Mafia & Pembalap

Mafia & Pembalap
Gio dan masalah nya part 2


__ADS_3

Gio kembali ke markas nya untuk memeriksa lebih lanjut lagi tentang barang nya itu. Kline dari Dubai masih saja menelpon Gio terus menerus


Di markas Gio membuka komputer nya dan melacak semua orang yang ada di bandara dan siapa saja yang memegang barang tersebut. Setelah dua jam mencari dan membajak situs web di Paris Gio menemukan satu wanita yang sangat mencurigakan " siapa wanita ini ? " tanya nya kepada anak buah yang berada di samping nya


Anak buah nya melihat dan langsung mengenali siapa wanita itu " dia adalah petugas dari Dubai yang ingin mengecek barang itu bos " jelas anak buah Gio


Gio mengecilkan mata nya " aku curiga kepada nya. Cepat hubungi dia dan buat janji " berdiri dari kursi


Anak buah Gio dengan sigap mengatur semua nya yang Gio minta " baik bos " ucap nya dengan tegas dan menelpon nomor yang di berikan dari Dubai


Gio menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan " saya akan pulang dan kembali lagi. Setelah kalian buat janji, Kalian bisa makan dan istirahat sebelum kita berangkat" pergi


...****************...


Sampai di apartemen Gio melihat layar hp nya dan ada lima belas panggilan tak terjawab dari Raya " Raya menelpon banyak sekali, apakah dia baik-baik saja ? " melihat layar hp nya


Gio meletakkan hp nya di atas kasur dan dia langsung mandi dan siap-siap untuk makan malam, karena dari dia sampai hingga malam dia tidak makan apa pun


Gio duduk di meja makan dan menyalakan ponsel nya " aku akan menelpon Raya, mungkin dia sudah menunggu ku " mencari kontak Raya di hp nya


Telpon on


" Raya ada apa ? apa kau merindukanku? " ucap Gio bercanda karena sudah lama tidak mendengar suara Raya


Raya duduk di meja belajar nya " iya, aku merindukan mu. Kau begitu cepat melupakan ku " nada bicara Raya terdengar tidak baik-baik saja


Gio sadar bahwa Raya sedang mengalami masa sulit " apa ada masalah di sekolah ? " Gio langsung saja tanya tanpa basa basi, Gio bukan orang yang suka basa basi


Raya menjatuhkan air mata nya " ini sangat sulit, di sekolah mereka semua mengatakan bahwa aku tidak pantas duduk di bangku SMA " nada bicara nya mulai putus putus karena Raya sedang menangis

__ADS_1


Gio mulai tersenyum karena Raya menangis seperti anak yang baru masuk taman kanak-kanak " kau tidak pergi mendengar itu, yang perlu kau lakukan hanya sekolah saja " memasukan sesuap nasi


Raya mulai tenang dan menghapus air mata nya " baiklah, apakah kau masih lama ? ayah sangat sibuk aku tidak punya teman" sedih


Gio menghentikan makan nya " aku akan kembali dalam waktu dekat kau tidak pergi khawatir atau memikirkan hal yang aneh-aneh" menenangkan Raya


Raya menuruti apa yang Gio katakan " aku takut jika kau tidak bisa pulang lagi. Asisten ayah mengatakan bahwa pekerjaan mu bukan pekerjaan biasa "


Gio kaget " apa mungkin tuan Alex sudah tau bahwa aku seorang mafia ? " batin nya dan tidak bicara di telepon


Raya heran karena tidak ada suara apa pun yang ia dengar " Gio ? apakah ini sudah terputus ? " tanya nya kepada diri nya sendiri


Gio baru sadar dari lamunannya " apa yang asisten ayah mu katakan ? " mulai mencari tau


Raya kaget masih terdengar suara " apakah ini masih hidup ? " tanya nya untuk memastikan


Gio mulai tersenyum mendengar tingkah Raya " iya masih, jadi apa yang asisten ayah mu katakan kepada mu tentang pekerjaan ku "


Gio tertawa " ini tidak berbahaya, aku hanya bekerja. Kau tidur lah, besok harus ke sekolah " ingin mematikan telepon nya


Raya menarik nafas nya " cepat lah pulang dan jangan sampai kau terluka " mematikan telepon nya karena malu


Gio hanya bisa tersenyum " mungkin aku akan kembali tapi tidak dengan keadaan yang seperti sekarang " lanjut makan


...****************...


Pukul delapan pagi di Paris


Gio sudah siap dengan semua persiapan nya dan juga anak buah nya " kita akan menelusuri bandara dan mencari identitas wanita itu " perintah nya

__ADS_1


Anak buah Gio hanya patuh dengan apa yang di perintahkan" siap pak " dengan tegas mereka semua menjawab nya


Mereka langsung naik ke mobil dan menuju bandara Paris Gio turun dan langsung menuju ruang cctv


Saat Gio dan anak buah nya berjalan semua orang yang berada di bandar melihat mereka. "Is he an important person? He looks like the president" ucap mereka semua saling berbisik


Gio tetap jalan dengan cool dan tidak peduli apa yang terjadi di sekeliling. Sampai di ruang cctv penjaga pintu menghalangi Gio untuk masuk. " who are you and what do you need? " translate ( siapa kau dan ada perlu apa kemari ? " tanya penjaga pintu masuk


Gio hanya memperlihatkan kartun nama nya lalu mendekat ke telinga penjaga itu. "Can you read? or should I send you to elementary school?" translate ( kau bisa membaca? atau aku perlu memasukkan mu ke sekolah dasar ? ) ucap Gio ganas


Penjaga pintu itu langsung memberi nya hormat setelah membaca kartu identitas Gio. "Please come in sir, sorry I made a mistake" translate ( silahkan masuk pak, maaf aku sudah membuat kesalahan ) ucap nya memri hormat


Semua anak buah Gio masuk " kalian cari dengan teliti kemana wanita itu pergi dan kemana tujuan nya ? " mulai penasaran


Anak buah Gio langsung mengambil posisi dan memeriksa rekaman cctv


Gio hanya mengawasi mereka dan beberapa menit kemudian panjang pintu itu masuk sambil membawa kopi untuk Gio. "Enjoy sir " berjalan mundur saat Gio sudah mengambil kopi dari tangga nya


Tidak heran jika mereka semua patuh da takut kepada Gio, Saat ini Gio mengunakan kartu identitas dari pemilik bandara. Tidak ada satu pun dari mereka yang tau kalau pemilik yang sebenarnya sudah meninggal


Gio duduk di kursi " aku kehilangan barang ku tapi, aku mendapat yang lebih besar dari barang ku itu " melihat atap ruang cctv itu sambil tersenyum


Gio mulai berfikir " atau aku jual saja bandara ini dan pemilik nya nanti yang akan menanggung semua " ucap Gio bagian


" Bos " Pangil anak buah nya


Gio bediri dan menghampiri siapa yang memangil nya " ada apa ? kau menemukan sesuatu ? " melihat komputer anak buah nya itu


Anak buah nya menunjuk jadwal penerbangan " lihat hanya ada satu pesawat yang terbang saat wanita itu masuk ke bandara" menunjuk layar komputer itu

__ADS_1


Gio mulai mendekat " jadi tujuan nya adalah " menggeser jari nya di layar komputer " London ? apa dia menusuk majikan nya dari belakang ? wah aku tidak menyangka bahwa permainan ini sangat menarik" tersenyum bahagia " sudah lama aku tidak bermain" meminum kopi nya


__ADS_2