Majikan Tampan

Majikan Tampan
fahmi dan visya bahagia


__ADS_3

ia pun mencari visya kekamarnya, namun fahmi tak juga menemukannya.


saat melewati ruang tamu, fahmi menemukan visya sedang duduk ditaman pribadinya , karna rumah fahmi dipagari kaca transparan, tidak sulit mencari seseorang.


"hmm kenapa gadis itu duduk disana, apa ia tidak sadar hari sudah malam, kenapa tak jera, tubuhnya sedang tidak baik malah keluar malam2 gini" oceh fahmi


fahmi pun berjalan mendekat ke arah visya,


semakin dekat ia mendengar suara visya yang teramat serak


"nek kek, visya kangen kalian, visya kangen naik sepeda sama kakek, sedangkan nenek menunggu kita pulang, visya kangen, visya hanya bisa nangis setiap liat foto kakek nenek, visya gak tau harus seneng atau gak, ini langkah pertama kesuksesan visya, tapi kalian udah gak ada disamping visya" hiks hiks, visya menangis, ia memeluk kedua lututnya.


fahmi pun tercengang, "gadis ini tak ada hentinya menangis, apa air matanya tak akan habis hum" gumm fahmi dalam hati.


fahmi tak tega melihat visya kedinginan, ia menyelimuti pundak visya dengan sarung yang ia pakai selesai sholat


sedangkan fahmi ia menggunakan celana panjang, yg biasa ia kenakan kekantor


visya pun terkejut melihat keberadaan fahmi, alis nya naik, matanya membulat dengan sempurna " **ba a pak, kenapa bapak ada d sini?


"seharusnya saya yang bertanya, kenapa kamu malam2 disini, ini tidak baik untuk kesehatanmu**, "


"siapa kah orang tersebut" tanya fahmi sembari menunjuk foto yg ada ditangannya


"**emm ini kakek nenek visya pak"


"lalu kenapa kamu selalu menangisinya??"


"kakek nenek visya sudah meninggal sejak visya umur 9 th"


"emm maafkan saya, saya gak bermaksud un.."

__ADS_1


"iya gak papa kok pak**" jawab visya dengan lembut


"**apa kamu sangat menyayangi mereka **berdua?"


"sangat pak**"


"ya sudah lebih baik sekarang kita makan,


ini sudah malam, udara semakin buruk**" ajak fahmi.


"emm siap pak"


meja makan


"visya apa kamu bsok akan kuliah?"


tanya fahmi


"**sampai kapan kamu akan berdiri disitu visya?"


"sampai bapak selesai makan** " jawab visya dengan ramah


"**duduk lah"


" tapi visya takut, pembantu yang lain **marah jika visya duduk sama bapak"


" yang menggaji mereka saya, duduk lah****!"


perintah fahmi


"****e siap pak"

__ADS_1


"Kenapa kamu bersikeras ingin kuliah besok, kalau masih tidak enak badan cuti tak apa, saya bisa mengatur nya"


"tapi visya pengen cepet lulus pak"


"hem benarkah, kamu saja baru 2 hari kuliah hm**"


"


"emm gak papa kan pak kalau visya inginnya gitu**"


mereka pun senyap beberapa detik, tiba tib a tawa mereka pecah, mereka malam itu sangatlah bahagia, bercanda gurau dimeja makan, sampai mereka kejar kejaran. hahaa


fahmi malam itu benar benar melupakan sifatnya yang dingin, visya benar benar bisa membuat fahmi tertawa bahagia.


"udah udah pak jangan kejar visya lagi" rengek manja visya sembari memegang perut nya dan duduk dikursi,


begitu pun dengan fahmi, ia benar benar kewalahan mengejar visya, mereka duduk dikursi berseberangan,


mereka pandang pandangan, visya pun memberi jempol nya yg dihadapkan ke bawah.


"bapak kalah hmm" dengan nada yang dibuat sombong, diiringi senyum kecilnya


"**hey yg meminta untuk berhenti kmu visya, hmm ya sudah lah, ini sudah malam, kamu besok harus kuliah, tidurlah"


"siap pak bos**" jawab visya dengan mata yg dikedipkan, dan hormat seperti pemimpin upacara


"pergilah, sebelum saya berubah pikiran dan menangkapmu" ucap fahmi, dengan nada menakuti visya


visya pun membelalakan matanya, ia langsung kabur kekamarnya. fahmi yang melihat tingkah visya pun tertawa kecil


"sungguh gadis yang sangat lucu" ucap fahmi sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2