
pukul 16.00 WIB kelas visya sudah selesai,
mereka pun berjalan keluar kelas.
"eh sya pulang nya mau aku antar gak?" tanya bella
"**nggak usah bell, makasih, visya pulang sama majikan visya"
"emm ya udah deh, oh ya kamu beruntung ya sya punya majikan baik seperti pak fahmi**"
visya pun hanya tersenyum,
" oh ya sya, yang hutang penjelasan dari kamu itu , jngan diingat lagi aku udah paham kok " sambung bella
"**emm iya bell makasih ya udah ngertiin visya"
"santai aja kalik sya, lain kali kalau si riron ririn itu gangguin kamu bilang aja sama aku sya, biar aku yang ngadepin"
"haha bella bella iya iya makasih ya"
"siap syaa**" balas bella
"visya"
bella dan visya pun menoleh ke arah sumber suara, ternyata fahmi yang memanggilnya
"ciee visya, samperin gih majikan tampan udah manggil" goda bella
visya hanya memanyun kan bibirnya, dengan senyum yang ditahannya
__ADS_1
"**sya kalau gitu aku duluan yaa daaa"
"daaa bell, hati hati ya**"
visya pun menghampiri fahmi yang menunggu visya di pintu mobilnya.
"**pak apa kita pulang sekarang?"
"saya akan kekantor dulu, mengambil berkas, kamu gak keberatan kan?"
"emm nggak kok pak, visya malah seneng"
"hm ya**"
mereka pun mamasuki mobil, dan langsung dijalankan oleh supirnya, sepanjang perjalanan mereka hanya berdiam diri.
fahmi sibuk dengan ponselnya, sedangkan visya ia sibuk melihat pemandangan kota S tsb
"turunlah" perintah fahmi, visya pun menurutinya,
ia berjalan di belakang fahmi
"berjalan lah disamping saya, kamu ini sangat pendek dari saya, kalau kamu nyangkut dijalan saya akan kesulitan mencari kamu" ejek fahmi sambil menahan senyumnya
visya yang mendengarnya itu sngat jengkel, namun ia tetap menuruti perintah majikannya tsb
semua karyawan melihat mereka dengan senyum manisnya, setiap meja yang dilewati fahmi dan visya, menyapa fahmi dengan sopan dan lembut.
setelah selesai mengambil berkas mereka kembali kemobil.
__ADS_1
mobil dijalankan oleh sopir,
"pak, apa bapak dari kecil sudah tinggal bersma nenek?" tanya visya yang membuka suara dikesunyian itu
"**yaa, orang tua saya sudah meninggal sjk usia saya 3 th"
"emm maafin visya ya pak sudah lancang "
"hm"
"em pak apa nenek tak punya sahabat dekat?"
"kenapa?"
"em gak papa pak, visya tanya aja"
"nenek saya dulu mempunyai sahabat dekat, mereka pasangan suami istri, mereka bersahabat sejak usia ayah saya 10 th, mungkin kalau tak ada sahabatnya itu belum tentu saya bisa sukses seperti sekarang ini"
"wau, kalau visya boleh tau sahabat nenek sekarang ada dimana?"
"itu lah yang dipermasalahkan, mereka menghilang tanpa jejak, saat usia saya 12 tahun mereka hanya meninggalkan surat untuk nenek saya, isinya adalah 2 perusahaan yang mereka bangun akan dibagi, yang 1 untuk nenek saya dan yg satunya lagi untuk cucu dari sahabat nenek saya"
"hmm rumit ya pak, bahkan bapak sendiri pasti tak mengerti siapa cucu dari sahabat nenek bapak "
"ya begitulah, tapi yang tertulis di surat itu, sahabat nenek saya yakin bahwa kami akan menemukan cucu mereka, ya semoga saja "
" emm aamiin**"
mereka sudah smpai dikediaman fahmi dan neneknya itu, mereka pun turun, saat pintu rumah dibuka oleh pelayan
__ADS_1
"haii kakak" teriak adi yang langsung menabrak kakak tersayang nya itu. untung saja fahmi kuat menerimanya.