
ia masih diam seribu bahasa, ia sangat tidak menyangka atas kedatangan fahmi
fahmi yang memegang lembut tangan visya,
"hey jangan menangis, kamu gak papa kan?
tanya fahmi, entah apa yang membuat emosi nya bertambah naik seketika saat melihat
wajah visya yang amat ketakutan dengan air mata yang mengalir tak ada hentinya, apa lagi ditambah dengan tangan visya yang merah.
fahmi menarik visya kepelukannya, ririn yang melihat itu sangat tidak terima.
"hey gadis simpanan, jadi ini alasanmu tidak mau meninggalkan rumah fahmi "
ucap kasar ririn
"hentikan bicaramu pelayan rendahan, dasar wanita murahan kau tidak sadar kau sangat lah tidak tau diri, kau tidak tau malu, hrus nya kau ingat siapa dirimu sebelum menjadi sekretarisku, aku tau kau sahabat ku dari smp, tapi kau tidak punya HAK mengatur privacy hidup ku!!!"
fahmi masih memeluk visya erat, sedangkan visya tiba tiba ia melemah, visya pingsan, sebelum visya jatuh fahmi menggendongnya dengan sigap
"visya apa yg terjadi bangunlah?"
fahmi langsung membawa visya kedalam mobilnya, kepala visya berada dipangkuan fahmi,
semua orang disana tak ada yg berani angkat bicara soal hal ini, mereka memilih diam membisu dari pada harus dikeluarkan dari universitas impian tsb.
supir menjalankan mobilnya, sedangkan fahmi tiba tiba matanya berkaca kaca melihat gadis yg ada dipangkuannya, ia sangat tidak terima dengan perbuatan ririn.
__ADS_1
"kita akan kemana pak" tanya supir nya
"kita tetap kekantor"
"siap pak"
PERUSAHAAN ATAHAER milik fahmi
sesampainya dikantor, fahmi langsung membawa visya kedalam dengan digendong
semua karyawan kaget karena melihat wajah CEO nya tsb seperti orang yang sngat tersiksa batinnya, tak ada yg berani bertanya.
setelah sampai diruangan, fahmi membawa visya kedalam kamar pribadinya, ia meletakkan visya dikasur miliknya,
"vin datang keruangan aku sekarang, tolong , cepatlah datang, jangan bnyak tanya, aku tunggu sekarang assalamualaikum"
tak lama ada yg mengetuk ruangannya
"masuk vin, cepatlah"
kevin sedikit tercengang melihat wajahnya yg penuh amarah dan kesedihan mendalam
"hey fahmi bisakah kau jangan seperti ini, bersikap lah setenang mungkin" ucap kevin sambil mengikuti fahmi dari belakang,
setelah memasuki kamar pribadi milik fahmi,
kevin terkejut bukan main, melihat wanita cantik sekali di kasur pribadinya
__ADS_1
karena setau kevin, fahmi sangat pantang membawa gadis ke kamar ini selain istrinya kelak, kevin masih terbengong
fahmi yang mengerti apa yang dipikirkan oleh sahabatnya tersebut langsung angkat bicara
"viin tolong cepat lah akan kuceritakan setelah ini" pinta fahmi dengan wajah amat memelas
kevin memeriksa visya "gadis ini tidak papa fahmi, ia hanya syok dan sepertinya ia sedang trauma, apa yang sebenar nya terjadi , apa kau melukainya?"
"duduklah diruanganku!" ajak fahmi pada kevin sahabat nya tersebut
setelah mereka duduk pun kevin langsung angkat bicara lagi.
"hey kau belum menjawab pertanyaanku"
tanya kevin dengan penasaran
setelah itu fahmi menceritakan semua kejadian dari awal, namun fahmi tak menceritakan identitas visya yg berstatus sebagai pelayan dirumah nya
"haa gilak tu ririn, dari smp terobsesi dengan kau fahmi, terus wanita yg didalam itu siapa?" umpat kevin
fahmi pun hanya diam,
"**ya udah, nanti kau tebus ini diapotek, beberapa vitamin agar ia tak dehidrasi, aku balik ke RS lagi"
"hmm makasih banyak vin"
"siap brother**" ucap kevin sembari berjalan keluar dari ruangan fahmi
__ADS_1