Mafia & Pembalap

Mafia & Pembalap
kedatangan Raya


__ADS_3

Raya sudah menyiapkan semua barang nya dan ada tiga koper yang akan dia bawa, dia mengambil kartu ATM ayah nya diam diam dan meletakkan surat di atas meja " maaf ayah aku harus pergi, aku merasa ini bukan diri ku dan sekolah itu bukan tempat ku " meletakkan surat dan pergi dari rumah


Raya pergi dengan taxi, di dalam taxi dia mencoba untuk menelpon Gio " ada dengan pria ini ? kenapa dia tidak mau menjawab telpon dari kekasih nya " memasukkan hp nya kedalam tas


Raya menatap supir yang sedang membawa taxi " pak, apakah kau memiliki kekasih ? " tanya nya begitu saja karena kesal


Pak supir itu kaget,tapi sebagai supir dia juga harus membuat penumpang nya nyaman " punya Noona, apakah anda ada masalah dengan pacar anda ? " tanya untuk mencarikan suasana


Raya membulat kan mata nya " lalu apakah dia sering hikmah begitu saja ? " menatap supir dari kaca


Supir itu tersenyum " tentu saja, dia adalah wanita dan mood nya sering naik turun, aku menyukai wanita yang seperti itu " tersenyum


Raya mundur ke belakang " apa apa ini ? apakah laki laki sebucin ini " ucap Raya dalam hati sambil menggelengkan kepala


Sampai di bandara Raya turun, dia melihat ponsel nya " baiklah Gio jika ini mau mu maka aku tidak akan menjawab panggilan mu dan aku tidak akan menerima maaf dari mu " mematikan ponsel nya

__ADS_1


...****************...


Gio masih terbaring di kamar nya yang gelap, rumahan Gio tercium bau alkohol. Tidak heran ada bau alkohol karena Gio tadi malam habis minum minum


Gio membuka mata nya dan melihat jam " apa sudah jam satu siang ? kenapa kamar ku masih gelap " beranjak dari tempat tidur dan membuka jendela nya


Saat dia membuka jendela nya cahaya matahari mengenai wajah nya " wahh ternyata aku sangat tampan " duduk dan mengambil ponsel nya " apa ini ? ponsel ku mati ? " berdiri


Gio mandi dan bersiap siap untuk berangkat ke kantor, saat dia megambil jas nya dan melihat ada kertas yang terjatuh " apa ini ? " melihat kertas itu " tiket ? " mulai bigung, Gio duduk dan mengingat kejadian tadi malam " apa ? " kaget " Raya hari ini akan lomba " mengambil kunci mobil dan bergegas pergi


...****************...


Setelah dua jam menunggu akhirnya Raya sampai, dengan wajah nya yang murung Raya turun dan mencari Gio " apa ini ? saat aku sudah sampai dia juga tidak ada " mendorong troli nya sendiri


Saat Raya sedang mendorong troli nya sambil mengoceh, Gio mengulurkan tangannya dan membatu Raya mendorong troli nya " wah, kau ingin pindah atau hanya mengikuti lomba ? " menatap Raya sambil berjalan

__ADS_1


Raya berhenti karena kaget lalu melihat ke arah Gio " kau membuat ku kaget saja " memalingkan wajahnya


Gio mencoba untuk melihat wajah Raya " apakah kau marah ? maaf tadi malam aku kebanyakan minum jadi aku bagun agak siang " menjelaskan semua nya dengan polos


Raya menatap Gio marah " apa ? apakah kau main ke bar ? kau main dengan wanita. Gio aku mencintaimu tapi apa yang kau lakukan ? " ucap nya marah dan tidak mau jalan


Gio menatap Raya dan tersenyum" apakah kau cemburu ? " Gio tetap mencari masalah dengan Raya karena Gio sangat suka melihat Raya marah


Raya mengacuhkan Gio " sini " menarik troli nya " aku akan nginap di hotel kau tidak perlu datang ke pertandingan ku " menarik troli " lepaskan " wajah nya mulai marah


Gio menarik pinggang Raya dan mendekatkan wajah nya dengan Raya " mana mungkin aku berani bermain dengan wanita lain, Wanita ku saja sangat cantik dan body nya sangat " melihat Raya dengan tatapan aneh


Raya tersipu malu " benarkah? apakah aku bisa memercayai kata kata mu ini ? " meletakan tangan nya di bahu Gio


Gio melihat sekitar " tempat ini terlalu terbuka untuk kita, ayo pulang dan lanjutkan di rumah " mengandeng tangan Raya dan mendorong troli nya

__ADS_1


__ADS_2