
Sampai di apartemen Gio, Raya duduk di sofa dan menatap seluruh sudut yang ada " wah kau sangat rapi, mungkin saat kita menikah nanti kita tidak perlu pembantu rumah tangga " memegang semua meja yang ada dan Raya merasa kagum dengan kebersihan yang ada di apartemen Gio
Gio mendorong koper Raya dan memasukkan nya ke dalam kamar " kau bisa istirahat di kamar ini, jika kau membutuhkan ku, aku ada di samping " menutup pintu kamar dan mulai berjalan ke dapur
Raya membuka lagi kamar yang di tutup Gio barusan " apakah kau mempunyai dua kamar ? kau tinggal dengan wanita lain di sini ? " cemberut dan mulai melangkah kasar ke arah Gio
Gio tertawa " apa maksud mu ? hanya satu cahaya bulan yang bisa aku lihat " ucap Gio sambil menbuka kulkas dan mengambil beberapa sayuran dan daging untuk dia masak
Raya mulai penasaran " apa maksud mu ? jadi benar selama ini kau tinggal dengan wanita lain ? " melipat kedua tangannya dan mulai menjauh
Gio menarik tangan Raya dan meletakkan nya di dada nya lalu menatap mata Raya " hanya ada satu bulan bagi ku, yaitu kau Raya. Dari dulu aku sudah menyukai mu kau tau itu " menatap Raya sambil mengelus kepala nya
Raya menutup mata dan memeluk Gio " aku tidak tau apa yang terjadi pada diri ku, akhir akhir ini aku sering mengingat pria lain dalam ingatan ku " ucap nya sama pelukan Gio
Gio menebak bahwa pria itu adalah Kavin, tidak heran jika Raya ingat dia. Karena Raya dan Kavin sudah menjalin hubungan cukup lama " bahkan jika ingatanmu kembali aku tidak akan menyesal dengan apa yang sudah aku lakukan " batin Gio
Raya heran kenapa Gio diam saja " apa ini ? kau tidak menjawab ku ? " melepas pelukannya dan perut Raya mulai berbunyi " astaga " ucap nya sambil memegang perut nya
Gio menatap nya dengan senyuman " lihat, kau sudah lapar, aku akan memasak dan kau tunggu saja di meja makan " pergi dan memasak
Raya tersenyum sambil memiringkan kepala nya " siap boss " tersenyum
__ADS_1
Gio memasak semua makanan yang disukai oleh Raya, bahkan makanan yang sering Raya makan saat merasa masih SMA, semua Gio masak khusus untuk wanita nya. Raya duduk dengan manis sambil memegang sendok dan menatap Gio " dia sangat tampan saat sedang memasak, aku akan selalu ingat dengan wajah memasak nya itu " kekeh
Gio datang dengan membawa banyak makanan, hanya ada mereka berdua tapi makanan yang Gio buat bisa untuk makan satu RT
Raya melihat Gio kaget " apa ini ? kita hanya berdua tapi kau memasak sangat banyak " heran
Gio tetap menyusun semua masakan nya " baru kali ini setelah sekian lama akhirnya kau makan masakan ku lagi " menyusun semua makanan
Melihat semua makanan " baiklah, aku akan makan semua nya karna ini adalah masakan mu " mulai mengambil piring
Raya makan dengan lahap, Gio menatap nya dengan mata yang bahagia " mungkin kau tidak ingat betapa jahatnya aku di masa lalu. Aku meningal kan mu sendiri, saat itu aku hanya memikirkan balas dendam keluarga ku, sampai aku lupa bahwa aku memiliki wanita cantik yang haru saku jaga " batin Gio
Gio tersenyum dan membersihkan meja makan, saat sedang sibuk membersihkan meja makan, telpon Gio berbunyi " tuan Alex ? " pergi agak jauh dan menjawab telpon nya
" Iya tuan , selamat malam " ucap nya mengawali percakapan
" Gio, selamat malam. Apakah Raya bersama mu ? aku sudah mencari nya kemana mana "
" Iya tuan, dia sedang bersama ku "
" Syukurlah. Aku ingin memberitahu mu, Kata dokter Raya akan segera mendapat ingatan nya kembali. setelah ingatan nya kembali, Aku memutuskan untuk memberi restu kepala hubungan nya dan Kavin " ucap tuan Alex
__ADS_1
Gio kaget " apa ? ohh, itu kabar baik. Jika mereka menikah maka semua akan baik-baik saja " menutup telpon nya
Gio merasa khawatir dan melihat Raya ke kamar nya. Saat Gio membuka pintu kamar. Dia melihat Raya sudah tertidur
Gio berjalan pelan ke arah Raya " bahkan waktu yang kita habis kan ini terasa sangat singkat, besok setelah semua nya selesai dan saat ingatan mu kembali, semua akan kembali pada jalur nya. Raya aku mencintaimu mu. Aku tau ini terlambat tapi aku akan tetap mengenang semua nya " mengecup kening Raya lalu keluar
Gio tertidur di sofa, jam menunjukkan pukul dua malam, saat ini Raya sedang gelisah, dia berkeringat, dari tadi dia hanya memutar-mutar badan nya ke kiri dan ke kanan, Raya terlihat sangat gelisah, entah apa yang terjadi Raya tiba-tiba berteriak " aku tau.. aku tau kalau dia adalah masa lalu ku, aku tau Kavin " teriak Raya dari kamar nya
Gio kaget dan terbangun " Raya ? " melihat ke pintu kamar Raya, lalu berlari dan membuka pintu nya " Raya ada apa ? kau kenapa ? " menepuk pelan pipi Raya
Raya terus berkata " Aku tau Kavin, Aku tau ! " ucap nya teriak kencang lalu terbangun dan memeluk Gio " aku tau semua nya " ucap nya saat memeluk Gio
Gio membalas pelukan nya " ada apa Raya ? apa yang kau tau ? " mengelus rambut Raya mengikuti panjang nya
Raya memeluk erat Gio " aku tau semua nya, tidak apa apa jika itu terjadi, itu hanya masa lalu dan aku sudah lupa kejadian itu " memeluk Gio erat " aku tidak apa apa " mulai melepas pelukan nya dengan pelan dan kembali tertidur
Gio meletakkan Raya dengan perlahan " aku tidak pantas untuk mu Raya " menyelimuti Raya
Gio duduk di meja belajar yang ada di kamar tersebut dan ia tertidur di sana, hingga pagi. Raya bangun dan melihat Gio sedang tidur dan ada cahaya matahari mengenai wajah nya " dia sangat tampan " menatap kagum
Raya mendekat dan mulai menutup cahaya yang mengenai Gio dengan tangan nya " aku sudah ingat semua nya, aku sudah memaafkan mu dan aku mau kita melanjutkan hidup kita bersama " tersenyum
__ADS_1