Mafia & Pembalap

Mafia & Pembalap
kembali ke rumah


__ADS_3

Raya kaget melihat ledakan yang sangat besar " siapa dia ? apa kau mengenal nya ? " tanya Raya kepada Gio karena dia sangat penasaran apa hubungan mereka


Gio tidak menjawab apapun, dia langsung mengendong Raya di punggung nya


Raya tidak mau naik " jawab aku siapa dia ? " kesal dan mulai menaikan nada bicara nya kepada Gio


Gio kaget dan juga merasa khawatir, dia khawatir bagaimana jika Raya ingat semua nya dan dia pergi meninggalkan Gio " dia bukan siapa-siapa, ayo naik ke punggung saya " jongkok di hadapan Raya


Raya masih menatap Gio diam " tidak, sebelum kamu jawab jujur dia siapa, aku ga akan naik " ucap Raya mengalihkan pandangannya


Gio berdiri lagi dan berkata dengan lembut " dia bukan siapa-siapa, dia ga penting. Yang penting sekarang kita pulang ayo " menarik tangan Raya


Raya tetap tidak mau jalan " aku tidak percaya" ucap nya kepada Gio


Gio menatap mata Raya dengan sangat dalam, Sehingga bayangan wajah nya bisa terlihat di kedua bola mata Raya " Kalau kamu ga percaya saya, untuk apa saya datang jauh-jauh ke sini hanya untuk menyelamat kamu ? "


Tatapan Gio membuat Raya salting dan mengalihkan wajah nya " kamu ga usah dekat-dekat, aku ga bisa tau kalau di tatap kayak gini sama kamu " pipi Raya mulai memerah tapi dia masih segan untuk tersenyum


Gio menarik tangan Raya " apa kau ingin melihat matahari terbenam ? " memperhatikan jalan nya sambil menggandeng tangan Raya


Raya mulai melihat langit" iya aku ingin melihat nya, Aku ingin meminta sesuatu jepada tuhan "


Gio berbalik karena kaget dengan ucapan Raya " Kalau bintang yang jatuh baru kamu buat permintaan. Ini kita mau ngeliat mata hari terbenam Ray " ucap Gio berjalan sambil mundur


Raya melihat Gio yang berjalan mundur " kamu liat jalan nya nanti ada apa-apa gimana ? " khawatir


Gio tertawa kecil klau menunduk " untuk apa aku melihat ke arah sana jika masa depan ku ada di sini " menatap Raya


Raya tertawa dan mengalihkan pandangannya. Dia melihat matahari mulai terbenam " lihat sudah mulai hilang, ayo buat permintaan" melepaskan tangan nya dari gandengan Gio

__ADS_1


Gio hanya menatap Raya dengan sangat dalam. Melihat rambut nya yang terbang terbawa angin, bulu mata nya yang lentik dan bibir nya yang pink " andai aku tidak meneruskan dendam ayah ku, mungkin kita sudah bersama waktu itu " batin Gio saat dia menatap cinta nya


Raya membuka mata nya dan melepas kepalan tangan nya " apa yang kau lihat ? apakah kau tidak meminya sesuatu? " heran


Gio menatap langit" sudah mau gelap ayo kita pulang, Besok kita harus ke sekolah kan "


Raya melihat Gio " apa kau tidak mau tau apa yang aku minta tadi ? " membuat Gio penasaran


Gio berjalan di depan Raya sambil menuju mobil " memang nya kamu minta apa ? " tanya nya sambil tersenyum dan menunduk


Raya mengikuti langkah kaki Gio " aku ingin menjadi pembalap, tidak tau kenapa saat aku melihat mu membawa mobil tadi aku sangat ingin membawa nya juga " berhenti karena Gio tidak berjalan


Gio membalik kan badan nya " apa maksud mu ? kau ingin menjadi pembalap ? apa kau tidak tau keadaan mu menjadi seperti ini karena kau ikut balapan Raya " kaget


Raya menatap Gio heran " kamu marah ? itu hanya keungan aku. Kalau tidak tercapai ya ga papa " menarik tangan Gio " ayo pulang "


...****************...


Raya membuka pintu dan melihat " wah. Kamu udah ngisi semua nya ? " duduk di sofa


Gio membawa barang belanjaan yang sudah di beli oleh anak buah nya " iya, kamu mandi sana. Aku mau masak biar kita bisa makan malam dan tidur "


berjalan ke dapur


Raya mengikuti Gio dan membuka kulkas lalu mengambil susu kotak " aku sangat ingin punya rumah seperti ini " duduk di meja makan sambil meminum susu nya


Gio membersihkan sayuran dan mulai memasak " kamar mu ada di sana dan di depan kamar mu itu kamar ku. Pergilah mandi dan akan ku panggil untuk makan jika semua nya sudah selesai


Raya pergi ke kamar nya. Saat Raya sudah tidak ada telpon Gio berbunyi

__ADS_1


Gio membawa telpon nya dan bicara di balkon


" Ada apa ? apa ada masalah serius sehingga kau menelpon malam-malam begini ? " tanya Gio kepada anak buah


" Bos, kita dalam bahaya Kline kita yang dari Dubai tidak menerima senjata yang dia minta "


" Apa ! aku sudah periksa tiket pesawat dan tujuan barang itu, Bagaimana bisa tidak sampai ? " Gio terlihat panik


" Dari data yang kami dapat barang kita tidak naik ke pesawat " membuka berkas nya


" Baiklah, kalian di mana sekarang? "


" Kami ada di Paris bos "


" Tunggu saya di sana " menutup telpon nya


Gio masuk dan melihat masakan nya, dia menatap pintu kamar Raya " aku tidak mungkin meninggalkan Raya tapi mana mungkin aku membawa nya. Akan bahaya jika dia ikut " duduk di meja makan


Beberapa saat kemudian Raya keluar dari kamar dan melihat Gio sedang duduk di meja makan dan ada koper yang sudah rapi di depan pintu " susah masak ? " Raya pura-pura tidak melihat koper nya dan langsung ke meja makan


Gio menyiapkan makanan untuk Raya " makanlah. Nanti setelah kau makan atau sekitar jam dua malam ini ayah mu akan datang " ucap Gio sambil menuangkan air untuk Raya minum


Raya mengentikan makan nya " ayah ? kenapa ayah ke sini ? " bigung


Gio megambil jas nya dari atas sofa " aku ada urusan dan ini sangat penting " merapikan jas dan dasi nya


Raya hanya diam melihat Gio sedang bersiap


" Kunci pintu dan jangan buka untuk siapapun kecuali orang yang kau kenal, ayah mu sudah punya kunci cadangan. Jika kau tertidur dia bisa masuk tanpa membangun kan mu " berjalan ke pintu dan memakai sepatu

__ADS_1


Membalik kan badan " jangan lupa untuk minum obat mu " membuka pintu lalu pergi


Raya duduk di sofa " aku tidak akan memeluk mu atau memberikan salam perpisahan, karena aku mau kembali. Kita tidak akan berpisah seperti ini kan Gio ? " banting Raya sambil menatap pintu yang sudah tertutup


__ADS_2