
kamis 06.30 WIB
visya yang sudah siap kuliah pun bergegas keluar dari kamarnya, saat ia ingin menemui fahmi, ia menemukan fahmi dan leo yang sedang berbincang diruang tamu.
"jadi apa sudah selesai tugas yang kuberikan?" tanya fahmi kepada bodyguard nya tsb
"sudah tuan, ririn juga sudah saya singkirkan, ia kembali bersama keluarganya, saya akan bertanggung jawab jika ririn berani menganggu tuan lagi"
visya yang mendengarkan mereka dari kejauhan pun langsung membelalakan matanya,
"**bagus lah saya tak mau ririn menganggu visya lagi, lalu tugas kedua apa sudah selesai?
"sudah tuan, datanya sudah lengkap tertera disitu**" jawab leo sembari memberikan map berisi data lengkap visya,
fahmi yang cukup lama membaca berkas itu pun langsung terkejut
"apa?? ternyata cucu dari sahabat nenek itu visya" teriak fahmi yang langsung disambung oleh visya,
"haaaa" teriakan visya mengejutkan fahmi dan leo, mereka berdua pun menoleh ke arah visya
"visya, sejak kapan kmu disitu ?" ucap fahmi
visya tak menjawabnya, ia mengingat kalimat yang pernah diucapkan kakek neneknya sebelum meninggalkan visya
"nak kakek dan nenek mu punya kejutan untukmu, tapi kamu akan mengetahuinya nanti saat kau bertemu sahabat kami"
"kenapa harus menunggu bertemu sahabat kakek dan nenek?"
__ADS_1
"ia kejutan itu kami titip kan ke sahabat kami, kami berdua yakin mereka pasti bertemu denganmu visya, percayalah "
tiba tiba lamunan visya dikagetkan dengan panggilan fahmi lagi
"**hey visya? kenapa kamu melamun?"
"e e gak kok pak"
"kemarilah, saya ingin berbicara!"
"tapi visya kan ada kelas pagi ini pak"
"kemarilah, ini perintah saya"
" e ba baik pak "
"leo kau panggil kan adi, dan bilang pada pelayan untuk membawa nenek kemari**!" perintah fahmi
saat menunggu kedatangan nenek dan adi, visya hanya melamun, sedangkan fahmi ia pun hanya berdiam diri.
"hey kak ada apa, kenapa kau memanggilku kemari" tanya adi yang ikut duduk disamping fahmi
"mana nenek " tanya fahmi
"ada apa fahmi " datang neneknya dengan didorong oleh 2 pelayan
"nek, adi, aku udah mendapatkan apa yang kita cari selama ini" ucap fahm
__ADS_1
"maksudnya?" jawab adi dan nenek
"fahmi **sudah tau siapa cucu dari pemilik perusahaan antartic milik sahabat nenek"
"benarkah itu nak, siapa orang itu?"
"visya nek**" jawab fahmi
"hah benar kah itu kak?" tanya adi yang langsung mengambil berkas yang dipegang oleh fahmi, sedangkan neneknya ia mengamati visya yang tak henti melamun.
"nek benar visya adalah cucu dari sahabat nenek, yang bernama suarto dan juartic" ucap adi
"nak apa benar yang dikatakan oleh fahmi dan adi?" tanya nenek yang menatap visya dengan tajam, visya yg masih melamun itu tak menoleh sedikit pun ia hanya menganggukkan kepalanya
mereka pun menatap visya, mereka bingung melihat wajah visya yang tak tertebak itu, tak sadar visya meneteskan air matanya, fahmi yang melihat itu pun mendekat dan menghapus air mata visya.
"hey kenapa kamu menangis? apa air matamu tak pernah habis?"
visya masih diam, ia benar benar tak menyangka semua ucapan kakek neneknya itu terwujudkan, ia juga sangat terharu kejutan dari kakek neneknya itu sebuah perusahaan yg selama ini dikelola oleh fahmi dan adi, ia semakin yakin kakek neneknya sangat menyanginya.
"visya, janganlah seperti ini" ucap fahmi dengan lembut, visya pun memandang fahmi, adi, dan neneknya
visya berjalan mendekat ke nenek fahmi dan adi, visya memeluknya erat, tangis nya pecah, nenek fahmi pun ikut menangis dan memeluk visya
"terimakasih ya nek, ini keajaiban tak terduga, visya sangat bersyukur atas semua ini, visya beruntung dipertemukan dengan kalian,"
fahmi yang melihat kejadian ini ikut bahagia, matanya sudah berkaca kaca dengan senyum yang selalu menatap visya,
__ADS_1
sedangkan adi ia sudah menangis sejadi jadinya, ia merasa sangat bahagia dengan momen visya dan keluarganya
"