
Seisi ruangan gempar melihat pengkhianatan Quine yang nyata. Aku bukannya tak tahu sistem monarki, tapi memberi laporan palsu seperti yang Quine lakukan memanglah sebuah kesalahan. Sebenarnya apa yang dia rencanakan?
Raja memandang ksatria miliknya dengan tatapan hina, sedangkan itu Quine yang terpengaruh dengan Skill Complete Order hanya bisa diam setelah pengakuannya diucapkan. “Aku menghormatimu sebagai ksatria, sebagai adik dari kakakmu yang juga seorang ksatria. Tapi untuk kali ini, aku hanya memberikanmu sekali kesempatan,” Raja kembali naik ke atas kursi singgsananya, “Jelaskan maksud dari kejadian ini!”
Dan lagi, perintah dari raja yang barusan juga menggunakan skill Complete Order.
Quine jelas bukan orang yang bisa tahan dua kali dari skill itu, dia perlahan mulai membuka mulutnya dan menjelaskan, “Pemuda yang kubawa, Meffery Walter, adalah ancaman yang mustahil dilawan oleh kerajaan ini, Yang Mulia.” Ucapnya.
Pengakuan itu lagi-lagi membuat semuanya panik. “Apa maksudmu?” tanya sang Raja.
“Meffery Walter memiliki skill bernama Touch Drive, dimana dia bisa menyalin kemampuan seseorang dengan hanya menyentuhnya. Untuk sekarang, dia sudah menyentuh kakakku, dan diriku sendiri. Kekuatan tempurnya setara dengan dua orang Ksatria.” Lanjut Quine.
“Dua orang ksatria bukanlah kuantitas yang tak terkalahkan.” Bantah Raja.
“Tentu, tapi mengingat orang ini yang juga menyalin skill kakakku, Dimension Teleport, berkemungkinan besar ia bisa menyalin semua kekuatan tempur dari militer. Itu bila kerajaan ini saja, bagaimana kalau dia menyentuh semua prajurit di seluruh dunia? Bahkan untuk sekarang, pemuda ini bisa keluar istana dengan mudah.”
Raja tak lagi memikirkan bantahan. Terlihat wajah yang sangat kebingungan dari seorang raja. Rasa bingung itu muncul dari pengakuan yang sejak awal dia sendiri yang ingin tahu. Ia mencoba membohongi dirinya sendiri bahwa Quine berbohong, tapi kenyataannya justru muncul karena Raja menggunakan skillnya.
Sungguh ironis.
“Tadi kau berencana untuk menyembunyikan fakta ini, kenapa?” tanya raja lagi, dengan arah bahasan yang berbeda.
“Itu karena Meffery Walter masih belum menjadi ancaman. Jika dia marah, maka selesai sudah sejarah kerajaan ini. Yang perlu dilakukan adalah menjaga Meffery Walter sebaik mungkin, karena itu saya berusaha untuk melindunginya diam-diam.”
Begitu, jadi itu tujuannya? Dia berencana untuk menyembunyikan kekuatanku dari dunia luar. Memang benar, kalau aku dianggap sebagai musuh dan aku melawan, entah kerusakan seperti apa yang bisa kutimbalkan.
Apalagi skill Touch Drive tidak bisa dinonaktifkan, sentuhan bukanlah hal yang sulit dilakukan apabila dalam kondisi perang.
Tapi aku heran apakah kemampuanku aktif apabila aku menggunakan sarung tangan atau semacamnya? Atau bagaimana kalau aku menyentuh seseorang di bagian pakainnya, apakah tetap tersalin atau tidak?
“Tetapi, Ksatria Quine, kenapa kau bisa yakin bahwa dia belum menjadi ancaman? Dia menggunakan skill milik kakakmu kan?” tanya raja untuk yang kesekian kalinya.
“Saya telah memahami pola pikir pemuda ini, Yang Mulia.”
“Bagaimana kau menjaminnya?”
“.. apa anda meragukan kemampuan pengamatan saya, Yang Mulia?” Quine bertanya tegas.
Mendengar itu, raja mengerti bahwa dirinya sudah tak bisa lagi membantah lebih jauh. Quine yang terpengaruh dengan Complete Order tetapi masih bisa mengatakan itu, pastinya pengamatannya kepadaku tak main-main.
Padahal tak perlu diamati sekalipun, aku juga tak berniat mengobrak-abrik kerajaan ini.
Raja kemudian menonaktifkan skill-nya, Quine bisa terbebas dari interogasi panjang itu.
Setelah itu, raja berbisik kepada ratu yang duduk di sebelahnya. Semua orang menunggu mereka berbisik. Aku yang sudah diperbolehkan mengangkat kepala sejak tadi hanya bisa memperhatikan raut wajah ratu yang sepertinya terkejut mendengar perkataan senyap dari raja.
Terjadi perdebatan kecil antara raja dan ratu, kami semua hanya bisa diam. Setelah melewati perdebatan singkat, ratu seperti mengalah.
Ratu berdiri dari singgasananya dan mengumumkan hal diluar dugaan. “Aku akan menikahkan putriku, Lennef Juliester kepada pemuda yang bernama Meffery Walter ini!”
Hah?!!
Jelas, semua orang terkejut mendengar pengumuman itu.
Terlebih lagi putri Lennef Juliester yang wajahnya terlihat sangat merah, aku yakin dia pasti marah dengan keputusan itu.
Quine, Nona Rose dan Hile menatapku seperti menatap tikus yang masuk ke dalam selokan. Mereka seolah menuduh diriku karena pengumuman tak terduga itu.
“Tunggu! B-Bukankah ini aneh? Bagaimanapun, menikahi anak anda denganku adalah suatu hal yang konyol.” Bantahku keras terhadap sang raja, kalau dia marah pun aku tak peduli. Aku harus menggagalkan keputusan itu.
“Tidak, ramalan kerajaan ini mengatakan bahwa putri kami harus menikah dengan orang yang mampu mengendalikan takdir dunia. Dilihat dari manapun, sepertinya kau-lah orang yang dimaksud.” Ucap raja, bukannya marah ia malah senang.
“Yang benar saja, itu ‘kan cuma ramalan. Apa anda tak khawatir dengan putri anda?”
“Putriku adalah orang yang mampu menggerakan hati sekeras apapun. Kalau kau hidup bersamanya, aku tak perlu takut kalau kau menjadi ancaman.”
__ADS_1
Sebenarnya siapa yang membuat ramalan itu? Kalau aku memang bisa mengubah takdir dunia, maka takdir seperti inilah yang ingin kurubah.
“Bagaimana, Lennef? Kau bersedia menikahinya?” tanya sang ratu kepada anaknya.
Di saat itu aku bersyukur dan menghela napas lega karena sang ratu bertanya kepada anaknya. Kulihat, wajah putri Lennef memerah, dan badannya gemetaran, aku yakin dia pasti sangat kesal. Putri Lennef pasti akan menolak keputusan ini.
“A-Aku.. Aku sangat..”
Ya, putri, suarakan bantahanmu!
“Aku sangat bahagia!!”
Hah?!!
“Tubuhku seperti meleleh. Hanya dengan melihat sosok sekuat itu di depanku, aku merasa seperti melayang. Tidak, aku bahkan sudah merasakannya sejak pertama kali kita bertemu. Ahh.. Pasti ini yang mereka sebut cinta, bukan begitu?” putri Lennef dengan girang menggeliat dengan wajahnya yang begitu senang.
Sial, jadi wajahnya memerah bukan karena kesal tapi karena malu? Sekarang aku mengerti betapa seramnya penyamaran wanita.
“Kalau begitu sudah diputuskan, kita akan mengadakan pesta pernikahan sesegera mungkin.”
“Aku menolak!!” aku berteriak sangat keras ketika sang raja menyuarakan kegembiraannya.
Teriakan itu tampaknya menyinggung banyak sekali pihak. Semua orang di ruangan terdiam.
“M-Maafkan aku, Yang Mulia. Tapi kurasa ini sedikit terburu-buru. Memang benar Putri Lennef adalah gadis yang sangat cantik, tapi.. bukankah lebih baik kalau kami diberi sedikit waktu?”
Raja berpikir atas saran yang kuberikan. Dalam hati aku berharap semoga saja Raja Loiros ini tak menganggapku lancang. “.. baiklah, kalau itu keputusanmu. Aku beri waktu satu tahun untukmu agar bisa mengenal putriku lebih dekat. Saat waktunya tiba, maka nikahilah dia!”
“.. b-baik..”
“Kalau begitu sudah diputuskan! Dengan ini, Meffery Walter adalah tunangan dari putriku, Lennef Juliester.”
***
Jumlah total mana-ku adalah 181.968, sungguh jumlah yang sangat fantastis untuk sebuah kapasitas sihir. Karena umumnya orang hanya memiliki mana kisaran 1000, milikku ini mungkin sudah selevel dengan monster kelas atas.
Untuk Skill adalah; Touch Drive, Dimension Teleport, dan Booster. Dan satu Super Skill yaitu Evolver.
Sedangkan Teknik, ada banyak sekali dan sulit untuk mengingat semuanya kalau tak berada di pertempuran asli.
“.. Walter, kau masih belum tidur?” ucap Putri Lennef.
“Maaf, putri. Apa aku membangunkanmu?”
“Hei, sudah kubilang jangan panggil aku seformal itu. Panggil saja Lennef atau.. sayang.. kalau kau mau.” Lennef tersipu.
Sungguh sulit untuk mencerna keadaan yang terlalu indah ini. Aku seperti berada di surga dan neraka secara bersamaan.
Bayangkan saja, padahal kami hanya bertunangan tetapi kerajaan menyuruh kami untuk tidur di kasur yang sama. Tentu saja aku tak memiliki niat kotor terhadap putri Lennef, tapi aku mempertanyakan kehendak dari raja dan ratu yang tak ragu membiarkan putrinya tidur dengan orang yang baru mereka kenal.
Omong-omong, mengenai pertunangan kami, ternyata aku memang tak bisa membantahnya.
Matahari sudah terbenam sejak lama, cahaya bulan yang begitu terang diluar jendela menandakan ini adalah tengah malam. Sejak aku berbaring di kasur yang sama dengan putri Lennef, aku sama sekali tak bisa memejamkan mata. Hanya lamunan dan kekosongan yang ada di kepalaku.
Meskipun begitu, aku lupa bahwa cuaca sedang musim dingin. Terjaga semalaman pasti berakibat buruk bagi tubuhku, meskipun kasur kerajaan memiliki selimut yang tebal dan hangat sekalipun.
“Lennef, aku ingin bertanya, sebenarnya siapa yang membuat ramalan tentang pernikahanmu?” tanyaku berbasa-basi kepada tunanganku yang juga ikut terjaga.
“Kenalan ayahku, dia memiliki skill yang bisa meramal masa depan. Sayangnya, orang itu sudah meninggal sebelum aku lahir. Jangankan tak kenal, aku bahkan tak tahu siapa sosoknya.” Jelas Lennef.
“Pantas saja, kalau itu didapat dari skill apa boleh buat.” Jawabku. Aku kembali memikirkan hal-hal kosong yang tak penting. Beberapa kali angin masuk melalui jendela dan membuat kulitku membeku, saat itu terjadi aku akan meringkup di balik selimut. “Apa memang sedingin ini ketika musim dingin?”
Menanggapi pertanyaanku, Lennef menatap heran, “Musim dingin? Tapi ini masih musim semi.”
“O-Oh.. terkadang ada juga musim semi yang dingin ya..”
__ADS_1
“Tidak, dulu tidak seperti ini. Sejak setahun yang lalu, kerajaan ini memang terkenal dingin ketika malam hari. Ada yang mengatakan hawa dingin ini dibawa dari gunung es abadi yang terletak di Perbatasan Timur.”
“Apa-apaan itu?” aku menganggapnya tak serius.
“Beruntung siang hari masih bisa dihangatkan oleh matahari. Memangnya sedingin itukah? Kalau kau kedinginan, mungkin kita bisa lebih berdekatan.”
Lennef menggeser posisi tidurnya menjadi lebih dekat denganku. Aku yang sebelumnya sudah berusaha menjauh kini berada di posisi paling pinggir, jadi tak mungkin lagi untuk menjauh. Di sisi lain, Lennef benar-benar tak toleran ketika mendekat. Dia kini tidur berdempetan dengan lenganku.
Aku bisa merasakan tubuh Lennef yang lembut menyentuh lenganku, dia menjadikan lenganku sebagai guling untuk dipeluk.
“Rasanya hangat ketika kita berdekatan, kan?”
“Y-Ya.. hangat.. dalam artian lain.”
***
Setelah edisi pertunangan itu, aku diperbolehkan untuk tinggal di istana. Sedangkan nona Rose kembali ke kediamannya setelah melalui perpisahan konyol denganku. Untuk Hile, dia ikut tinggal denganku di istana atas bujukkan Lennef kepada ayahnya.
Pagi hari, ketika aku tak tahu harus berbuat apa di rumah baruku, dan Lennef juga sudah keluar dari ranjangnya. Aku menetap di kamar untuk melihat pemandangan kota dari istana. Kemudian, suara ketukan terdengar dari pintu.
“Ya? Siapa?” tanyaku kepada orang yang mengetuk pintu itu.
“Aku Ksatria Kerajaan, Thomas von Neressy. Bisakah kita berbicara sebentar tuan Walter?”
“Oh, Neressy rupanya, masuklah!”
Kemudian Neressy membuka pintu kamarku dan menyapaku dengan hangat. Wajahnya sama seperti saat pertama kali kita berjumpa, sopan dan tampan. Kesanku terhadapnya selalu baik.
“Apa yang ingin kau bicarakan, tuan Ksatria?”
“Ya, sebelumnya saya meminta maaf karena mengganggu-”
“Ahaha! Ayolah, jangan seformal itu. Aku hanya bercanda. Anggap saja kita adalah sahabat baik.” Aku mengajak Neressy duduk di bangku yang terletak di dekat jendela.
Kami melanjutkan perbincangan ini dengan santai dan bersahabat.
“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanyaku kepada Neressy.
Ia tak langsung menjawabnya, wajah Neressy menandakan ia memikirkan banyak hal. Pandangan Neressy melayang ke langit biru yang terbentang luas di atasnya, pemandangan dari kursi ini memang menampilkan langit yang indah.
“Neressy?”
“Ah, maaf, aku melamun.” Ia menjadi sedikit gugup untuk beberapa saat. “Ini tentang Skill Evolver itu.”
“Oh, aku tahu. Aku minta maaf karena tak sengaja memberitahukan kepada adikmu tentang skill itu, maaf, sungguh, aku tak tahu tentang skill itu sebelumnya.” Aku menundukkan kepalaku sebagai bentuk permohonan maaf yang nyata.
“Kumohon, angkatlah kepalamu!” Neressy yang bersikap sopan melarangku untuk merendah. “Aku sendiri juga tak tahu kenapa aku punya Skill itu, tuan Walter. Aku mendapat skill itu sejak lahir, tapi dalam keadaan yang tersegel. Setelah kupelajari ternyata tak ada skill yang tersegel sejak lahir. Panik, aku tak bisa menceritakan ini kepada orang lain.” Jelas Neressy dengan ratapan kesedihan.
“Itu skill yang hebat, kau seharusnya tak perlu takut.”
“Tidak, aku memang harus takut. Tak semua orang bisa bertahan dengan kekuatan yang ia miliki, aku takut diriku akan gila kekuatan bila segelnya berhasil terbuka. Bahkan aku berjanji pada diriku sendiri, bila suatu saat segel itu terbuka maka aku akan membunuh diriku sendiri tanpa berpikir dua kali.”
Aku yang dengan mudah membuka skill itu harus berkata apa mendengar pengakuan kelam dari Neressy? Meskipun aku belum pernah menggunakannya, tapi kenyataan bahwa segel itu terbuka tak bisa terpungkiri lagi.
“Apa yang bisa kulakukan untukmu?” tanyaku.
“Ah, tidak, aku tak mengharapkan apapun. Mungkin aku bisa sedikit lebih tenang kalau membicarakannya dengan anda yang memiliki skill yang sama denganku. Tapi.. kalau memang mungkin.. dengan skill anda itu, bisakah anda menghapus skill milikku?” pinta Neressy.
“Touch Drive tak bisa menghapus skill.” Jawabku. Tapi Neressy hanya tersenyum seolah ia sudah tahu jawaban itulah yang akan kukeluarkan. Dan aku mengerti maksud dari senyuman itu, “Kau ingin aku mencari skill yang bisa menghapus skill lain?”
“.. itu bukan perkara mudah. Tapi saya mohon, tolong kabulkan permintaan egois dari saya.”
Neressy menundukkan kepalanya sama seperti yang kulakukan sebelumnya. Seorang Ksatria Kerajaaan yang rela menundukkan kepalanya, mempertaruhkan harga dirinya demi kehilangan kekuatan yang bisa membuatnya gila. Kurang hebat apa si Neressy ini?
Aku merasa berdosa karena terlibat dengan Neressy lebih jauh. Tapi di balik dosa itu, maka aku akan menganggap hal ini sebagai hutang, dan itu berarti aku akan melunasinya sampai Neressy puas.
__ADS_1
“Aku mengerti.” Jawabku.