
Gio tidak pulang ke apartemen, dia mampir ke salah satu toserba yang berada di pinggir jalan. Dia masuk lalu membeli beberapa minuman kaleng. Dia keluar dan duduk di meja yang berada di depan toserba
Gio merogoh kantong nya " apa ini ? apa aku membuang ponsel ku ? " mencari ponsel nya tetapi tidak ada di dalam kantong jas dan celana nya
Gio membuka minuman lalu meminum nya sambil menatap langit " aku harus memberi tau Raya kalau aku akan pulang dan kami harus menikah segera mungkin " meminum minuman nya
Tak lama Gio duduk di sana anak buah nya datang dan memberikan ponsel Gio yang terjatuh di dalam mobil " ini bos, hp mu dari tadi tidak berhenti berdering" memeriksa hp Gio
Gio membuka hp nya dan melihat ada notifikasi dari Instagram Raya " Raya memasukan foto baru ? " heran lalu membuka postingan Raya " dia kembali ke dunia balapan? " merasa tidak percaya namun ini memang nyata
Gio langsung menelpon Raya
Telpon on
" Raya ? " ucap Gio saat telepon nya sudah tersambung " apa yang kau lakukan sekarang? " Gio pura-pura tida tau jika Raya sudah mulai balapan lagi
Raya duduk di sofa nya " aku sekrang sedang di rumah dan.. " menatap amplop yang di berikan wasit tadi kepada nya " sedang memikirkan sesuatu " ucap Raya dengan suara yang ambigu
Gio bingung " apa yang sedang kau pikirkan ? katakan, apakah kau mulai balapan lagi ? " tanya Gio terus terang, karena Raya tidak mau mengatakan apapun
Raya kaget " apakah kau dukun ? bagiamana kau tau kalau aku mulai balapan ? tapi ada yang aneh dengan kata-kata mu " mulai memperhatikan apa yang Gio katakan
Gio tau apa yang akan Raya katakan " sudah lah lupakan itu. Mengapa kau balapan ? kau tau itu sangat bahaya " ceramah Gio kepada Raya
__ADS_1
Raya mulai tersipu " sudah lama kau tida memarahi ku seperti ini " ucap dengan nada manja
Gio pun luluh dan tidak jadi memarahi Raya " aku akan segera kembali " meminum minuman nya
Raya kaget " kau akan pulang ? tapi aku akan ke London besok " lesuh
Gio menyemburkan air yang dia minum " untuk apa kau sini ? aku yang akan pulang, kau tidak perlu kemana-mana " ucap Gio tegas
Raya mulai berfikir " tapi aku ke London bukan untuk menemui mu, aku akan lomba di sana " ucap Raya begitu saja
Gio merasa sedih dengan perkataan Raya " apakah kau sama sekali tidak merindukan ku ? baiklah " Gio mulai merasa kalau Raya akan kembali menjadi Raya yang dulu
Raya melihat layar hp nya mengira kalau Gio mematikan ponsel nya " sudah jangan cemberut, aku merindukan mu. Tapi aku tidak tau mengapa saat aku balapan aku merasa bahagia dan aku ingin melakukan nya terus menerus " Raya menjelaskan semua nya
Raya tersenyum " kau memang yang terbaik. Lalu apakah kau akan tetap pulang walau aku akan ke sana ? " tanya Raya lagi untuk memastikan
Gio membuang kaleng bekas dia minum " ya..... aku akan pulang, pekerjaan ku sudah selesai " ucap nya santai
Raya masuk ke kamar nya " baiklah, aku akan menyiapkan semua barang ku. Sampai jumpa lagi Gio " menutup telpon nya
" Apakah dia tidak tau, akan bahaya jika melakukan balapan lagi " berjalan pulang
Di jalan Gio menatap laut yang begitu luas, dia berjalan pelan sambil memegang pinggiran jembatan itu " aku harus bagaimana Tuhan ? harus kah aku membiarkan nya mengingat semua nya ? " Gio berteriak di pinggi jalan
__ADS_1
Tak lama kemudian Rachel datang dan menepuk pundak Gio " Gio, lihat ini " memberikan tiket masuk untuk lomba balapan
Gio megambil tiket itu " apa ini ? " melihat tiket nya dengan tatapan aneh
Rachel juga menatap laut itu " ini adalah tiket untuk masuk ke lomba balapan ku " tersenyum
Gio kaget " apakah kau juga ikut balapan ? "
Rachel menatap Gio " iya, dan aku tau kalau Raya juga akan ikut. Aku yakin dia akan ingat Kavin " ucap nya begitu saja
Gio merasa aneh dengan ucapan Rachel " apa maksud mu ? apa yang sebenarnya kau mau ? " tanya Gio kepada Rachel karena Gio sama sekali tidak tau gerak gerik Rachel
Rachel mengambil kartu nama dari dalam saku nya " ini " memperlihatkan nya kepada Gio " ini adalah kartu nama yang kau berikan pada ku saat kita masih SMA " memberikan nya lagi kepada Gio
Gio megambil nya " jadi apa maksud nya ? tolong bicara dengan jelas Rachel " mulai penasaran
Rachel jinjit dan mencium bibir Gio sekilas " kau adalah cinta pertama ku dan aku akan melakukan apa pun untuk mendapatkan mu " ucap Rachel
Gio mendorong Rachel " apa apaan kau ini ? "
Rachel menatap Gio " jika aku menang dalam pertandingan besok maka Raya da kau akan aman tapi. Jika Raya menang maka Raya yang harus membayar kekalahan ku
Gio melihat Rachel yang mulai berjalan mundur " aku tidak tau apa pun dan aku tidak menyetujuinya. Lebih baik kau hentikan semua ini " memberi peringatan kepada Rachel
__ADS_1
Rachel tetap menatap Gio sambil berjalan mundur " jika aku tidak bisa bersamamu maka dia juga tidak " Ucap Rachel sambil melambai kan tangganya " sampai jumpa di lomba Gio " tersenyum