Mafia & Pembalap

Mafia & Pembalap
Kencan ?


__ADS_3

Semua orang sedang berkumpul untuk membahas saham yang akan di lelang, siapa yang akan menawarkan harga yang paling tinggi maka ayah Raya akan bekerja sama dengan nya. Yang akan melanjutkan pekerjaannya itu adalah putri nya Raya


" Baiklah, sekarang kita mulai " ucap sekretaris ayah raya " Jika kalian merasa ingin menawar maka angkatlah papan berwarna hijau yang sudah tersedia di meja kalian " sambung nya


Raya duduk diam di samping ayah nya, dia membuka kaca mata nya dan melihat semua orang yang berada di dalam ruangan itu satu persatu " apa ! " Raya kaget karena ada Gio di sana


" Apakah kau sudah siap dengan bisnis ini ? " ucap ayah Saya karena dia kaget saat melihat semua pesaing yang ingin mendapatkan perusahaan nya


Mendekat kan tubuh nya ke ayah nya. Berbisik " ayah apakah dia juga ikut ? " menunjuk Gio


Gio yang sadar kalau dia sedang di pantau dari jauh, melihat ke arah Raya yang sedang berbisik dengan ayah nya. Ia mengedipkan sebelah mata nya ke arah Raya


Raya yang sadar akan tingkah laku nya itu " ayah lihat lah apa yang dia lakukan" merengek


" Sudah lah diam " ucap ayah nya dingin


Raya terdiam dan mengikuti semua acara dari awal hingga akhir.


Di akhir acara Gio memenangkan semua pesaing yang ingin bergabung dengan perusahaan ayah Raya


" Raya, ayo kita sapa calon CEO yang akan menjadi atasan mu " ucap ayah Raya lalu turun untuk bertemu dengan Gio


Raya dengan wajah kesal nya " ada apa dengan ayah ? kenapa dia sangat tertarik dengan Gio ? " ketus nya sambil turun untuk menghampiri ayah nya


Saat ayah nya sedang asik bicara, Raya diam-diam ingin pergi namun Gio melihat nya " apakah dia putri mu ? " menatap Raya


Ayah Raya membalikkan badan lalu memanggil Raya " Raya ke sini nak " ucap nya


" Iya ayah " ucap Raya lalu mendekat ke arah mereka


" Bukankah kalian sudah bertemu waktu itu ? " ucap ayah Amara


" Iya, kami sudah bertemu dan seperti nya kami akan menjadi akrab sekarang "


" Tentu saja, aku harap kau bisa menjaga Raya. Tolong ajarkan dia betapa pentingnya sebuah saham " sambung ayah Raya


Raya yang sudah merasa risih dan tidak nyaman dengan pembicaraan mereka " ayah apakah aku boleh pulang ? besok aku akan kembali untuk bekerja "


Melihat ke arah supir nya " pulang lah dengan baik dan jangan membuat masalah. jangan pergi untuk balapan kau mengerti ? "


" Siap ayah, ayah tau kau adalah pria paling baik saat hidup ku " mengecup pipi ayah nya


...****************...


" Ayo pak kenapa kau diam saja ? kita harus pulang sekarang " ucap Raya saat di dalam mobil. Tapi entah kenapa supir nya tidak mau jalan

__ADS_1


" Nona ada seorang pria yang sedang berdiri di depan mobil kita " ucap supir


" Ada apa ini ? apakah aku tidak boleh pulang ? aku ingin tidur " ucap Raya kesal lalu keluar dari mobil nya


" Hei kenapa kau... " Raya tidak melanjutkan ucapannya karena pria yang sedang bediri di depan mobil nya itu adalah Gio


" Hai cantik " ucap Gio sambil melambaikan tangan dan membuka kaca mata nya


" Kau ? kenapa kau di sini ? " berpura-pura tidak tau apa-apa dan tidak mengenal Gio


Gio mendekat ke arah Raya dan Raya Munduk selangkah ke belakang " Apakah kau sudah lupa dengan kejadian kemaren malam ? " menatap Raya


Mendorong dada bidang Gio " apakah kau sudah gila ? atau kau memang tidak waras ? "


Memalingkan wajah nya " apa yang kau katakan ? "


" Kau tidak tau siapa aku ? aku adalah putri dari pemilik perusahaan ini " mendorong Gio


" Aku sudah memenangkan saham di perusahaan mu dan kau akan menjadi sekretaris ku " ucap nya menggoda Raya


" Aku tidak akan melakukan nya kau mengerti ? " menginjak kaki Gio


Gio langsung meringis sakit sambil mundur " aku akan pulang bay bay " ucap Raya lalu masuk ke dalam mobil nya


Dalam perjalanan Raya menelpon Kavin. Raya ingin mereka bertemu dan makan bersama. Sudah lama Raya tidak bersenang-senang dan juga balapan, ia sangat ingin balapan tetapi untuk sekrang mungkin dia akan libur sementara


...****************...


Kavin membalas pelukan Raya " aku juga, apa yang kita lakukan sekarang ? " Kavin melihat Raya di antar oleh supir nya " apa ini kau bersama supir ? "


Raya mengandeng tangan Kavin dan masuk ke dalam mall " mau bagaimana lagi, sekarang aku sedang di awasi oleh ayah, kau tau ayah kan ? " keluh nya


" Kau tenang saja, aku akan membuat mu merasa lebih baik, kau mau es krim ? "


Raya langsung tersenyum " kau sangat tau apa yang aku inginkan "


Bukan Gio jika tidak mengawasi gerak-gerik Raya. Gio membayar orang untuk mengikuti Raya diam-diam dan dia mendapatkan semua foto-foto Raya dan Kavin saat di mall


Setelah selesai. Kavin membawa Raya ke lobi mall untuk menunggu supir Raya


" Raya apakah kau ingin kita bersama ? " Kavin tiba-tiba membahas hal serius


" Apa maksud mu ? " Raya bigung


Kavin mengeluarkan kotak dari saku nya " ayo kita pacaran dan aku akan mengatakan kepada ayah mu kalau aku akan menikah dengan mu " membuka kotak tersebut

__ADS_1


" Kavin.. " Raya sangat terharu dengan perlakuan Kavin, Mereka berdua sama-sama suka tetapi tidak ada yang berani mengatakan perasaan nya


" Apakah kau mau ? "


" Tentu saja aku mau " menangis terharu


Memakaikan cincin ke jari manis Raya " akhirnya Ray " memeluk Raya


Raya juga membalas pelukan Kavin. Dari kejauhan terlihat pengawal yang Gio suruh sedang mengambil foto mereka berdua


...****************...


Raya merasa bahagia, sekarang dia hanya perlu mengikuti perkataan ayah nya dan dia akan segera menikah dengan pria yang ia cintai


" Ayah aku pulang " ucap Raya saat masuk ke dalam rumah


" Raya, ayo kita makan bersama, ada tamu juga yang ingin bertemu dengan mu " ucap ayah nya


" Baik ayah " ucap Raya lalu menyusul ayah nya ke meja makan


" Selamat malam Araya " ucap Gio yang sedang duduk santai di meja makan mereka


" Ayah ... ? "


" Gio datang ke sini untuk memberikan beberapa berkas untuk besok pagi " duduk


" Kita bisa bicara dengan santai Raya, duduk lah " ucap Gio


" Iya aku akan duduk lagi pula ini rumah ku " duduk


Gio melihat cincin yang Raya kenakan, Gio merasa sedikit tidak suka melihat Raya memakainya


" Kita akan mulai rapat besok pukul tujuh pagi, saya harap kamu bisa datang tepat waktu " ucap Gio


" Ya tentu saja, lagi pula aku adalah sekretaris mu sekarang, dasar menyebalkan" ketus Raya


" Raya " ucap ayah nya


" Iya ayah " diam


" Aku sangat berterima kasih jika kau bisa mengikuti semua peraturan ku "


" Apa peraturannya ? " ucap Raya


" Aku tidak suka jika salah satu dari pegawai ku berpacaran, akan lebih baik jika sudah saling menyukai menikah saja "

__ADS_1


" Apa ! " Ucap Raya kaget


__ADS_2