk Raya
" Apa ini ? apakah ayah ku setuju dengan kontrak kalian ? padahal aku sudah bilang untuk tidak melanjutkan nya " ucap Raya marah di depan Gio
Gio hanya tersenyum, baru pertama kali seumur hidup nya ada seorang gadis yang berani memarahi nya " kau bisa tenang dulu, kita bisa bicara baik-baik bukan ? " menatap dalam mata Raya
Raya nurut dan dia duduk " apa yang ingin kau bicarakan ? "
" Apakah kau sangat menyukai balapan ? " ucap Gio sambil menuangkan anggur ke dalam gelas Raya
Raya tidak tau jika di dalam anggur yang dia punya sudah di campur obat tidur " iya, apakah ada masalah dengan balapan ku ? " ucap nya dan meminum anggur tersebut
" Bagus, aku juga sangat menyukai balapan, apakah kau mau balapan dengan ku ? kita bisa saling melawan satu sama lain " ucap Gio dan memperhatikan Raya
Mata Raya terasa sangat berat " aku setuju kapan kita akan balapan ? " ucapan Raya sudah tidak lurus lagi dia sudah bicara dengan nada yang mengantuk
" 3 2 1 " Gio menghitung mundur dan ternyata Raya tertidur
Gio menghampiri Raya, mengelus rambut nya " kita akan mulai permainan nya malam ini " senyum smrik
Gio mengendong Raya dan membawa nya ke kamar yang sudah di siap kan, dia meletakkan Raya di kasur saat dia ingin meletakan Raya tiba-tiba Raya berkata " aku harus menang balapan agar ayah bisa bangga pada ku dan aku akan menikah dengan Kavin "
Mendengar ucapan Raya Gio semangkin marah, dia membuka pakaian Raya lalu menutup nya dengan selimut, awalnya dia memang ingin meniduri Raya tetapi niat nya terhenti karena perkataan Raya
__ADS_1
Dia tidur di samping Raya membuat seolah-olah dia dan Raya sudah tidur bersama malam ini " Raya aku tidak tau apa yang kau lakukan kepada ku, tapi aku tidak bisa melakukan nya kepada mu, padahal aku sudah biasa melakukan nya kepada wanita di luar sana " memeluk Raya