
fahmi tau ia mendengar yang dibicarakan oleh ibu visya, fahmi yang melihatnya, langsung menggenggam tangan visya,
"em bu , kalian masuklah ke mobil, visya duduk bersama saya didepan" ucap fahmi
"hmm tentu nak, sepertinya kau sangat mencintai visya, e dan 1 lagi kau menantu yang tampan" jawab ibunya visya
fahmi sangat jijik mendengar perkataan sok manis yang keluar dari mulut ibunya, namun fahmi hanya membalas dengan senyum tipisnya.
fahmi menggenggam erat tangan visya, mereka dua saling pandang
"calon istri kita akan pulang, pasti kamu tak sabar kan menemui nenek, em salah, pasti kamu tak sabar ingin menjadi istriku? goda fahmi
"bapak i ini bicara apa?, ayolah berangkat, mereka sudah menunggu" visya dibuat salah tingkah oleh fahmi, ia melepaskan tangan fahmi dan masuk kemobil.
mereka berangkat ke kota S, 4 jam perjalanan visya bangun tidur di pundak fahmi, sesampainya dikota fahmi membawa orang tua visya kerumahnya,
orang tua visya tertegun melihat kemegahan rumah fahmi, bahkan rumah orang tua visya hanya seukuran kamar fahmi.
setelah sampai fahmi menyuruh pelayan mengantar kedua orang tua visya kekamar yang telah disediakan, fahmi jga menyuruh pelayan memasak makanan kesukaan orang tua visya,
visya selalu berjalan disamping fahmi, selain perintah fahmi visya juga merasa nyaman dan aman saat didekat fahmi,
saat urusan kedua orang tua visya selesai, ponsel fahmi berdering.
"halo kak,kakak dimana? sudah sampai belum? kemari cepat, nenek ingin bertemu"
__ADS_1
"ya aku kesitu"
tut tut
"**em siapa pak?"
"adi, kita akan berangkat kerumah sakit sekarang, apa kmu lapar?"
"em gak kok pak, visya dimobil kan makan tidur** " jawab visya dengan senyumnya yang menggemaskan
"**hm ya , kita ke rumah sakit sekarang "
"siap pak**"
RUANG VIP
fahmi menghampiri nenek diikuti visya dibelakangnya,
"**adi apa yang terjadi?"
"nenek hanya ingin melihat kalian menikah sekarang kak, cepatlah"
"haa? em ya allah huh"
"jangan khawatir kak ayah visya sudah ada diperjalanan, aku yang menyuruh supir mengantarnya "
__ADS_1
"kau adik kebanggaanku di"
"sudah kewajiban kak**"
fahmi menoleh ke arah visya, visya tak fokus ke hal lain, ia hanya memperhatikan nenek yang terus memandangnya, namun nenek sudah tak bisa bicara, ia hanya mengungkapkan isi hatinya melalui matanya.
"**em visya, saya akan.."
"yaa, visya udah siap pak**" jawab visya dengan menghembus lembut nafasnya
"**terimakasih visya"
"iya pak**"
tak lama orang tua visya, juga adiknya datang, pernikahan langsung dilaksanakan dirumah sakit setelah mendapat izin dari pihak RS.
mahar dari pernikahannya adalah uang tunai 5 jt rupiah , karena hanya itu yang ada di dompet fahmi.
bagaimana para saksi sah? ucap pak penghulu
"sah"
setelah selesai nenek kembali kejang kejang, ia dilarikan kembali ke ruang operasi, fahmi dan visya menunggu nenek didepan pintu ruang operasi, isak tangis fahmi, adi dan visya terdengar jelas,
"hey sudah selesai kan? kami akan pulang, tak perlu di antar kami bisa sewa taxi" ucap ayah visya dengan judes, mereka tak habis pikir dengan orang tua visya yang sangat sombong.
__ADS_1
"ya terimakasih " jawab fahmi
saat visya ingin mencium tangan kedua orang tuanya itu, mereka menghempaskan tangan visya dan meninggalkannya