
"hmm suamiku sangat tampan jika tertidur"
gumam visya dalam hati, saat ia ingin bangun tangannya ternyata digenggam dengan fahmi,
"mas fahmi, bangun mas , sholat shubuh yuk" ucap visya dengan lembut
bukannya bangun fahmi malah memeluk visya, sekarang posisi nya visya ada di atas fahmi, visya pun terkejut, ia sangat geli, namun tak mau menolaknya
"**em mas fahmi, iiii sholat shubuh dulu"
"hmm cium dulu** " ucap fahmi sangat manja
"mas ini , kita har.."
cup, belum selesai visya bicara, fahmi sudah ******* bibir visya, tak ada perlawanan dari visya, fahmi melepaskan bibirnya,
"bibir yang sedap" bisik fahmi yang mendudukan tubuhnya, visya tak bicara sepatah kata pun, wajah nya merah merona,
"ayo sayang, kita sholat tadi kmu yang mengajak mas" ajak fahmi,
"e e iya mas"
mereka berdua sholat dikamar fahmi, setelah selesai sholat mereka mendoakan almh nenek,
setelah sarapan,hari ini fahmi akan kekantor,
"**visya kamu hari ini libur kuliah kan?"
"iya mas"
"ikut mas aja ke kantor ya?"
"emang gak papa mas?"
"iya , kita juga harus ke kantor kamu visya, kamu belum sempat melihatnya kan?"
__ADS_1
"iya mas, ya udah visya ganti baju dulu ya?"
"iya mas tunggu di mobil**"
5 menit kemudian, visya menghampiri fahmi ke mobil dengan memakai dress bawah lutut warna maron, fahmi menatap istrinya yang terlihat semakin cantik saja,
"hey mas? jangan tatap visya kaya gitu?" ucap visya duduk disebelah fahmi,
"**salah suami melihat istrinya?"
"hehehe gak sih mas, tpi visya malu hm"
"yaudah, leo kita jalan"
"siap tuan**"
sesampainya dikantor atahaer , fahmi dan visya jadi sorotan seluruh karyawannya,
fahmi menarik visya mendekat ketubuhnya, dan digenggam kuat tangan visya.
"mas bos disini"
"hmm iya deh**"
sampailah diruangan fahmi, fahmi langsung duduk di meja kerjanya, sedangkan visya menuju jendela, ia sangat takut melihat pemandangan yang jauh dari ia berdiri.
visya memundurkan tubuhnya menjauhi jendela, nafasnya seperti orang sehabis lari.
"**kamu kenapa visya?"
"gapapa mas"
"kamu takut ya lihat keluar?"
"em iya mas , ngeri**"
__ADS_1
fahmi tertawa kecil mendengar visya, ia berjalan kearah visya, dan menggandengnya lagi kejendela.
"mas visya takut"
fahmi tetap menggandeng visya, ia memposisikan visya didepannya, fahmi memeluk visya dari belakang dengan tangan yang masih menggenggam visya.
visya sangat menikmatinya, ia tak merasakan takut lagi jika ada fahmi bersamanya,
dagu fahmi diletakan dikepala visya,
"apa kamu masih takut sayang?" tanya fahmi
"**hmmm nggak lagi mas hehe"
"mas dari dulu selalu berdiri disini kalau banyak pikiran"
"em mas gak takut"
"gak, pemandangannya menenangkan kan, apalagi ditambah ada kmu**" jawab fahmi dengan membalikkan tubuh visya.
sekrang mereka saling pandang, visya menatap fahmi dengan senyum manisnya, fahmi sungguh tergoda dengan senyum visya.
"jangan menggoda ku visya " bisik fahmi
visya langsung mengecup bibir fahmi , fahmi sangat terkejut dengan keberanian visya , namun ia senang, fahmi menggendong visya , kaki visya dilingkarkan ke pinggangnya.
tok tok
fahmi pun menurunkan tubuh visya
"nanti kita lanjut lagi sayang " bisik fahmi dengan senyum nakalnya, visya langsung lari kekamar pribadi fahmi, ia malu atas keberaniannya, dikamar ia memukul bibirnya beberapa kali.
sedangkan fahmi ia menemui sekretarisnya
"uh bibir nakal, nakal, nakal, kenapa berani sekali" oceh visya sembari duduk disofa
__ADS_1