Majikan Tampan

Majikan Tampan
jangan sampai nenek menjewerku


__ADS_3

fahmi pun memasuki kamar pribadinya, ia melihat visya masih memejamkan matanya


ia duduk disamping ranjang, ia mengamati wajah visya, ia merasa bersalah karna visya harus terbawa ke masalah ini,


"visya bangun lah, jangan sampai kamu membuat nenek menjewerku , aku sudah ngeri membayang kan telinga ku panjang sebelah" ucap fahmi sambil membayangkan neneknya itu menjewernya.


namun visya tak kunjung bangun, fahmi pun keluar, ia akan menebus vitamin untuk visya


"ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya bodyguard fahmi


"**tidak, kalian jaga pintu ruangan saya, jangan sampai ada yang masuk tanpa seiizin saya"


"Siap tuan**" ucap serentak bodyguardnya


sebenarnya fahmi adalah laki laki yang sangat malas jika harus menangani hal sepele ini sendiri, baru kali ini ia menebus obat ke apotek murni tenaganya.


bahkan obat nenek tersayangnya saja ia tak pernah menebus ke apotek, selalu pelayan yg ia perintah


fahmi pun heran, ia ingin sekali obat itu ditebus olehnya.


kamar pribadi fahmi

__ADS_1


"hmm visya dimana ya?" visya melihat kanan kiri atas bawah tak ada orng, ia hanya ingat terakhir melihat ia masih dikampus


kenapa sekarang ada dikamar mewah, mata visya terbelalak, ia sudah berpikir yg tidak tidak.


ia mengambil hp nya dan langsung menghubungi fahmi.


tak lama telvonnya diangkat oleh fahmi


"hallo pak, bapak dimana, tolong visya ada dikamar orang, apa org tadi (ririn) menjual visya, aaaaa tidak pak visya gak mau, visya takut pak visya gak mau jauh dari nenek " suara visya semakin serak rupanya visya menangis lagi


"saya tidak perduli, saya sibuk" jawab fahmi


fahmi pun mematikan hpnya, ia amat tak sabar ingin menemui visya, fahmi pun tertawa sambil membayangkan visya.


"ada apa kalian memandang saya, hentikan pandangan kalian atau akan kubuat menyesal " ucap fahmi


"e e tidak tuan maafkan kami "


sepanjang perjalanannya menuju ruangan, fahmi masih tersenyum, suara visya yg ketakutan itu masih terngiang ditelinganya


semua karyawan merasa seperti mimpi, seorang yg tak pernah menunjukan garis manis diwajahnya kini terpampang jelas

__ADS_1


senyum yang manis itu


fahmi tiba diruangannya, ia memasuki kamar pribadinya dengan membawa vitamin untuk visya


ia menemukan visya yang masih menangis dibalik selimut.


"visya?" panggil fahmi, visya yang mendengarnya itu langsung sadar siapa yg datang


dengan cepat visya membuka selimutnya, dan mencari kebaradaan fahmi, visya langsung lompat dari kasur itu langsung memeluk fahmi.


fahmi langsung kaget badannya ditabrak oleh visya, dan sekarang visya membenamkan wajahnya di dada bidang fahmi


terdengar jelas suara visya yang mengeraskan tangisnya,


"pak apa bapak datang kemari untuk menolong visya? pak visya gak mau dijual, visya mau ikut bapak pulang, visya takut disini pak, jangan tinggalkan visya disini" suara visya masih dengan tangisnya yg tak henti


"hey sudah lah menangisnya apa kamu tak merasa lelah menangis seharian, kamu ada dikamar pibadiku, kamu tadi pingsan, sekarang aku membawakanmu vitamin, kita akan mencari makan setelah itu kamu minum vitamin ini, jika sudah selesai kita pulang, jangan banyak tanya, jalankan apa yg saya bilang tadi " ucap fahmi menjelaskan,


visya yg mendengarkan itu melepaskan pelukannya, ia mendongak keatas memandang fahmi setelah itu ia menundukkan kepalanya


ia sangat malu, wajah visya memerah.

__ADS_1


fahmi hanya tersenyum


__ADS_2