
memperhatikan gadis cantik nan sederhana didepannya ini, ia akui gadis tersebut memanglah anggun,
visya sngat kaget mendengarnya" e e ii ya pak tuan" mereka memasuki rumah tersebut dengan diikuti oleh visya
"mas aku kekamar ya ada kerjaan , oh ya mas gadis ini sangat lah cantik "ucap adi smbil mengedipkan matanya terhadap kkak tersayang nya yang sangat tampan itu
"jaga mata keranjangmu!" ucap fahmi.
" kamu jangan kepedean jangan berpikir saya tadi seperti itu karena ada rasa, paham!"ucap fahmi ,
visya yang mendengar nya pun kaget dan hanya menganggukan kepalanya.
"siapa yang kepedean, bapak ini sungguh membuat kepala visya pusing" gerutu visya pelan, sambil memanyunkan bibir nya yang manis itu.
fahmi mendengarnya, walaupun samar", fahmi hanya tersenyum kecut, ia tak menggubris gerutu gadis tersebut.
"pekerjaan kamu disini hanya merawat nenek saya!"
visya pun hanya menganggukan kepala
fahmi bingung melihat gadis ini,
"hei kamu itu bisa berbicara tidak sih?" ketus fahmi
" o oke pak tuan visya akan menurutinnya" visya dengan kepala tertunduk,
__ADS_1
"kamu itu panggil saya pak atau tuan?" tanya fahmi
"eh i ya lupa, maaf tuan"ucap visya dengan nada ketakutan, fahmi hanya bisa menahan senyum nya ia pun melanjutkan bicaranya "panggil saya pak saja"
"siap pak" balas visya,
ia sangat baik dan telaten merawat neneknya, ia pun terlihat akrab dengan nenek tersayang nya itu.
1 bulan sudah dia bekerja ditempat fahmi dan adi, pekerjaan visya hanya merawat neneknya, karena yang lain sudah dikerjakan oleh 15 pembantu yang berada dikediaman rumah tersebut.
selama sebulan penuh fahmi mempercayai visya, karena fahmi dan adi harus mengurus perusahaannya yang diluar negeri.
visya POV
"gak nyangka deh visya bisa kerja d sini, 1 bulan saja gaji sudah 10 juta, terimakasih ya allah telah memberi kerjaan sama visya. visya gak tau harus bagaimana lagi cara berterimakasih, hmm" ucap visya pelan setelah sholat ashar.
ya visya sangat rajin sholat, ia selalu mendoakan yg terbaikuntuk ia serta keluarganya, meskin keluarganya tak ada yang perduli.
sore itu visya berjalan2 ditaman pribadi bersama nenek fahmi yang duduk dikursi roda
"visya?" pnggil nenek tsbt,
"iya nek kenapa? apa nenek ada perlu, visya pasti bantu nenek" jawab visya dengan lembut,
"ah tidak, kapan kamu mulai kuliah visya?" lanjut nenek tsbt
__ADS_1
" e besok visya mulai kuliah nek, semua katanya sudah diurus pak fahmi, maaf ya nek visya merepotkan cucu nenek?"
nenek fadi (fahmi adi) tersebut hanya bisa tersenyum melihat tingkah visya, dia sangat beruntung dipertemukan dengan visya.
" visya yg menyuruh fahmi untuk mengurus nya adlah nenek, karna perkuliahan itu milik fahmi, sebenar nya dari awal kamu bekerja dirumah ini fahmi akan memasukanmu langsung untuk kuliah ditempat itu, namun karena ada kontrak kerja diluar selama sebulan akhirnya dia mengundurnya, hari ini mungkin dia akan sampai" ucap nek fadi
visya kaget namun ia sangat bahagia mendapat majikan yang sangat baik, visya seolah sedang bersama nenek kandungnya sendiri, visya pun memeluk nek fadi dan menaruh dagunya di bahu nek fadi
"makasih banyak ya nek" ucap visya sambil meneteskan air matanya, nek fadi pun tersenyum.
"nek" teriak fahmi,
"yaampun cucu nenek paling nakal sudah datang" neneknya tsb sudah mengadahkan tangannya bersiap menerima pelukan dari fahmi, visya memandang nya ikut bahagia
"nek apa perempuan itu menyakiti nenek" ucap fahmi dengansenyum sambil melirik visya, visya hanya diam, namun ia sedikit jengkel mendengarnya.
neneknya tertawa "mana mungkin gadis manis selembut visya menyakiti nenek, ia merawat nenek sangat baik" ucapnenek diikuti senyum yang lebar dari visya yang menampakkan ginsul serta lesung pipinya,
fahmi pun sedikit terpesona melihat gadis cantik tsbt, tpi tak mau ditunjukan.
"fahmi, kenapa adi tak bersamamu?" tanya nenek dengan khawatir
"oh ya nek fahmi lupa bilang, bahwa sekarang adi harus memegang perusahaan disana, nenek jangan khawtir ya adi aman disana, lagian nenek masih punya fahmi" jawab fahmi dngan lembut,
" nenek sangat sedih, harus berjauhan dengan adi, tapi ini juga demi masa depan adik mu mana mungkin nenek melarang" sambung nenek dengan air mata menetes,
__ADS_1
visya pun langsungmemeluk nenek, dan berusaha menenangkan nya, fahmi terkejut melihat visya memeluk neneknya,
" mereka sangat dekat seperti sudah kenal lama" gumam fahmi dalam hati,