Mafia & Pembalap

Mafia & Pembalap
keadaan Raya


__ADS_3

Gio kembali dengan membawa banyak barang, karena Raya akan pulang besok. Gio harus mempersiapkan semua nya


Gio melihat kantong belanjaan yang ia bawa " aku rasa aku sudah membeli semua nya " melihat dan berjalan ke ruangan Raya


Gio melihat penjaga masih stay di sana, Gio membuka pintu pelan dan menatap Raya lalu dia melihat infus dan juga alat bantu pernapasan Raya yang sudah terlepas


Gio menjatuhkan kantong belanjaan nya dan berlari ke arah Raya " Raya ! " kaget dan memegang dahi Raya " apa yang terjadi " bigung


Gio melihat keadaan Raya yang sangat kritis lalu dia berteriak " apakah ada orang di luar ? tolong Pangil dokter " teriak Gio dari dalam


Para penjaga yang ada di luar langsung bergegas untuk mencari dokter dan yang lain nya mencari suster untuk melihat Raya


Suster datang dan kaget melihat keadaan Raya dengan bibir yang pucat dan buih di bibir nya membuat suster panik " pak tolong ke luar" ucap suster kepada Gio


Gio termenung di ujung ruangan " apa ? " ucap nya bigung dan tidak mendengar jelas apa yang suster kata kan


Melihat para pengawal Gio " tolong bawa dia keluar, Keadaan pasien saat ini sangat kritis " ucap suster


Para pengawal membawa Gio keluar


Di luar ruangan Gio duduk diam sambil memegang kepala nya " ini salah ku, seharusnya aku tidak meninggalkan Raya sendirian " ucap nya


Tak lama kemudian Kavin datang sambil membawa buket bunga dengan warna yang Raya suka, dia berdiri di depan pintu dan melihat Raya sedang di periksa


Gio melihat nya lalu berdiri " ada perlu apa kau ? " ucap Gio sambil menghapus air mata nya


Kavin menatap Gio " wanita yang ada di dalam sana adalah calon istri ku, aku akan membawa nya pulang " ucap Kavin


Gio bigung " apa maksud mu ? apakah kau sedang bermimpi ? tolong sadar " ucap Gio sambil menekan kan kalau Kavin tidak baik untuk Raya


Kavin menunjukan surat dari rumah sakit yang sebelumnya di tandatangani oleh Kavin, karena saat itu Kavin yang berada di sini bersama Raya


" Kau lihat ? Raya dan aku sudah menandatangani surat ini dan rumah sakit mengakui aku sebagai wali nya Raya " ucap Kavin mencolok


Gio hanya diam saja " aku sedang tidak ingin bertele-tele, jika kau dan Raya ada hubungan maka aku tidak akan menggangu kalian tapi, Jika Raya tidak mengakui mu maka aku akan maju " ucap nya masuk ke ruangan Raya


Melihat dokter " bagiamana dok ? apakah dia tidak apa-apa ? " tanya Gio khawatir


Melihat Raya " dia keracunan obat, untung nya belum menyebar ke seluruh tubuh nya "

__ADS_1


" Apa yang rumah sakit ini lakukan ? memberikan obat yang kadaluarsa ? " bentak Gio


" Apa yang kau bicarakan pak ? kami tidak memberikan obat apa pun kepada pasien " melirik Raya


" Cih " desit Gio " apa kau tau siapa aku ? " mendekat


Dokter itu mundur " apa yang kau lakukan pak ? "


Membisikkan sesuatu ke telinga dokter itu " jika terjadi hal yang sama dengan nya maka bukan hanya kau tapi rumah sakit ini akan hancur " senyum ganas


Dokter itu langsung paham dan pergi dari sana, Kavin masuk dan meletakkan bunga yang ia bawa di atas meja


" Raya " mendekat


Gio menyilang tangan nya dan menghalangi jalan Kavin " apakah kau tidak bisa lihat dia sedang istirahat ? "


" Apa yang kau lakukan, minggir aku ingin melihat calon istri ku "


Menaruh jari telunjuk nya di bibir Kavin " berhenti mengucapkan kalimat itu, keluar " ucap nya tegas


Kavin tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya menatap Raya dari jauh dan keluar dari sana


...****************...


" Siapa kau ? " ucap Kavin kaget


Rachel membuka masker nya " aku Rachel, apa kau tunangan Raya ? " ucap nya sambil merapikan rambut nya


Melihat Rachel dari atas hingga bawah " dari mana kau tau dan siapa kau ? " menatap heran


" Aku ? " mengeluarkan sepotong r*kok dari saku nya " aku adalah mantan Gio dan sekarang aku sedang menjalankan misi " melihat sekeliling


" Apa maksud mu ? " masih bigung


Melihat Kavin " jika kau mau kita bisa kerja sama, kau bawa Raya jauh dari Gio dan aku akan membawa Gio jauh dari Raya "


" Kau dan Gio ? apa kalian benar-benar pernah ada hubungan ? "


" Aku dan Gio hampir menikah tetapi suatu masalah terjadi dan semua nya gagal, saat ini aku ingin balas dendam kepada Raya. Karena Raya Gio menjadi seperti ini " menjelaskan yang ia ketahui

__ADS_1


Kavin merasa yakin dengan Rachel " baiklah, aku mau bekerjasama dengan mu, aku tidak perlu tau hubungan kalian apa intinya aku bisa bersama Raya, itu saja yang aku inginkan "


Mematikan r*kok nya " besok pagi Raya akan pulang bersama Gio, aku akan menyelesaikan supir yang akan membawa mereka dan kau bisa menggantikan nya, kau mengerti ? "


Bigung " jika Gio masuk aku tidak bisa membawa Raya pergi "


" Dasar " ucap Rachel " aku akan menahan Gio di kamar Raya, Kau bisa membawa Raya kabur "


" Aku setuju " senyum ganas


...****************...


Di ruangan Raya, Gio baru selesai mandi dan mengecil kan AC ruangan


Gio duduk dan memperbaiki selimut Raya " apakah kau masih nyaman tidur seperti ini ? menatap wajah Raya yang sedang terlelap


Tangan Raya bergerak dan dia membuka mata nya " apa kau tidak tidur ? besok kita akan sekolah " ucap nya saat melihat Gio masih menatap nya


Gio kaget dan berdiri " kau sudah bangun ? tidur lah lagi. Besok kita masih libur karena kau masih lemas "


Raya duduk " aku ingin melihat mu sebelum tidur " menatap Gio


Gio duduk di pinggir ranjang Raya sambil merapikan Rambut Raya " jika kita tetap bersama seperti ini, mungkin aku tidak akan berada di jalan yang salah seperti sekarang "


Raya bigung " apa yang kau katakan ? "


Memeluk Raya " satu pelukan dari mu mampu menghapus seribu sakit yang ku rasakan di masa lalu "


mengelus bahu Gio " kita sering bertemu tapi, aku merasa kita berjauhan dan tidak pernah seperti ini untuk waktu yang lama " meletakan kepala nya di bahu Gio


Gio mengelus pelan rambut Raya, mengikuti panjang rambut nya " kita memang terpisah saat itu dan aku menjadi sangat buruk sekrang "


Raya kaget dan ingin melepas pelukan nya tetapi Gio menahan nya " apa yang kau katakan ? kau sempurna, tidak ada yang buruk dari mu "


Gio tersenyum " itulah alasan aku menyukai mu, kau mau menerima ku apa ada nya " melepaskan pelukan nya


Karena Gio sudah melepas pelukan nya, Raya berbaring " kemari lah, kita tidur. aku sangat lelah dan kepala ku masih sakit " menepuk kasur di samping nya


Gio berbaring di samping Raya " Ini adalah kehidupan ke dua kita " batin nya lalu tertidur

__ADS_1


__ADS_2