
Setelah menjemput Raya, mereka pergi untuk makan sesuai dengan apa yang Kavin kata kan, saat dalam perjalanan keluar dari kantor Raya melihat mobil Gio
" Pak Gio ? apakah dia belum pulang juga ? " batin nya sambil memandangi mobil Gio
Raya tak begitu memikirkan apa yang dia lihat, dia hanya fokus dengan Kavin sekarang, Sampai restoran mereka berdua turun dari mobil. Kavin membuka kan pintu untuk Raya
" Apakah kau menyukai nya ? " tanya Kavin
" Apa pun itu jika ku lakukan bersama mu maka aku suka " Raya tersenyum
Mereka masuk dan makan di sana
...****************...
Setelah selesai dengan emosi nya, Gio kembali pulang, Tak lama setelah dia sampai. Dia menerima telpon
*Telpon on
" Apakah aku bisa memesan sebuah senja ilegal dari Paris ? " ucap seseorang perempuan yang berada di ponsel Gio
" Siapa kau ? aku tidak pernah menerima panggilan" sambung Gio
" Aku ada misi, aku sangat butuh senjata itu. Bantu aku " ucap nya
" Siapa nama mu dan siapa musuh mu ? "
" Aku Rachel " Tut Tut Tut Telpon nya mati*
" Rachel ? " Batin Gio
Gio pergi keluar dari rumahan nya menuju ke kantor rahasia nya, Sampai di sana dia menyuruh semua anak buah nya untuk mencari tau siapa Rachel dan kenapa dia bisa mendapatkan nomor telpon Gio
" Apakah kau menemukan sesuatu ? " ucap Gio kepada salah satu anak buah nya
Anak buah nya hanya terdiam dan terus memandangi komputer nya " tidak bos, dia memiliki privasi yang sangat kuat " ucap nya
" Aku menemukan sesuatu " sambung anak buah Gio dari pojok kanan
Gio bergegas menghampiri nya " apa yang kau temukan ? " melihat komputer anak buah nya
" Ini " menunjuk layar komputer " ini adalah negara asal nya "
__ADS_1
" Dia berasal dari Amerika, tapi kenapa dia meminta senjata ilegal dari Paris ? " Gio membaca biodata Rachel
" Bos, lihat dia adalah seorang pembalap " sambung anak buah Gio
" Apa ? " kaget " cepat cari tau perlombaan apa saja yang pernah dia ikuti dan di negara mana saja ? " Gio mulai memikirkan Raya
...****************...
Setelah selesai makan, Raya dan Kavin langsung pulang
" Apakah kau tidak mau masuk ? " ucap Raya saat sudah berada di luar mobil
" Aku akan mampir di lain waktu saja " senyum
Ayah Raya keluar dan melihat mereka " Saya sudah lama menunggu kamu " menghampiri mereka berdua
" Ayah " ucap Raya kaget ayah nya sudah berada di belakang nya
Tuan Alex keluar untuk melihat siapa yang sedang bersama putri nya dan ada apa dengan mereka " kau bisa masuk, ada yang ingin saya tanyakan kepada kalian " ucap nya lalu masuk
Kavin memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam
" Duduk lah " Ucap Mr. Alex kepada Kavin
" Kau mau kemana ? kau akan pulang kan ? " bisik Raya kepada Kavin karena Kavin tidak bilang kepada nya jika dia ada urusan
" Jauhi anak saya " Ucap Mr. Alex tegas
" Apa ? saya dan Raya sama-sama suka " Bantah Kavin
" Ayah " ucap raya dengan nada yang panjang dan kecewa
" Satpam bawa dia keluar dan jangan pernah buka pagar jika dia datang " Mr. Alex naik ke atas
Satpam membawa Kavin pergi. Raya mengejar ayah nya Hinga sampai di lantai dua rumah mereka
" Ayah, ada apa ini ? ayah ga bisa gini yah " rengek Raya
Mr. Alex melihat Raya " Kau adalah satu-satunya barang yang paling berharga sekarang " ucap nya
" Ada apa ayah ? ayah ga bisa ngelarang Raya buat pacaran sama siapa main sama siapa "
__ADS_1
" Cukup Raya ! ayah memang ga pernah melarang kamu untuk melakukan apa pun "
" Terus kenapa ayah.. ? kenapa sekarang ? "
" Cukup ! kembali ke kamar kamu " Masuk ke rumah kerja nya
" Kalau ayah ga ngasih Raya sama Kavin bersama, Raya akan ikut balapan Minggu depan " Masuk ke kamar nya
...****************...
Pagi ini Raya tidak berangkat bersama ayah nya, Bahkan dia tidak berpamitan. Sampai di kantor Raya menyalakan komputer yang dan mencari tau tentang balapan nya
Saat itu Gio masuk " tumben ga telat ? " ketus Gio
" Iya pak, saya akan menjadi lebih baik " ucap saya tetapi tatapan nya hanya pada layar komputer nya
Gio melihat layar komputer nya " balapan ? kamu suka balapan ? "
Melihat Gio " iya pak saya sangat suka " Sambung Raya
" Mau balapan dengan saya ? "
Raya kaget mendengar perkataan Gio barusan " benarkah ? apa yang akan kau pertahun kan ? " ucap Raya berdiri di depan Gio
" Saham ku " melangkah lebih dekat dengan Raya " Mobil dan juga rumah " Menatap Raya " dan kau apa yang akan kau pertaruhkan ? "
" Nyawa ku " Ucap Raya tanpa ragu, karena pikiran nya yang tidak stabil, dia hanya asal ngomong
" kau yakin ? " tanya Gio
" Aku yakin, saat ini aku hanya ingin mati dan tidak melihat ayah ku " Mata Raya berkaca-kaca
Gio paham jika Raya hanya sedang emosi dengan keadaan nya sekarang " baiklah " lebih dekat dengan Raya
" Kenapa kau terus mendekat ? " Raya mulai risih
" Karena kau adalah target ku, entah target balas dendam atau yang lain nya " Menatap Raya
" Apa maksud mu ? kau sangat dramatis " pergi
Melihat Raya yang sudah menjauh" entah saya yang akan kehilangan semua harta atau kamu yang kehilangan nyawa "
__ADS_1
Gio duduk di kursi nya " Harus nya saya senang jika kamu kalah, tetapi hati saya tidak ingin kamu jauh dari saya Raya " bisik nya kepada diri nya sendiri