
Raya turun dan memesan makanan, walau hanya makanan online tapi Raya menyiapkan nya dengan sangat rapi, ia menyusunnya ke meja makan
Memegang pinggang nya " sudah siap, sekarang aku akan membangunkan dia " ingin naik ke atas
Gio turun dan melihat Raya ingin naik " kau mau kemana ? " mengancing tangan baju nya
Raya menatap Gio lalu tersenyum dan menarik nya turun ke bawah " aku sudah masak, tapi masakan online, kau mau coba ? " menarik Gio sambil berlari kecil
Sampai di meja makan Gio melihat makanan yang susah tertata rapi " wah, kau memesan semua ini ? ini semua adalah makanan kesukaan ku " duduk
Raya mengambilkan makanan dan meletakkan nya di piring Gio " makan lah, hari ini aku pergi untuk lomba. Saat aku pulang kita harus makan di luar dan kita harus merayakan " menuangkan susu ke gelas yang berada di samping Gio
Gio menatap Raya " apakah kau akan menang ? " bergurau
Wajah Raya langsung badmood " apa maksud mu ? apakah aku selemah itu ? " duduk dengan wajah di tekuk
Gio tertawa lalu mengusap rambut Raya " kau akan menang, menang atau kalah itu sama saja. Intinya malam ini setelah kau lomba aku akan melamar mu " ucap Gio terus terang
Raya kaget " apa ! kenapa kau tidak merahasiakan nya saja ? aku ingin seperti wanita di luar sana " memakan sarapan nya
Gio menatap nya " jadi kau ingin laki-laki di luar sana yang akan melamar mu ? bukan aku ? " mulai bergurau lagi, karena sudah cukup la tidak bertemu Gio sangat ingin melihat wajah Raya yang di tekuk, Karena itu sangat lucu bagi nya
Raya menatap Gio sini " tuan Gio, aku Raya hanya ingin menikah dan dilamar oleh satu pria di dunia ini, yaitu kau " memeluk Gio dari belakang
Memegang tangan Raya " baiklah, aku akan berangkat sekarang, pekerjaan hari ini hanya sedikit. Aku akan menemui di acara lomba mu " berdiri dan mengecup kening Raya
Raya menatap Gio " aku berharap jika kita menikah nanti, kau akan selama mencium ku sebelum kau pergi. Mungkin saja kan ini ciuman terakhir" ucap Raya sepele
Gio menatap tajam " apa yang kau katakan? aku akan kembali dan memberi mu banyak ciuman " mulai mengambil tas nya dan pergi
Setelah Gio pergi Raya bersiap siap untuk pergi ke tempat lomba nya
...****************...
Sampai di lokasi Raya turun dari mobil, kali ini yang mengantar nya adalah anak buah Gio. Mobil yang akan di pakai Raya untuk lomba tidak boleh di gunakan oleh siapapun, karena mobil nya baru saja keluar dari bengkel
Raya berjalan dan mencari mobil nya " wah tampan ternyata kau ada di sini " sapa nya saat melihat mobil nya
Rachel melihat Raya yang sedang menatap mobil nya, dia menghampiri Raya " Hai Raya " duduk di atas mobil Raya
__ADS_1
Raya menatap sinis " hai " menggeser Rachel dari mobil nya " tampan ku baru saja mandi, jika dia bau itu tidak lucu " ucap Raya sambil mengusap tepat Rachel duduk tadi
Rachel berdiri sambil melipat kedua tangannya " wah wah, pertandingan ini belum dimulai tapi kau sudah banyak gaya " ucap nya kesal
Raya mendekat dan berbisik " aku sudah mengingat semua nya dan kau, aku tua siapa kau sebenarnya. Perlombaan ini hanya alasan ku saja agar bisa bertemu dengan Gio. Kau tau aku akan menikah nya, masalah undangan kau tidak perlu khawatir. Kau adalah orang pertama yang akan ku beri kan undangan " pergi dan bergabung bersama teman nya yang lain
Rachel kaget " sialan, dia sudah mengingat semua, tapi apakah Gio tau ? jika Gio tau tidak mungkin dia akan tetap melamar Raya, Gio masih menyesali perbuatannya di masa lalu " ucap Rachel berfikir
Sambil berfikir Rachel melihat ban mobil Raya " baiklah, jika malam ini adalah malam terakhir mu, mana mungkin ada malam pertama untuk mu dan Gio " menunduk dan membocorkan ban mobil Raya
...****************...
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Gio membersihkan barang nya dari atas meja dan mematikan komputer nya " aku akan pulang lebih awal hari ini " menyusun tas nya
Dia ingat sesuatu " apakah kau sudah membooking restoran nya ? " tanya nya kepada salah satu anak buah nya
Anak buah Gio langsung menjawab dengan tegas " siap sudah pak " jawab nya
Gio tersenyum " apakah cincin nya sudah ada ? " meminta cincin tersebut
Anak buah nya mengeluarkan sebuah kotak yang sangat kecil tapi dengan ukiran yang sangat istimewa " ini pak memberikan nya kepada Gio
...****************...
Raya sudah bersiap dan berdiri di samping mobil nya, dia ingin mengecek keadaan mobil nya, namun dia melihat ada Gio dari kata " Gio ? " berbalik dan tidak jadi memeriksa keadaan mobil nya
Raya berlari dan memeluk Gio " kau datang ? aku sangat senang " menatap Gio
Gio membalas pelukan Raya " lihat di sana, ada buket bunga, jangan sampai kau kalah. Jika kau kalah aku sangat malu membawa buket sebesar itu " ucap Gio
Raya menatap buket nya " wah, warna kesukaan ku. Kau tenang saya tuan Gio aku akan mendapatkan juara dan juga buket mu " ucap nya tersenyum
Rachel melihat mereka dari jauh " senyuman yang ada di wajah Gio hanya akan berubah menjadi tangisan " pergi
Raya menatap daerah lomba " aku akan berjalan dari saja lalu ke sana, ingat mata mu harus tertuju pada ku " menatap sinis
Gio menatap Raya dari atas hingga bawah " iya kau tenang saja, lagi pula kau sangat sexy saat memakai pakaian balapan " melihat nakal
Raya mulai berdecih " sudah lah, aku akan kembali dan membawa piala ku " pergi ke area pertandingan
__ADS_1
Wasit mulai mengatur semua nya dan peserta mulai masuk ke dalam mobil mereka masing masing, Gio melihat semua peserta, Dia sadar jika di antara semua peserta ada Rachel " Rachel ? " ucap nya, lalu ia ingat jika Rachel juga memberikan ia tiket masuk " semoga ini berjalan lancar " harapan Gio
Raya sudah masuk ke dalam mobil dan mulai memainkan gas nya " kenapa mobil ku terasa berat ? apakah terjadi sesuatu pada ban nya ? " ucap Raya, karena dia merasa ada yang aneh dengan mobil nya
Raya ingin memberi tau wasit, tapi sayang waktu nya sudah tidak ada, Wasit nya juga tidak mendengar panggilan Raya. Akhirnya lomba pun dimulai dan semua peserta melaju dengan cepat nya.
Raya berada di posisi paling depan namun saat pembelokan kedua ban mobil Raya lepas " ada apa ini ? " ucap Raya saat melihat kaca spion
Gio yang berada di antara penonton pun langsung kaget dan berdiri " Raya ? " ucap nya
Raya tetap melaju walau bekas jalan yang ia jalani sudah berapi api " aku tidak konsentrasi, aaaku tidak tau harus apa " menatap keluar jendela dan melihat Gio " Tuhan jika memang ini akhir dari kisah kami, maka jangan biarkan laki-laki bernama Gio mengeluarkan air mata nya " Raya tetap melaju
Mobil Raya meledak dan terbakar
Gio turun dan mencari bantuan " tolong selamatkan dia , dia adalah wanita ku, tolong selamat dia " ucap Gio sambil menangis
Anak buah Gio dengan cepat memangil ambulance dan pemadam kebakaran
Raya dapat di keluarkan dari mobil dan di masukkan ke dalam ambulance, tubuh Raya penuh dengan darah, tetapi wajah nya tidak apa apa karena dia memakai helm
Gio ikut masuk ke dalam ambulance " Raya tolong jangan tutup mata mu " ucap Gio sambil memegang tangan Raya
Raya tersenyum " pria yang selama ini ku lihat kekar hari ini sedang menangis " ucap Raya dengan suara serak dan terbata bata
Gio menutup mulut Raya " sudah kau tidak usah bicara, cukup buka saja mata mu " menangis
Raya menatap Gio " jika ini adalah akhirnya maka aku bahagia" ucap Raya lalu menutup mata nya
Gio kaget dan menepuk pipi Raya " Raya sadarlah, aku tidak ingin kau pergi begitu saja, RAYA ! " teriak Gio di dalam ambulance
Salah satu perawat yang ada di sana menutup seluruh tubuh Raya dengan kain putih " maaf pak, sudah tidak ada yang bisa kita lakukan " ucap nya
Gio berteriak" TIDAK ! "
...****************...
Dua tahun kemudian terlihat, seorang pria dengan pakaian rapi sedang membawa bunga dan sebuah kotak kecil.
Ia meletakkan bunga nya di atas papan nama bernama " Raya " dan menatap nama tersebut lalu duduk " duku waktu kau sedang melaksanakan lomba, malam ini harus nya menjadi malam yang sangat indah untuk kita, namun Tuhan berkata lain, mungkin ini akhir yang indah bagi nya. Aku tidak tau jika kau sudah ingat semua nya dan kau memakan ku " Gio tertawa kecil " kau lihat ini " mengeluarkan kotak kecil dari saku nya " ini adalah cincin yang sudah aku simpan selama bertahun-tahun " meletakkan Cincin itu di atas papan nama Raya " Raya aku akan tetap menjadi cinta pertama dan terakhir ku, aku tidak akan pernah melupakan semua yang sudah kita lewati bahkan untuk satu detik pun " bediri dan melihat kuburan Raya " selamat istirahat cantik " menetes kan air mata lalu pergi
__ADS_1