
adi yang mendengar itu langsung ikut memeluk neneknya, visya pun mendekatkan jaraknya,
"nek apa yang nenek bicarakan ini" rengek adi yang mulai menangis seperti anak kecil.
"nek , nenek pasti sembuh kok, visya yakin nek" sambung visya yang duduk di dekat fahmi dengan air mata yang kembali mengalir di pipinya
fahmi pun mematung setelah mendengar apa yang dibicarakan oleh neneknya
"haha kalian ini sudah lah jangan menangis seperti ini" jawab nek suarti.
tiba tiba disaat nenek sedang tertawa , badannya tiba tiba bergetar, tangan kakinya kaku, mereka langsung terkejut dan memanggil dokter,
setelah pemeriksaan dokter, dokter berbincang bincang dengan fahmi dan adi, setelah semuanya setuju, nenek langsung dibawa keruang operasi, lagi lagi fahmi menatap tajam pintu operasi neneknya itu
fahmi mengepalkan tangannya, ia berulang kali menghantamkan tangannya ke dinding sampai timbul bercak darah di tangannya.
adi tak berani menghentikan kakaknya, ia paham dengan fahmi jika sudah marah seperti apa , ia akan menghantam siapapun yang berani menghentikan amarahnya keculi pada visya,
visya yang melihat ada bercak darah ditangan fahmi, langsung mengambil kotak p3k yang selalu ia letak di tasnya kemana pun ia pergi.
saat fahmi masih mengantamkn tangannya kedinding
__ADS_1
"pak , apa bapak akan menghancurkan tangan bapak, pak nenek sedang operasi, jangan tambah penyakit lagi!" bentak visya, dan langsung menarik fahmi untuk duduk dikursi.
adi yang melihat keberanian visya pun terkagum, ditambah lagi tak ada perlawanan dari fahmi, adi semakin yakin bahwa fahmi emang memiliki rasa kepada visya.
visya pun langsung mengobati tangan fahmi, fahmi merengek kesakitan, sambil memandangi wajah visya.
"**pak kalau tak mau sakit jangan lah berulah!"
"bapak harus belajar bersikap tenang, tak boleh emosian, tak boleh gegabah, apa ini akan menjadi pemimpin yang baik?"
"kamu masih sempat memarahi saya visya**?" tanya fahmi dengan senyum yg menggoda
"**bapak ini ngerti sama omongan visya gak sih?"
"dah selesai pak, kalau bapak masih nonjokkin dinding , ingat nih ya visya bakal nonjok hidung bapak!"
"apa kamu mengkhawatirkan saya visya**?" tanya fahmi yang membuat visya salah tingkah, visya tak menjawabnya,
akhirnya operasi nenek selesai, nenek langsung dibawa ke kamar inapnya kembali, sedangkan dokter menyampaikan keadaan neneknya sudah sangat parah.
fahmi ,adi, dan visya pun menganggukan kepalanya, dan ikut keruang inap neneknya.
__ADS_1
sesampainya disana, visya berlari mendahului fahmi dan adi, visya langsung memeluk nenek dengan berderai air mata
"nek ini visya, buka mata nenek" bisik visya
seketika mata nenek terbuka setelah mendengar suara visya, fahmi dan adi kagum dengan visya, bahkan visya bisa menyadarkan nenek.
"vi visyaa" panggil nenek terbata bata karena kondisinya sangat lemah.
"**iya nek ini visya"
"fa fahmi**" panggil neneknya, fahmi pun mendekat ke arah nenek.
"ini fahmi nek" jawab fahmi tak kuasa menahan air mata,
"nenek ingin kalian menikah" pinta nenek yang membuat fahmi dan visya terkejut.
adi sudah tau keinginan neneknya namun adi tak pernah memberi tau fahmi.
fahmi dan visya hanya bertatapan , mereka gugup, bingung harus menjawab apa.
"nak ini permintaan nenek yang terakhir, tolong turuti" pinta nenek dengan suara yang mulai samar.
__ADS_1
"e i iya nek fahmi akan menikahi visya" jawaban fahmi yang membuat visya terkejut bukan main .