
apartemen ririn
"begini nyonya , rupanya ada gadis yang sngat cantik dikediaman tuan fahmi, ia menjadi perawat nenek fahmi, ia juga kuliah diuniversitas milik fahmi" suara diseberang sana lewat hp
"siapa nama gadis itu!"teriak ririn
"nama nya visya tiara nyonya" jawab anak buah
"selidiki anak itu, beri tau aku, batasnya besok pagi"
"Siap nyonya"
tut tut
"fahmi harusnya kau tau, aku sangat mencintaimu, hanya karna menuruti nenekmu yang sudah bau tanah, kau tega mncampakkanku" ucap ririn sembari membelai foto fahmi dengan raut sedih yang dibuat oleh nya.
kantor fahmi.
hari ini fahmi berangkat sangat awal,
karna ia sudah tidak sabar menahan amarahnya kepada ririn,
didalam mobil, hp fahmi berdering
"hallo" suara nya tak asing.
"ada apa?" jawab fahmi
__ADS_1
"bapak, kenapa bapak tega sekali sih, visya di tinggal, terus visya gimana dong, bapak apa bapak tak kasian dengan visya, visya akan pingsan kalau harus berjalan dari rumah bapak ke tempatkuliah visya, bisa bisanya bapak seperti ini" visya sangatlah cerewet
"saya bos kamu, apa kamu amnesia?" ketus fahmi, ia menahan tawa mendengar visya yg teramat cerewet.
"e ee ma maksud sa.."
tut tut
visya semakin kesal dibuat oleh bosnya,
"huh mentang2 bos, dia seenaknya, kalau tau gini kn visya bngun lebih pagi, visya bisa jalan,, huuuuh" visya pun berjalan keluar dari rumah fahmi yg bak istana tersebut,
visya sempat ingin menyerah
" ya allah visya capek, visya tapi mau kuliah, tapi visya capek, untuk keluar dari rumah ini aja butuh waktu 1 jam sendiri"
suara rem mobil berhenti di samping visya, siapa lgi kalau bukan mobil mewah pak fahmi yg dikendarai oleh supir pribadinya, dan sudah pasti ada bosnya didalam.
"e e ii iya pak "
mereka duduk berdua di belakang
tak ada yang berbicara, visya ingin angkat bicara , namun ia takut, ia hanya menggigit bibir bawahnya, dengan wajah bingung , serta mata yang memandang tak tentu arah.
"ada apa denganmu?"
rupanya fahmi dari tadi memperhatikan visya
__ADS_1
"e ti ti dak pak," menundukan pandangan nya kebawah
" **e pak, maafkan sa yaa, visya sudah lancang tadi, tolong ya pak jangan peec.."
"diamlah kamu selalu membuatku pusing, saya tidak akan pernah memecat kamu smpai kapan pun, sekarang turun lah, kuliah dengan baik**" ucap fahmi
"**eh iya pak siap, terimakasih pak"
jawab visya
"hm**"
visya pun masuk ke univeritas tersebut,
tiba tiba ada seorang perempuan menarik tangan visya dengan keras
"aww sakit tangan visya, kakak ini kenapa sih, lepasin tangan visya" rengek visya dengan mata yg berkaca kaca
"kamu mau aku lepasin kan! tinggalkan rumah fahmi sekarang juga, akan kubayar berapapun kau mau!!!!!" siapa lagi kalau bukan ririn.
"visya gak mau, visya sayang sama nenek, visya gak akan tinggalin nee.."
ririn menguat kn lagi cengkramannya
"aww sakit" kali ini visya sudah menangis, visya dan ririn menjadi bahan tontonan semua orang di kampus.
"aku kan udah bilang tinggal kan keluarga fahmi atau.." tiba tiba ada yg melepas keras tangan ririn yg mencengkram visya
__ADS_1
"atau apa ha! ucapkan dan teruskan perkataanmu wanita tak tau diuntung!!!" fahmi datang, karna ia dikabari oleh security diuniversitas miliknya.
semua orang kaget melihat fahmi, fahmisebelumnya sangat lembut ke semua wanita. namun tidak dengan ririn