Majikan Tampan

Majikan Tampan
nenek sakit


__ADS_3

"kak sebentar lagi kita akan meeting"


"ya aku tau adi!" judes fahmi


"kak kenapa kau mendadak lemas seperti ini, seperti orang sakit tahunan hahaha "


"kau diam atau mulut kau ku sumpal pakai sepatu ku!"


"haa oke oke kak maaf "


meeting selesai, dan pekerjaan dikantor juga sudah selesai, ia selalu memikirkan keadaaan visya,


lamunan fahmi dikagetkan lagi dengan suara adiknya itu.


"kak ayo pulang, kakak selalu melamun"


"hm ya"


***rumah visya**


visya merasa sangat kesepian*, ia sangat merindukan nenek fahmi, visya selalu saja melamun dihalaman rumah mewahnya, ia teringat kakek neneknya...


air mata visya menetes , lalu ada orng yang menghapus air mata visya, fahmi lah yang menghapusnya visya pun gelagapan karena melihat fahmi ada disampingnya.


"bapak kenapa ada disini?"


"saya khawatir dengan keadaan mu"


" em maksud bapak "


"a tidak, saya mampir kesini karena ingin mengajak kmu main kerumah untuk bertemu nenek "


"haa bapak serius??? visya mau pak, ayo langsung tempat nenek" jawab visya dengan semangat, fahmi selalu tersenyum melihat visya,


"pak ayo, kenapa bapak malah memandangi saya?" tanya visya yang hatinya berdegup kencang itu karena melihat tatapan fahmi, fahmi langsung tersadar


"**o iya baiklah."


mereka** langsung menuju rumah fahmi


sesampai nya dirumah fahmi, mereka melihat pelayan yang langsung memasang wajah khawatir dan cemas


fahmi ,visya, adi, dan leo langsung turun dari mobilnya.


"**tuan nenek sakit tiba tiba ia tak sadarkan diri, sekarang nenek sedang ditangani oleh dokter pribadi tuan"

__ADS_1


"APA**!"teriak fahmi adi dan visya


"bodoh! kenapa kau tak menelvonku!" bentak fahmi, sedangkan adi ia langsung menuju kamar neneknya


"**ma maf tuan kami sudah menghubungi tuan, namun tak bisa"


"sh*****" umpat fahmi yang menyadari hp nya low.


"pak ayo lah, ini bukan wktu yang tepat untuk bedebat lebih baik kita ke kamar nenek sekarang " ajak visya yang langsung menarik tangan fahmi , fahmi terus memandang tangannya yang dipegang oleh visya


sesampai nya dikamar nenek, visya melepas tangan fahmi dan lngsung memasuki kamar nenek dengan disusul oleh fahmi, didalam sudah ada adi, dokter pribadi, dan pelayan yang menunggu dari kejauhan.


fahmi yang menemukan neneknya masih dalam kondisi tak sadarkan diri langsung memeluknya, fahmi menangis, suara fahmi tak ada, namun semua orang yng meliht wajah fahmi memerah dengan air mata yang sangat deras itu pun paham, bahwa fahmi teramat sedih sangat sedih.


"nek sadarlah, nenek harus segera sembuh, nenek harus menjewer telinga fahmi " ucap fahmi yang terus memandang neneknya itu.


adi dan visya tak kuasa melihat fahmi menangis seperti itu, adi hanya berdiri dibelakang fahmi, visya pun mendekati nenek, ia langsung memeluk dan mencium nenek fahmi,


visya sngat sedih melihat keadaan nenek fahmi, visya menangis, visya tak melepaskan ciumannya dipipi nenek fahmi,


fahmi yang melihat visya memeluk neneknya semakin deras air matanya keluar,


fahmi langsung menghampiri dokter pribadinya itu,


" a a tuan mohon untuk tenang, setelah ini saya akan beri tau apa yang terjadi pada nyonya besar, tapi tidak diruangan ini"


jawab dokter itu menenangkan fahmi, fahmi melepaskan kerah baju dokter tsb, fahmi terlihat sangat depresi, ia mengacak acak rambutnya sendiri.


fahmi ditemani adi dan dokter pribadinya sudah ada diruang kerja fahmi, sedangkan visya menunggu nenek.


"jadi begini tuan fahmi dan tuan adi, nyonya memiliki penyakit kardiovaskular, dimana penyakit ini sangat mohon maaf tuan penyakit ini sangat mematikan bagi org yang terkena tsb."


fahmi dan adi langsung membelalakan matanya, fahmi tidak terima dengan perkataan dokter pribadinya tersebut,


"jaga mulut kau! kau hanya seorang dokter bukan tuhan" bentak fahmi dengan melototi dokter nya.


"kak tenang, jangan emosi seperti ini, setelah ini kita akan rujuk nenek ke RS ternama dimana pun itu, asal nenek bisa sembuh " ucap adi menenangkan kakaknya yang membabibuta itu.


fahmi lngsung meninggalkan dokter tersebut adil langsung mengikuti Fahmi yang menuju kamar neneknya,, saat mereka masuk tak disangka nenek sudah sadar namun tak bicara hanya memandang Visya yang terus menangis.


fahmi menghampiri visya dan nenek tersayangnya itu, "**visya sejak kapan nenek sadar? kenapa kamu tak memanggilku?"


"visya udah keruang kerja bapak, tapi visya gak enak mau manggil bapak sedang marah"


"hmm, nek setelah ini kita akan kerumah sakit ya kita akan berobat, nenek pasti sembuh ya**" ucap fahmi kepada neneknya itu.

__ADS_1


"**adi bilang supir siapkan mobil, kita akan kerumah sakit sekarang"


"siap kak".


 RS Premier Jatinegara**


nenek fahmi langsung dibawa ke ruang IGD


fahmi sibuk mondar mandir, sedangkan visya ia hanya duduk mengamati fahmi, adi dan leo mengurus segalanya yang dibutuhkan.


"pak duduklah, jangan mondar mandir seperti itu?" pinta visya


"**ya"


"pak tenanglah, jangan seperti itu, yakin dan berdoa semoga nenek lekas sembuh"


"hm**" jawab fahmi yang langsung duduk disamping visya , fahmi memijit pelan keningnya.


adzan maghrib berkumandang, visya mengajak fahmi sholat terlebih dahulu.


"**pak mari sholat maghrib?"


"a iya visya** "


mereka berjalan menuju ke arah surau yang disediakan oleh pihak RS , setelah sholat maghrib fahmi membaca lantunan ayat suci


begitu pun visya, ia membaca lantunan ayat suci, dan mendoakan kesembuhan nenek fahmi.


mereka menunggu adzan isya, supaya sekalian sholatnya, sholat isya pun sudah usai, mereka langsung kembali ke RS


saat sampai di rs ternyata nenek sudah dipindah keruang inap, adi dan leo lah yang sudah mengurusnya, mereka memilih kamar VIP,


saat fahmi dan visya masuk, adi sedang berbicara dengan nenek, nenek yang melihat kedatangan fahmi dan visya pun langsung tersenyum, nenek dengan bahagia menyambut mereka.


fahmi langsung memeluk neneknya itu, visya hanya tersenyum haru melihat nenek sudah sadarkan diri


"nek syukurlah nenek sudah sadar" ucap fahmi yang masih memeluk neneknya,


"fahmi kau pasti merindukan jeweran nenek?" jawab neneknya dengan menjewer telinga fahmi.


"nek jeweran mu saat ini tak berasa apa apa , nenek lekas sehat ya agar jeweran nenek terasa sedikit sakit ditelingaku " ejek fahmi


"kau ini masih sempatnya menggoda nenekmu" jawab neneknya, visya dan adi yang menyaksikannya pun tertawa terbahak bahak.


"fahmi , nenek sudah tau nenek mengidap penyakit apa, sebenar nya penyakit ini sudah lama mengidap ditubuhku, nenek beruntung masih bisa selamat sampai sekarang, jadi nenek tak kaget jika tak lama lagi akan kembali kepada yang menciptakan nenek" lanjut neneknya dengan mengelus bahu fahmj

__ADS_1


__ADS_2