
Gio dan Raya turun dari satu mobil hal ini membuat Kavin terbakar api cemburu, pacar nya saat ini sedang bersama laki-laki lain
Menghampiri Raya " kenapa kalian bisa bersama ? ini sudah malam dan kalian satu mobil ? "
Raya diam saja, tetapi Gio tidak bisa diam karena dia juga cemburu dengan perilaku Kavin " ada apa ? apakah kau cemburu ? atau kau takut jika Raya menyukai ku ? "
Raya merasa risih dengan ucapan Gio " apa yang bapak katakan ? " menatap Gio lalu berpindah tempat ke samping Gio " sayang kamu hanya melakukan perjalanan bisnis " senyum ke Kavin
Gio mengepal kedua tangannya, Rasa nya ingin sekali dia menarik Raya dan mengatakan bahwa dia adalah anak laki-laki yang Raya sukai waktu SMA. Tapi bahaya bagi Raya jika dia tau semua nya
" Baiklah kalian bisa pulang dan untuk mu Raya, kamu bisa datang setiap hari ke kantor dengan rambut begitu saya suka " mengedip kan mata nya ke arah Raya dan memandang sinis Kavin
" Apakah kau tidak bisa ganti atasan sayang ? aku sangat kesal melihat nya " keluh Gio ke Raya
" Aku hanya sementara dan ini akan segera berakhir, Minggu depan aku akan berangkat ke Prancis untuk lomba " merasa bahagia
...****************...
Kavin mengantar Raya pulang, malam ini tuan Alex sedang menghadiri meeting penting dengan Kline nya, Kavin bisa bebas masuk bahkan dia mengantar Raya sampai kamar
" Kamar mu sangat indah, jika kita menikah maka kita akan buat kamar kita seperti ini agar kau nyaman " melihat setiap sudut kamar Raya
Raya meletakkan tas nya, Raya memeliki segala nya dan apa yang dia mau pasti akan terwujud dalam sekejap saja
" Menikah ? " Raya kaget dengan ucapan Kavin " aku tidak ingin menikah "
" Apa " mendekati Raya " kau tidak mau menikah dengan ku, apa maksud mu ? "
" Bukan aku tidak mau menikah, hanya saja aku belum selesai dengan impian ku "
" Kita akan mewujud kan impian mu " tersenyum
Raya melihat jam " pulang lah ayah akan segera datang "
Kavin langsung keluar saat Raya menyuruh nya. Raya duduk di depan cermin dan melihat foto saat dia masih SMA
" Jika itu memang kau, maka aku akan berdoa pada Tuhan supaya kau mengatakan semua nya " menutup mata nya
Tak lama setelah Raya mengucap kan doa nya, ponsel nya berdering dan nama yang ada di layar ponsel nya adalah " fierce bos " dengan emoticon singa
Raya kaget dan membesarkan bola mata nya " apa ini ? apakah dia benar-benar Gio yang ku kenal ? astaga aku merinding " ucap lalu mengangkat telpon itu
__ADS_1
*Telpon on
Raya " iya pak ada apa ? " ucap nya
Gio " bisakah kau membuka jendela mu ? aku sudah menunggu lama " keluh nya
Raya " apa ? apakah bapak seorang pencuri ? "
Gio " iya, saya berencana mencuri hati seorang gadis* "
Raya berjalan ke arah jendela dan membuka nya, dia melihat Gio dengan pakaian yang biasa dan gaya rambut yang tidak asing bagi Raya
" Ada apa pak ? " teriak nya dari atas
Gio melihat ke atas " ada seorang laki-laki dari masa lalu yang sangat merindukanmu " menatap Raya walau wajah nya tidak begitu jelas
" Saya tidak peduli siapa pun di masa lalu karena itu adalah cerita lama " cuek
" Kamu yakin ? dia adalah orang yang kamu cintai apakah kamu tidak mau bertemu dengan nya ? "
" Siapa pun dia jika dari masa lalu saya tidak mau, Saya memeliki masa lalu yang sulit " ucap nya lalu mention jendela
" Masa lalu yang sulit ? saya juga mengalam hal yang sama " pergi
...****************...
Raya turun dengan buru-buru karena hari ini dia harus datang tepat waktu untuk meminta ijin selama seminggu atau mungkin lebih " ada apa ayah ? apa yang membuat ayah sangat senang ? " berjalan mendekati ayah nya
" Ayah memang tender sayang " membuka tas yang berisi uang
" Ayah, Raya tidak butuh uang " keluh nya kalau memeluk ayah nya " kasih sayang ayah yang tidak berubah sepanjang masa adalah hak yang paling Raya butuh kan "
" Anak ayah sudah dewasa dan akan menikah " mengelus kepala Raya
" Iya, aku pergi dulu ayah "
...****************...
Di lobi kantor semua karyawan melihat mobil Raya, Mobil yang baru lonceng kemarin malam dan pagi ini Raya sudah mengendarainya ke kantor
" Siapa dia ? " bisik karyawan
__ADS_1
" Dia adalah anak CEO kita " sambung karyawan itu
" Good morning everyone " ucap Raya sambil membawa tas dan membagikan sarapan untuk semua karyawan
Raya naik ke lift dan membuka pintu ruangan nya " lihat kah dia belum datang, aku datang lebih awal hari ini " melihat jam tangannya
Tiba-tiba ada beberapa orang masuk dengan kardus di tangan mereka " siapa kalian ? " ucap Raya saat melihat mereka
" Ini adalah pesanan dari pak Gio " meletakkan di atas meja
Gio muncul dari belakang mereka membuat Raya mengalihkan pandangannya " bagus jika semua nya sudah sampai " melihat semua barang apakah ada yang tertinggal
" Ada apa ini pak " dengan nada pak yang di tekan membuat Gio sadar jika Raya sudah kesal
" Kalian bisa keluar dan ini bayaran nya " memberikan bayaran
" Baik pak " pergi
Melihat semua nya sudah pergi " Gio apa yang kau lakukan ? "
Gio kaget " ups ini jam kerja dan saya adalah bos kamu tolong sopan santun kamu " duduk
" Ada apa ini pak ? apa senja ini ? " ucap Raya dengan memperbaiki ucapan susunan kata nya
" Ini adalah lukisan tolong kamu lajang di sana "
" Apa ? " Shock " bapak bisa pangil satpam kan ? " ketus nya
" Emmm " geleng
Raya keluar dan memangil satpam, saat sedang asik memasang lukisan Gio melihat jelas tai lalat itu dan menyuruh satpam itu pergi
" Ada apa pak ? ini belum selesai kenapa dia keluar ? menunjuk satpam itu
Menyingkir rambut Raya dari leher nya " kamu memang cinta pertama saya " batin Gio
Raya mundur " ada apa pak ? "
" Jika saya masa lalu kamu apa yang akan kamu lakukan ? "
" Saya akan pura-pura tidak kenal dan saya tegas kan lagi masa lalu saya bukan lah hal yang harus saya ingat " pergi
__ADS_1
Saat ingin membuka pintu langkah kaki Raya terhenti " di meja bapak sudah ada surat ijin saya untuk mengambil cuti selama satu pekan " pergi
" Apakah gelas yang saya pecahkan di masa lalu bisa saya tata di masa sekarang ? " batin Gio dalam lamunan