
Hanya ada Gio dan Kavin di kamar Raya, Raya hanya menatap Gio dan tidak memperdulikan Kavin yang saat ini sedang ada di sana
Kavin berjalan ke arah Raya " ada apa ini ? apakah kau bercanda? kita datang bersama ke sini tapi kau tidak mengenal ku ? " ucap Kavin berdiri di depan Raya
Raya mengerutkan keningnya dan mulai berfikir, saat Raya mulai mengingat sesuatu maka saraf yang ada pada bagian kepala nya akan merasa sakit yang sangat luar biasa, Saat itu Raya sedang mengingat dan dia mulai berteriak
Memegang kepala nya dengan kedua tangan " ahh sakit aku tidak tahan... sakit sekali ayah.... ayah... " memukul kepala nya seperti orang gila
Gio tidak tinggal diam, dia tidak bisa melihat Raya merasa kesakitan seperti ini " maaf Kavin untuk saat ini kau jangan mendekati Raya " menarik tangan Kavin dan membawa nya ke luar
Kavin tidak mau bergerak bahkan tarikan Gio tidak membuat nya bergeser dari tempat ia berdiri " siapa yang melarang ku untuk menemuinya ? dia adalah kekasih ku " wajah Kavin memerah karena dia berteriak sangat keras
Suara Kavin semangkin membuat Raya sakit dia mulai memukul kepala nya semangkin keras " kenapa kalian sangat berisik ? aku tidak tahan tolong hentikan semua ini " Raya menangis karena tidak tahan dengan Raya sakit nya
Gio menyuruh anak buah nya untuk membawa paksa Kavin dari sini " aku tidak bermaksud jahat, tetapi kau yang memaksa ku untuk melakukan ini semua, Bawa dia " ucap Gio kepada anak buah
Anak buah Gio menarik paksa Kavin, mereka membawa Kavin ke luar dari kamar Raya
Gio menekan tombol darurat dari kamar Raya " Raya tenang lah semua akan baik-baik saja " menghentikan Raya untuk memukuli kepala nya
Raya tidak berhenti dia tetap memukul kepala nya, sampai suster datang dan memberikan dia suntikan penenang
...****************...
Tuan Alex sedang berada di ruangan dokter, dia sedang menatap hasil pemeriksaan medis milik Raya
" Apa yang terjadi dengan putri saya ? " tanya nya kepala dokter yang saat ini bertanggung jawab atas kesehatan Raya
Membuka lembaran media Raya " ini sering terjadi saat kecelakaan besar terjadi, lima puluh persen pasien yang saya tangani akan kembali normal " ucap dokter kepada tuan Alex
Tuan Alex masih bigung dan dia juga merasa aneh melihat sikap Raya barusan " apa maksud mu ? bisa kah kau bicara lebih rinci lagi ? " duduk dan menatap dokter
Membuka komputer yang ada di mejanya " ini adalah bagian otak belakang Raya, saat terjadi kecelakaan bagian belakang kepala nya mengalami benturan yang sangat keras " menunjukan bagian yang sedang ia jelas kan
" Lalu ? bagiamana keadaan nya ? " bigung
__ADS_1
Dokter mulai lesuh untuk memberi tau kondisi Raya saat ini " biasa pasien yang mengalami luka di bagian ini akan mengalami amnesia sementara pak " ucap dokter
" Apa ! apakah dia akan melukai semua nya " patah semangat
Menenangkan tuan Alex " tentu tidak pak, sekarang Raya merasa bahwa umur nya masih 17 tahun, dia merasa masih SMA pak "
Kaget dan menatap dokter " apakah ingat Raya bisa kembali ? "
Mulai meyakinkan" tentu saja bisa, Jika Raya menjalani kehidupan seperti dia saat masih SMA maka kemungkinan besar dia akan mengingat semua nya "
...****************...
Tuan Alex masuk ke kamar Raya dan melihat Gio yang sedang berdiri di depan jendela lalu berjalan menghampiri nya " nak " panggil nya pelan agar Raya tidak terbangun
Gio membalikan badan nya dan melihat tuan Alex. Dia mengeluarkan tangan dari saku nya " iya tuan ada apa ? " ucap nya spontan
Mengajak Gio untuk duduk " mari " duduk
Gio hanya ikut " ada apa tuan ? apakah ada masalah serius ? " Gio juga penasaran dengan kondisi Raya
" Iya pak " ucap Gio
" Saya sudah mencari informasi mengenai kamu, kamu teman SMA Raya ? "
" Iya " Gio mulai khawatir identitas nya terbongkar
" Raya mengalami amnesia sementara, sekrang dia merasa masih berumur 17 tahun " senyum melihat putri nya " saya minta tolong kamu jaga Raya " menatap Gio
Gio bediri " baik pak, saya akan menjaga putri bapak seperti bapak menjaga nya " ucap Gio tegas
Tuan Alex menepuk pundak Gio " jika kamu bisa membuat Raya mengingat semua nya dan kembali seperti dia dulu, maka saya akan mengijinkan kalian untuk menikah " ucap Tuan Alex
Gio kaget dan membesarkan bola mata nya " ini adalah saat-saat yang ku tunggu, aku memang ingin bersama Raya, tapi jika tuan Alex tau siapa diri sebenarnya apakah dia masih tetap percaya ? " batin Gio
" Nak " ucap Tuan Alex menatap wajah Gio " apa kau melamun ? di saat seperti ini ? " tuan Alex tertawa kecil melihat tingkah laku Gio
__ADS_1
" Saya memang melamun tapi saya mendengar semua nya "
Tuan Alex kaget dan membalikan badan " pantas saja kau menjadi pengusaha yang sukses, tidak heran kau mampu menghapal semua materi untuk meeting dengan waktu yang singkat " tersenyum ke arah Gio
" Saya juga tidak mudah melupakan masa lalu yang sudah tersusun dengan rapi di dalam kepala saya " batin Gio
Tuan Alex melihat jam tangannya " saya akan mengambil tiket untuk kembali, aku percaya kan putri ku kepada mu "
Tuan Alex ingin keluar tetapi Raya bagun karena obat penenang nya susah habis " ayah.... " ucap nya pelan dan samar-samar
Tuan Alex berbalik " sayang kau sudah bangun? " menghampiri Raya
Gio juga mendekat dan membatu Raya untuk duduk " Kau baru saja sadar sebaiknya tidur saja " saran Gio
" Aku baik-baik saja, hanya kepala ku yang sakit " ucap Raya
Ucapan Raya membuat Gio flashback ke masa lalu mereka " iya aku tau, tapi lebih baik kau tiduran saja, jika kau tidak mau ya tidak masalah "
" Sudah jangan bertengkar, Raya bagiamana perasan mu nak ? "
" Aku baik ayah, apakah ayah akan pergi ? tapi ayah kenapa aku di rumah saki ? "
Pertanyaan Raya membuat Tuan Alex pusing dan bigung harus menjawab apa
Gio memotong pembicaraan mereka " astaga, kau lupa ? kau jatuh dari tangga maka nya kau di bawa ke sini " ucap Gio menyakinkan Raya
" Apakah itu benar ayah ? "
" Iya nak ini yang terjadi "
" Baiklah, ayah boleh pulang, aku akan istirahat di sini dan Gio kau harus berada di sini bersama ku "
" Siap " ucap Gio tegas
Melihat mereka Tuan Alex tidak khawatir jika Raya bersama Gio saat ini, mereka akan sering bersama sampai Raya membaik dan mengingat semua nya
__ADS_1