Majikan Tampan

Majikan Tampan
kegengsian fahmi


__ADS_3

perusahaan atahaer


"kak apa kah kau serius akan mengantar visya besok?" tanya adi yang sedang bersantai disofa, sedangkan fahmi sibuk dengan berkas" perusahaan


"**ya"


"hm kenapa kau tak menyuruh supir**?"


fahmi tak menjawab, ia sama sekali tak menoleh ke adi, dan sibuk dengan pekerjaannya


"**em kak aku setuju jika kau menyukai visya, aku dengan senang hati menerima kakak ipar seperti visya, ia gadis yang baik, sholehah, pekerja keras, tak seperti wanita yang mengejar kau dari smp , aku sangat memben.."


"hey apa kau tak bisa diam adi? kau begitu cerewet"


"kak aku tau kau sudah menyukai visya sejak pertama bertemu diresto, jujur saja kak, iya kan**??" goda adi smbil mengedipkan matanya itu. adi puntertawa sangat keras mendapati wajah kakaknya itu yang memerah


"huh sudah lah, ini sudah sore lebih baik kita pulang saja!" perintah fahmi


"**kak aku tau kau merindukan visya, kak aku ini adikmu, aku tau apa yang kau rasakan, nih ya kak aku beri tau, sebaiknya kau ungkapkan saja perasaanmu pada visya, sebelum ada lelaki tampan lain yang mendapatkannya hahaha"

__ADS_1


"kau ini bicara apa? aku tidak mempunyai perasaan kpda visya**!" tegas fahmi, padahal semua yang dikatakan fahmi itu tidak benar, fahmi sangat mencintai visya, namun ia tak bisa menunjukan itu.


"hmm dari dulu sampai sekarang kau selalu kalah dari gengsimu itu kak" jawab adi


fahmi tak menggubris nya, fahmi pun keluar dari ruangannya, ia ingin sekali cepat sampai kerumah, adi yang melihat kakaknya itu meninggalkannya pun langsung berlari mengejar kakaknya.


rumah fahmi 17.35 WIB


fahmi dan adi pun sudah sampai, adi langsung masuk kekamarnya, begitu pun dengan fahmi, ia langsung membersihkan dirinya, dan menunaikan sholat maghrib


selesai sholat, seperti biasa fahmi melantunkan ayat alqur'an sampai tiba waktunya sholat isya,


pukul 19.20 WIB fahmi merasakan lapar, ia pun keluar dari kamarnya, tiba tiba


"ya allah visya, kenapa kamu ada disini, kening kamu gak papa kan?" tanya fahmi yang terkejut melihat visya smbil meletakan punggung tangannya dikening visya


"em gak papa kok pak, visya abis dari kamarnenek" jawab visya dengan tangan yang masih memegang keningnya itu, fahmi pun tersadar kening visya memerah karena terkena sikut fahmi


"hey kening kamu merah, kamu tunggu sini " fahmi pun meninggalkan visya di depan kamarnya, tak lama fahmi keluar dari kamarnya dengan membawa minyak kayu putih,

__ADS_1


fahmi langsung mengoleskan minyak kayu putih di kening visya, sedangkan visya ia mengamati wajah fahmi yang tampan dengan hidung mancungnya itu, visya hanya diam, namun tidak dengan jantung visya,


visya merasakan jantungnya berdetak sangat kencang, seperti ingin lepas dari tempatnya


"makanya kamu itu jadi perempuan jangan pendek, ini deh resiko nya" ucap fahmi menyadarkan lamunan visya,


"**em i iya pak, maaf"


"saya yang minta maaf ini salah saya** " jawab fahmi yang sembari menyudahi pengobatan kening visya.


visya hanya tersenyum dengan menganggukan kepalanya


"**apa kamu udah makan?"


"belom pak"


"ya sudah ayo makan bersama, dibawah pasti juga ada adi"


"e e i iya pak**"

__ADS_1


mereka pun menuruni tangga bersama sama menuju meja makan, disana sudah ada adi yang rupanya memperhatikan fahmi dan visya


"sungguh pasangan yang serasi kak" ucap adi saat fahmi dan visya sudah duduk dihadapannya, fahmi dan visya yang digoda oleh adi langsung salah tingkah.


__ADS_2