Mafia & Pembalap

Mafia & Pembalap
perlombaan


__ADS_3

Pagi ini Gio pergi mengunjungi beberapa showroom mobil karena dia akan lomba dengan Raya


" Apakah ada mobil yang menarik dan bisa membuat saya menang ? " ucap Gio saat masuk dan melihat semua mobil yang ada di sana


" Ini pak " menunjuk salah satu mobil yang ada di samping nya


Menyentuh mobil tersebut " apa kelebihan mobil ini dan apa alasan mu menawar kan nya kepada ku ? " ucap Gio lalu duduk di kursi Yanga da di sana


" Sebentar pak " pergi untuk mengambil sesuatu


Pelayanan itu datang lagi dengan membawa berkas dan membuka nya " ada seorang gadis yang menjual nya kepada kami dan dia mengatakan kalau mobil ini bisa membawa keberuntungan " meletakan berkas tersebut


Membuka berjasa tersebut lalu membaca data diri yang menjual mobil tersebut " Raya ? " bigung


" Iya pak, dia adalah gadis yang sangat terkenal dengan balapan nya, dia juga cantik " sambung pelayang itu


" Aku akan mengambil mobil ini " pergi


...****************...


Gio pergi ke kantor dia ingin melihat perkembangan di kantor walau dia adalah seorang mafia dia juga harus sering ke kantor untuk melihat para karyawan nya


" Dimana Raya ? " ucap nya saat masuk


" Raya belum datang pak " ucap karyawan di sana


Mengeluarkan kartu kredit nya " tolong berikan beberapa makanan yang di sukai oleh wanita dan bawa ke ruangan saya " pergi


Setelah beberapa saat dia menunggu Raya datang dengan mata yang sembab dan juga mata panda nya yang terlihat sangat jelas


" Raya apa terjadi sesuatu ? " menghampiri Raya dengan raut wajah yang khawatir


Raya terdiam dan menatap Gio " pak apa boleh saya tidur sebentar ? " lesuh


" Apakah terjadi sesuatu dengan mu ? jawab aku Raya " sedikit membentak karena khawatir


" Tidak terjadi apa-apa pak, saya hanya sedang tidak enak badan "


" Apakah kamu mau ke rumah sakit ? saya akan antar kamu " mengambil kunci mobil


" Tidak pak " pergi untuk duduk


Gio hanya diam saja saat melihat Raya yang sudah lesuh, akhirnya karyawan yang tadi pergi sudah kembali dan membawa barang yang di minta oleh Gio

__ADS_1


" Pak ini senja yang bapak mau " meletakkan nya di atas meja


" Iya kamu bisa pergi " tatapan nya tetap ke Raya walau ada yang mengajak dia bicara


" Pak ada seseorang yang ingin mengantar mobil " ucap karyawan itu yang membuat tatapan Gio buyar


" Mobil ? " Gio langsung turun dan tidak kembali lagi ke ruang nya


Setalah lima jam terlelap, Raya bangun " apa ini ? apakah aku tertidur ? astaga " gerutu nya


Membuka pintu " apakah pak Gio tidak datang ? seingat ku tadi dia ada deh " batin nya saat membuat pintu


Raya berjalan menuju kamar mandi, dia bercakap dan menancap make up nya " aku memang terlihat cantik dan anggun " ucap nya saat melihat bayangan diri nya di kaca


Saat dia sedang asik memakai bedak ada karyawan yang masuk " selamat sore buk " sapa karyawan itu


" Iya sore " tetap fokus pada make up nya, hingga terlintas di kepada nya untuk menanyakan kabar Gio


" Ngomong-ngomong apakah pak Gio tadi datang ? saya tidak melihat dia ada di ruangan nya " ucap Raya basa basi


" Iya tadi pak Gio datang tapi dia pulang setelah seseorang mengantar mobil milik nya " pergi


" Jadi dia sudah mempersiapkan semua nya ? apa dia memang ingin aku kalah atau ingin bermain dengan ku ? " menutup alat make up nya


...****************...


" Ayah Raya mau main bentar dan Raya mau bawa mobil manja Raya da ayah " pergi begitu saja


Setelah menempuh jarak 200KM akhirnya Raya sampai di tempat perlombaan, dia turun dari mobil nya yang sangat mengkilap sehingga orang yang melihat harus memakai kaca mata


Dia berlari menuju ke arah Kavin " Kavin kau datang ? " tersenyum


" Tentu saja, gadis kecil ku akan lomba aku pasti datang " mencubit pipi Raya


Gio hanya memantau mereka dari jauh sambil mengepalkan tangannya " ada apa ini kenapa hati ku sangat tidak nyaman ? " membuka dasi nya


" Pak mobil nya sudah siap " ucap ajudan Gio


" Baik, saya akan melihat nya dulu " pergi ke tempat mobil nya terparkir


" Kavin aku mau cek mobil dulu ya "


" Iya sayang, hati-hati ya " mengelus kepala Raya

__ADS_1


Saat Raya berjalan menuju mobil nya, Gio melihat dan menghampiri Raya


" Raya " panggil nya


" Iya kenapa Gio ? " ucap Raya lalu membalik menghadap Gio


Saat itu Gio hanya terdiam karena baru pertama ini dia mendengar dengan jelas Raya memangil nama nya " apakah kamu siap ? "


Raya berjalan selangkah lebih dekat dengan wajah Gio " ini di luar kantor dan saya selalu siap untuk melakukan semua yang saya mau "


Menarik tangan Raya " apakah kamu yakin ? " saat menatap Raya Gio ingat jika tujuan awal nya adalah untuk balas dendam dan ini saat nya


Melepas paksa tangan nya dari Gio " saya sangat yakin " pergi


...****************...


Sekarang perlombaan di mulai, seorang wanita berdiri di antara mobil Gio dan Raya dengan bendera kotak-kotak yang ia pegang


Saat wanita itu mengibarkan bendera nya lalu mengatakan " 1.... "


Terdengar suara gas mobil Raya dan Gio


" 2..... " sambung nya


Raya memakai kaca mata nya " aku akan menang dan kita tidak akan pernah bertemu " menginjak gas


" 3 and go.... " teriak nya


Raya langsung melaju dengan kecepatan mobil 379 kilometer per jam atau selisih 99 kilometer per jam. Gio tertinggal jauh, Gio tau jika di depan ada sebuah belok kan dan dia harus memotong mobil Raya agar dia terjatuh


Saat belok kan itu terlihat Gio menginjak gas nya " saya tidak tau perasaan ini yang jelas tujuan saya adalah balas dendam dan ini saat nya " melaju


Menabrak mobil Raya hingga mobil yang di pakai raya berputar 90⁰ " maaf kan saya "


Semua orang melihat Raya " apakah dia terluka atau dia sudah tiada ? " ucap semua orang yang ada di sana


Gio keluar dan melihat Raya, tapi Raya tak kunjung keluar dari mobil nya


Gio lari ke arah Mobil Raya " Raya buka, Raya, Raya apa kamu dengar saya ? " berteriak


Raya hanya diam saja, Gio menarik kuat pintu mobil nya lalu terbuka " apa kamu baik-baik saja ? " membuka sabuk pengaman Raya


Raya melihat kalung yang Gio pakai, dia merasa pernah melihat kalung itu tapi dimana ? dan kapan dia tidak ingat

__ADS_1


__ADS_2