
"hey hey ey, buang air mata buayamu itu visya tiara, kami tak akan memberi belas kasihan padamu, bahkan jika keadaanmu sekarat keculi kau menyetujui persyaratan yang ayah berikan!" ucap ayah visya
"syarat apa tuan?" ucap fahmi dibelakang visya dengan nada tingginya, semua yang melihatnya sangat terkejut, apalagi fahmi adalah lelaki tampan menawan yang sangat mapan,
ayah,ibu, adik visya tak berbicara, mereka masih bingung, mereka sangat tau tentang fahmi, pengusaha ternama
fahmi langsung menghapus air mata visya, dan mengacak pelan rambutnya.
"no, saya gak mau lihat kamu nangis, itu membuatku sangat sakut" ucap fahmi, visya memandang fahmi dengan tatapan kosong,
fahmi menatap tajam ke arah orang tua visya
"dengar tuan sekali lagi kau mengancam visya dengan persyaratan gilamu kau akan berhadapan langsung dengan ku, em ya ya aku tau syarat nya adalah kau akan mengizinkan visya tinggal disini asal visya menjual tubuhnya ke kerabat2mu yang tidak waras itu kan?"
lagi lagi orang tua visya dibuat kaget dengan apa yang diucapkan fahmi , mereka bingung dari mana fahmi bisa tau urusan pribadinya, termasuk visya.
"**e e pak, dari maa.."
"visya, kamu wanita saya, saya tau semuanya**" jawab fahmi dengan senyum terbaiknya
__ADS_1
"hey ayolah , kenapa kalian berdua menatapku seperti itu, ku akui aku calon menantu kalian yang sangat tampan" lanjut fahmi lagi lagi dengan tawa kecilnya, dan mengedipkan matanya seperti anak kecil yang menggoda ibunya.
"APA?" teriak ayah ibu visya dan adiknya, dengan mulut yang tak tertutup juga.
"tutuplah mulut kalian calon mertua, lebih baik klian ikut kami kekota!" perintah fahmi
"**dan satu lagi, siap kan diri ayah mertua, kau akan menjadi wali nikah visya"
"e e kami tidak akan kesana**" jawab ibunya,
"ibu mertua aku tau apa yang ada dipikiran mu, tenang saja setelah pernikahan ku dan visya selesai, kalian akan ku antar pulang, tentunya akan kuberi kalian uang 10 miliar, bersiaplah sekarang! "
fahmi mengeluarkan cek yang berisi 10 miliar, semua itu tak seberapa menurutnya, ia memberikan cek itu kepada orang tua visya.
orang tua visya yang melihatnnya, tersenyum bangga, mereka menuruti fahmi dan langsung, bersiap.
visya masih terbengong dengan moment yang ada didepannya, bagai mana bisa fahmi tau kelemahan orang tuanya adalah uang,
dan bagaimana bisa fahmi mengeluarkan uang sebanyak itu, itulah yang dipikirkan visya
__ADS_1
"aku akan menunggu dimobil" ucap fahmi dengan visya,
"**pak? kenapa bapak ceroboh?"
"apa yang ceroboh visya?"
"pak, bapak membuang uang sia sia, kenapa bapak melakukan itu, bapak bisa membawa mereka dengan cara lain tanpa harus mengeluarkan uang sedikit pun"
"tak ada yang sia sia, itu untuk mertua dan adik iparku"
"pak, kenapa bapak keras kepala**!"
fahmi menarik visya ke teras rumahnya, ia menatap visya dengan tatapan yang sangat tak terbaca.
"saya akan memberi apapun itu untuk orang yang saya sayangi, walaupun tubuh saya"
"tak ada yang perlu dikhawatirkan visya, kamu yang tenang ya?"
visya hanya menganggukan kepala, tak lama orang tua visya sudah siap, ibu visya menghampiri visya dan memegang dagunya dengan lembut .
__ADS_1
"lumayan kedatanganmu kali ini tak membawa sial" bisik ibu visya