
ririn pun dibuat lebih terkejut lagi, ia memegang pipi yang baru ditampar fahmi
"kau tau aku rin, aku tak pernah kasar kepada wanita manapun, namun kau sangat keterlaluan, kau telah menyakiti wanita disekeliling ku, kau membuat nenekku menderita, aku tak kan mengampuni mu rin,
mulai detik ini persahabatan, rekan kerja, kuputuskan, wanita berhati busuk tak pantas bekerja diperusahaanku!!!" bentak fahmi
"dan lagi aku peringatkan kau untuk menjauh, atau kau akan kulenyapkan dari bumi!!!"
fahmi langsung menggendong visya yang melemas karena tangisannya tsb
sedangkan ririn, ia hanya menatap kepergian fahmi, ia tak habis pikir dengan ucapan fahmi,
ia diam merenungkan nasibnya, ia pun menangis diresto itu, semua orang yg melihat ririn merasa jijik mereka banyak mengusir ririn dari resto itu
pergi lo dari sini!!
gak ada yang sudi lìat lo
wanita tak tau diri
tak tau diuntung
muka tembok
ya itu adalah lontaran kata dari pelanggan resto, ririn pun berlari keluar dari resto itu.
rumah fahmi
kendaaraan mereka sampai, pintu mobil pun terbuka, ia segera menggendong visya masuk kedalam
semua pelayan dibuat bingung oleh pemandangan tsb
fahmi pun membaringkan visya, dikasur kamar visya
fahmi memanggil seluruh pelayan, serta dokter pribadi dirumahnya untuk segara melakukan hal yg terbaik untuk visya
__ADS_1
fahmi pun memperingati mereka, agar neneknya tak mengatahui hal ini.
mereka pun paham, dan langsung gerak cepat.
fahmi kembali kekamar visya, ia menarik kursi dimeja rias visya, danmeletakkannya di samping ranjang visya,
fahmi duduk dikursi itu, ia memandang wajah visya yang amat polos.
lagi lagi fahmi dibuat kecewa pada dirinya sendiri,
"kenapa gadis yang tak tau menau ini harus menjadi korban dari ririn" gumam fahmi dalam hati
"visya bangun lah, kamu tau aku takut dijewer nenek jika nenek mengatahui insiden ini" ucap fahmi sembari mengelus lembut rambut visya,
"p pak, kepala visya sakit" rengek visya dengan suara yang teramat samar, visya memegangi kepalanya itu
"visya kamu sudah sadar" tatap fahmi dengan mata berkaca"
"**visya sadar pak, visya denger kok kalau bapak takut dijewer nenek hahaha "
"**pak kepala visya emang sakit tapi sedikit kok"
"maafkan saya visya** " ucap fahmi. ia menatap tajam ke visya
"pak sudahlah, semua sudah ada yang mengatur, bapak jangan merasa bersalah seperti ini " ucap visya dengan lembut
"em kamu belum sempat makan kan visya?"
visya menggelengkan kepalanya
"tunggu sebentar " fahmi
fahmi pun beranjak kedapur,
"ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya 5 pelayan yang ada di dapurnya itu.
__ADS_1
"tidak, bagaimana kondisi nenek saya?"
"nenek baik2 saja tuan, ia hanya menanyakan tuan dan visya, sudah 1 hari ini nenek tak bertemu tuan" ucap pelayan dengan lembut sembari membungkukkan tubuhnya.
"baiklah, rawat nenek saya sebaik mungkin, visya masih tidak enak badan," perintah fahmi
"siaap tuan"
padahal nenek fahmi ada dikamar atas, sedangkan fahmi dan visya ada dibawah
fahmi sedang malas keatas, badannya letih, rumah fahmi yang sangat megah berlantai 3 itu sungguh bisa membuat orang pingsan jika harus berjalan keatas dalam kondisi lemah.
tak lama fahmi kembali ke kamar visya, ia membawa makanan.
"duduklah" perintah fahmi dengan lembut,
fahmi pun duduk dikursi yg ada disamping ranjang visya
fahmi menyuapkan sesendok nasi, visya pun kaget, matanya terbelalak,
"pak visya bisa sendiri kok, nanti kalau pelayan yang lain tau gii..."
"sudah lah nurut saja sama saya"
"emm iya pak"
setelah selesai disuapi oleh fahmi, visya pun meminum vitamin untuk mengembalikan kekebalan tubuhnya.
"setelah ini kamu tidur saja, ini baru jam 2 siang, masih ada wktu untuk istirahat"
"e eiya pak"
fahmi pun beranjak keluar dari kamar visya
"em pak apa nenek baik2 saja?
__ADS_1
"iya,pikirkankan saja dulu kesehatanmu" jawab fahmi dan melanjutkan jalannya.