Mafia & Pembalap

Mafia & Pembalap
kecurigaan


__ADS_3

Sampai di ruangan Gio langsung menarik tangan Raya " aku ingin bicara" ucap Gio terdesak


Raya kaget karena tidak biasa nya Gio menyentuh sembarangan orang " ada apa pak ? apa bapak butuh sesuatu ? " ucap Raya sopan, karena ini sedang di kantor, ada banyak telinga dimana-mana


Gio mendekat ke Raya " kau tidak perlu bersiap sopan, hanya ada kita berdua di sini "


Mendorong Gio " maaf pak, tapi ini jam kerja saya harus patuh " ucap Raya lalu pergi untuk melanjutkan kerja nya


Saat Gio dan Raya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, anak buah Gio datang dengan terburu-buru " pak " ucap nya tanpa mengetuk pintu


Melihat wajah anak buah nya itu, Gio langsung bangkit dari duduk nya " kita bisa bicara di luar " mengancing jas nya lalu berdiri


Melihat Gio berdiri Raya juga ikut karena dia adalah sekretaris dan harus ikut kemana pun Gio pergi " ada apa Raya ? kenapa kau berdiri ? " ucap Gio saya melihat Raya mengikuti nya


" Maaf pak, ini jam kerja saya harus ikut kemana bapak pergi " tetap berdiri di belakang Raya


Bigung " Raya kamu bisa tetap tingal dan lanjutkan tugas mu "


" Tidak bisa pak saya harus ikut ini jam kerja "


Gio memberikan kode agar anak buah nya tidak sembarang ngomong " apakah kau menemukan sesuatu tentang nya ? " ucap Gio


" Iya pak, dia susah menunggu kita di salah satu cafe yang terpencil di sekitar sini "


Raya mulai curiga dengan pembicaraan mereka tapi tidak di anggap serius oleh nya " apa bapak butuh sesuatu untuk di bawa ? " ucap Raya sebagai sekretaris


" Tidak " Gio sudah mulai marah tapi dia masih menahan nya karena dia memang tidak bisa marah ke Raya


...****************...


Setelah dua jam dalam perjalanan, Akhirnya mereka sampai di sebuah cafe yang hanya ada satu orang di dalam nya, Raya hanya ikut dan tidak berkutik sedikitpun


Gio turun dari mobil nya dan memakai kaca mata nya " apa kau membawa yang aku mau ? " ucap nya kepada anak buah nya yang ikut


" Iya bos aku membawa nya " memegang sesuatu di tangan nya dengan bingkisan hitam

__ADS_1


Melirik Raya " tolong jaga dia, aku tidak apa-apa asal dia tidak terluka dan bisa pulang dengan selamat" ucap nya lalu masuk


Raya dan tiga anak buah Gio masuk ke dalam cafe, Mereka menghampiri satu meja yang berada di sudut kiri cafe itu. Ada wanita dengan pakaian rapi dan juga cadar nya


Gio bediri di depan nya lalu mengetuk meja nya " permisi apakah kau nyonya Rachel ? " ucap Gio


Wanita itu langsung mengangkat kepala nya " apakah kau membawa barang yang ku mau ? " ucap nya tanpa basa basi


Gio langsung duduk dan tidak memberikan apa yang dia mau " sabar nona, kita bisa makan dana minum juga kan " memangil pelayan


" Aku butuh cepat dan tidak bertele-tele " ucap gadis itu dingin


Pelayan datang " apa kalian ingin pesan ? " ucap pelayan


Muka gadis itu cuek " pergilah dia hanya bercanda " ucap nya dingin


" Bisakah kita langsung saja ? " berdiri dan mengeluarkan tas hitam


" Ouh apa yang kau bawa nona ? " kaget melihat apa yang gadis itu bawa


Gio membuka kaca mata nya " kenapa kau memakai cadar ? " Gio mulai curiga karena cadar yang ia pakai


Raya berbisik kepada anak buah Gio " apa dia Kline kita ? kenapa dia bertemu dengan nya dengan rahasia ? " Raya penasaran dengan wanita itu dan apa hubungan mereka


" Apakah kau cemburu ? " melihat Raya


Menatap sinis " apa maksud mu " suara Raya membentak karena kesal dengan ucapan anak buah Gio


Rachel sadar dengan suara Raya dan menghampiri Raya " wah kau membawa hadiah lain untuk ku Gio ? " menatap Raya


Gio langsung berdiri dan menghalangi Rachel agar tidak melihat Raya dari dekat " ada apa ini ? dia tidak ada urusan dengan kita " ucap Gio


" Aku ingin melihat wajah nya, dia sangat cantik dan lihat rambut nya " mengambil Rambut Raya


" Tolong jangan sentuh aku, aku tidak suka di pegang dengan orang asing " ucap Raya yang membuat Gio flashback ke masa lalu nya

__ADS_1


Rachel menatap heran " kenapa kau sangat marah kita bisa bicara santai " ucap Rachel


" Tolong jangan membawa dia " tegas Gio


Rachel mengambil tas yang di bawa anak buah Gio " terimakasih sudah membawa nya dan imbalan nya ada di meja " membuka tas nya


Gio sudah was-was dan memegang tangan Raya " tolong jangan kau buka di sini " tegas Gio


" Baiklah " ucap Rachel, tapi sayang nya dia hanya main-main dan dia membuka tas nya " wah " melihat senjata nya yang di bawa Gio


Gio menutup wajah Raya dengan badan nya " tolong bawa di pergi, aku akan membawa Raya " menarik Raya


Rachel mengarahkan senjata nya ke anak buah Gio " apakah kalian untuk mati ? jika tidak menyingkir lah aku ingin pergi karena tujuan ku bukan kalian " mengarah kan senjata nya ke anak buah Gio


...****************...


Gio memasukan Raya ke dalam mobil nya " masuk lah cepat " bentak Gio kepada Raya karna tidak mau menurut


" Siapa dia ? kenapa kita lari dari dia ? " ucap Raya penasaran


" Tolong Raya sekali saja kau dengar kan aku " wajah Gio sangat khawatir seolah Raya adalah orang penting bagi nya


" Iya aku akan masuk " Raya masuk


Setelah Raya masuk Gio juga masuk dan mereka pergi dari sana, Mobil Gio melaju dengan cepat dan mereka sampai di tepi pantai, Gio sengaja berhenti di sana karena dia ingin memastikan keadaan Raya


" Kau tidak apa-apa ? " memegang tangan Raya sambil melihat seluruh badan nya


" Iya aku tidak apa-apa " ucap Raya


Karena keringat Raya menetes sangat banyak make up yang di pakai Raya saat mau pergi tadi perlahan menghilang dan Gio melihat tai lalat itu


Gio tidak bisa menahan diri, dia langsung menarik tangan Raya dan memeluk nya " Akhirnya aku menemukan mu " mengelus tengkuk kepala Raya


Raya hanya diam saja, dia masih bigung dengan apa yang terjadi barusan dan tiba-tiba Gio memeluk nya

__ADS_1


" Aku tidak tau apa alasan mu menghindar dari ku, satu hal yang ku tau pasti adalah, kau memang Raya, Raya cinta pertama Gio" batin Gio dan meneteskan air mata


__ADS_2