
setelah mendengar itu nenek tersenyum, ia mengatakan kepada mereka ingin istirahat pasca operasi,
visya pun pamit ingin keluar mencari udara segar
"pak, visya keluar dulu ya, visya mau ketaman, disini bau obat, assalamualaikum"
fahmi hanya menganggukan kepalanya, sedangkan visya ia sudah berjalan keluar ruangan.
"kak" panggil adi
"ya, kenapa?"
"apa kakak benar benar akan menikahi visya?"
"ya"
"kak semoga ini adalah jalan terbaik untuk kakak dan visya"
"ya adi, terima kasih kau sudah menjadi adik yang paling baik"
"sudah kewajiban ku kak, kak lebih baik kau ikut visya ke taman, biar aku yang menjaga nenek, aku yakin visya sedang bingung "
fahmi yang mendengarnya pun merasa ada benarnya juga,
"titip nenek di, tak lama aku akan kembali"
__ADS_1
"siap kak"
fahmi langsung pergi ke arah taman dirumah sakit, ia menemukan visya duduk termenung, visya melamun kan ini mimpi atau nyata,
visya bahagia karena akan dinikahi oleh lelaki idaman yang selama ini ia kagumi, namun yang ada dipikirannya adalah apa ayahnya mau menjadi wali nikahnya.
"visya," pnggil fahmi dengan suara lembut dan langsung duduk disamping visya
"bapak?"
"apa yang kamu pikir kan?, visya saya berbicara seperti itu agar nenek membaik, saya ikhlas ridho menerima permintaan nenek , tapi jika kamu keberatan dengan keputusan saya, saya gak akan memaksa kamu?" lanjut fahmi
"**pak visya gak keberatan kok, cuman visya kan masih punya ayah ibu, apa bapak sanggup meminta restu kedua orang tua visya, dan meminta ayah visya sebagai wali nikah kita?"
"apapun itu saya sanggup visya, kamu jangan khawatir, besok kita akan ke rumah orang tuamu?"
"iya visya , ini keputusan saya, bersiaplah untuk besok" fahmi pun berdiri dan berjalan membelakangi visya,
"**pak orang tua visya itu beda, apa benar2 sanggup?"
"jangan meragukan saya, dan lebih baik kmu masuk sekarang ini sudah larut malam**!" jawab fahmi dengan suara yang sangat lembut
"e iya pak"
fahmi dan visya berjalan bersama menuju ruangan nenek, saat sudah smpai adi tertidur dikursi samping ranjang nenek, dan nenek pun masih tertidur lelap
__ADS_1
"visya kamu tidur dikasur itu, saya tidur di sofa" perintah fahmi, kasur di ruangan itu ada 2, satu untuk pasien, yang satu untuk keluarga yang menunggu, itulah yang ada dikamar VIP .
"**e pak lebih baik bapak sama adi saja yang tidur dikasur, biar visya yang di.."
"sudahlah, kamu itu perempuan jangan keras kepala "
"em i iya pak**"
tengah malam visya terbangun , ia melihat fahmi sedang berdoa seusai sholat tahajud.
"**ya allah angkat lah segala penyakit yang ada di tubuh nenek hamba, serta berilah hambamu kemudahan menjalankan keputusan hamba, jadikan hamba imam yang baik untuk wanita yang akan hamba nikahi, dan jadikan ia wanita sholehah untuk hamba ya allah, aamiin"
"pak**" panggil visya, fahmi sedikit terkejut mendengar suara visya.
"**e visya kapan kamu bangun "
"barusan pak, kenapa bapak gak bangunin visya?"
"saya tadi ada niat ingin mengajak kamu sholat tahajud, tapi kamu terlihat sangat lelah"
"pak lain kali jangan sungkan mengajak orang untuk beribadah, ya udah kalau gitu visya mau sholat, oh ya pak apa adi tidak ikut sholat?"
"em adi sebenar nya ia ikut agama dari pihak papah saya agama hindu, sedangkan saya, saya masuk ke agama mamah saya "
"ooo maaf ya pak"
__ADS_1
"tidak papa** "