
Merasa aneh dengan badan nya, Raya terbangun dari tidur nya dan melihat ada Gio di samping nya
" Astaga ? apa yang ku lakukan ? apakah aku terlalu banyak minum ? " melihat Gio
Raya beranjak dari kasur lalu memakai sepasang sendal yang memang tersedia di sana " aku harus pergi sebelum dia bangun. Apakah aku tidak bisa memilih dengan siapa aku tidur saat sedang mabuk ? " ketus nya lalu pergi dari kamar
Raya turun dan mengambil mobil nya yang berada di parkiran belakang hotel " akhirnya kita bisa bersama lagi baby " ucap nya saat dia masuk dan menyentuh stir mobil nya
Bukan Raya jika dia tidak mengemudi dengan laju, semua orang di jalan melihat nya. Jarang ada wanita pembalap, wajar semua orang kagum kepada nya.
Jam kini berbunyi dari kamar yang di inap oleh Gio dan Raya. Gio bangun lalu menatap keluar jendela " ternyata jendela nya belum di buka " ucap nya lalu berdiri dan membuka jendela
Membalik kan badan nya menghadap kasur " apa ini ? kemana dia pergi ? bahkan dia sarapan " ucap Gio saat melihat Raya sudah tidak ada di dalam kamar lagi
Gio berjalan menuju kamar mandi, dia mandi lalu bersiap untuk berangkat ke kantor, kebetulan hari ini ada pertemuan dengan ayah Raya. Pertemuan ini membahas tentang saham dan juga alat yang ingin digunakan oleh ayah Raya untuk bisnis nya
Setelah menempuh perjalanan selam lima menit kurang. Sekarang Raya sudah berada di rumah, dia memarkirkan mobilnya dengan rapi di samping semua koleksi mobil nya yang lain
Membuka pintu rumah " ayah, Raya pulang "
Berjalan ke arah Raya, mengendus bau dari pakaian yang Raya kenakan " kamu minum ? tidur dimana kamu semalaman ? " ucap ayah Raya sambil menatap Raya
__ADS_1
Dengan tidak ragu Raya menjawab " Raya ga minum, itu hanya wine yang tumpah di baju Raya " mendekat ke arah ayah nya
Berdiri karena dia harus segera ke kantor " cepat mandi lalu datang ke kantor, ingat harus tepat waktu, kalau kamu telat ayah sita kartu ATM kamu " ucap nya lalu mengambil tas nya
" Siap bos " dengan suara lantang Raya menjawab ayah nya
Raya langsung naik ke kamar nya, dia membuka lemari baju milik nya " apa ini ? kenapa aku tidak punya gaun " keluh nya
Raya duduk di tepi kasur lalu merebahkan badan nya " apa yang harus ku lakukan ? aku harus segera ke kantor ayah sekrang juga " menutup muka nya dengan bantal
Tok.. Tok.... Tok.....
" Ini susu nya non " ucap mbak Ita. Mbak Ita merupakan seorang pekerja di rumah Raya, dia yang mengurus semua kebutuhan rumah dan bahkan makan dan minum Raya dia yang mengurus nya
" Mbak " ucap Raya
Menghentikan langkahnya " iya, kenapa non ? "
Mendekat ke mbak Ita " mbak ada ders ? " senyum manis
" Ada non, tapi saya rasa itu tidak cocok untuk non Raya "
__ADS_1
" Pasti cocok, saya memakai apa saja pasti cocok mbak " ucap Raya membujuk mbak Ita
" Ya udah sebentar saya ambilkan dulu " membuka pintu lalu pergi
Tak la kemudian mbak Ita masuk ke kamar Raya dengan membawa sebuah ders berwarna merah. Ders tersebut sangat cocok saat di pakai oleh Raya. Setelah selesai berkemas Raya berangkat untuk menuju kantor ayah nya
...****************...
Gio sedikit agak terlambat karena terjadi beberapa masalah saat dia menuju kantor ayah Raya " apakah semua berkas sudah siap ? " ucap Gio sambil berjalan dan menatap jam tangan nya
" Sudah pak " ucap orang yang berada di kanan Gio
Raya turun dari mobilnya. Dia menatap jam nya " tepat waktu, seorang Raya terlambat ? tidak mungkin " memakai kaca mata nya dan merapikan rambut nya
Saat sedang melihat jam tangan Gio tak melihat jika ada Raya di depan nya " Aduh " ucap Raya
" Maafkan saya, saya tidak melihat ada orang di depan saya " ucap Gio
Raya menegakkan kepala nya dan melihat bahwa orang yang ia tabrak adalah Gio " iya tidak apa-apa " ucap nya terburu-buru lalu pergi
" Saya sepertinya kenal dia " ucap Gio, karena dia merasa tidak asing dengan wajah yang barusan ia lihat
__ADS_1