Majikan Tampan

Majikan Tampan
lagi lagi ririn membuat masalah


__ADS_3

shubuh


lagi lagi saat visya hendak kekamar nenek, ia mendengar ayat suci yang dilantunkan dengan merdu oleh fahmi.


"hmm pak fahmi " gumam visya pelan, setelah itu ia beegegas masuk kekamar nenek,


"assalamualaikum nek?" salam visya dengan membuka pintu nenek, nenek fahmi adalah perempuan yang rajin, sudah kebiasaan visya


untuk mengantar nenek fahmi berwudhu, walaupun keadaan nenek itu sudah tak bisa berdiri, ia tetap menunaikan sholat dengan keadaan duduk.


"waalaikumsalam sayang, nak nenek sangat lah merindukan mu" ia pun langsung memeluk visya, dan mengelus rambut visya yang lembut itu.


nenek fahmi tak sadar menetes kan air matanya, ia sangat merindukan visya, visya pun menghapus pelan air mata nenek nya.


"nek visya juga sangat merindukan nenek, tapi kalau nenek nangis seperti ini, visya gak akan nemuin nenek, oke" jawab visya menenangkan nenek


"aaa iya iya visya, nenek janji tak menangis lagi, apa kau akan ikut sholat bersama nenek visya"


"**emm visya lagi halangan nek, tapi visya akan nemenin nenek kok"


"ooo iya, makasih visya**"


visya menganggukan kepalanya, dan membantu nenek fahmi menggunakan mukenah.


pukul 06.30 WIB


visya dan fahmi sudah siap dan rapi, sedangkan nenek sudah diganti posisinya oleh pelayan.


"pak pak" panggil visya yang melihat fahmi keluar rumah.


"iya kenapa" jawab fahmi


"em visya naik ojek atau"


"ikut saya"


"siap pak"


mereka pun sampai ke kampus milik fahmi, namun kali ini mobil masuk ke gerbang


"pak apa bapak ingin kuliah juga?" tanya visya


"**hari ini saya mengajar"

__ADS_1


"bapak dosen**?" tanya visya dengan wajah yang menampakkan keterkejutannya


"hm" fahmi pun keluar dari mobil


"**kenapa kamu gak turun visya?"


"pak apa bapak gak malu kalau ada yang melihat visya keluar dari mobil bapak, visya kan cuman pemban.."


"turunlah, jangan sampai telat masuk kelas**" perintah fahmi


"eh iya pak"


semua orang yang melewati pak fahmi dan visya pun melongo, fahmi sangat lah serasi dengan visya.


mereka kagum dengan fahmi dan visya,


sedangkan visya ia hanya tertunduk malu


diperhatikan demikian


"visyaa" visya pun menoleh, mencari sumber suara tersebut,


"haii bella" jawab visya dengan senyum manisnya, visya pun bergegas menghampiri bella, sebelum itu visya menoleh ke arah fahmi berada


"**haa kemana pakfahmi, huh sungguh terlalu ninggalin visya tanpa sepatah kata pun"


"visya kemarilah, kenapa malah melamun**" lanjut bella yang jarak nya lumayan jauh dengan visya


"e e iya bell, visya kesitu"


mereka pun kuliah bersama, saat jam istirahat bella dan visya memutuskan untuk makan kekantin


mereka berdua pun makan dengan diiringi canda gurau seorang sahabat.


ruangan dosen


ponsel fahmi berdering, tertulis nama adi yang melakukan video call


"hai kak" panggil adi dengan cengengesan


"hem ada apa?"


"apakau sama sekali tak merindukanku kak?"

__ADS_1


"katakan saja, kau begitu cerewet adi?"


"huh gini amat punya kakak, jadi gini kak adi besok akan pulang ke indonesia, perusahaan disini bisa adi handle diindonesia"


"syukurlah, nenek sangat merindukan mu"


"benarkah demikian kak"


"hmm"


"dengan siapa kau akan keindonesia?"


"siapa lagi kalau bukan leo, bodyguard kepercayaan kakak"


"baguslah, aku punya tugas untuk leo"


"siap kak, gadis cantik itu gimana kabarnya kak?"


"siapa?"


"visya tiara kak, siapa lagi hahaha"


tut tut.. panggilan dihentikan oleh fahmi


fahmi merasa sakit hati saat mendengar adik tersayang nya itu memuji visya.


"mata keranjang, kerjanya merayu wanita" gerutu fahmi,


kantin kampus


visya yang sedang makan tiba tiba ada yang menyiramnya dengan air , baju visya basah kuyup, bella yang melihat kejadian itu didepannya langsung tidak terima


sedangkan visya, jangan ditanya lagi ekspresi nya, ia sangat kaget, saat ia menoleh, ya ririn lah yang melakukannya, visya ingin sekali angkat bicara, matanya sudah benar benar siap memecahkan butiran air ,namun bella lah yg berbicara


"hei maksud kau apa berani menggangu sahabat ku," sambil menutupi badan visya karena bajunya begitu menerawang tersiram air, bella benar benar emosi


"kenapa!! bagus lah biar wanita murah*n ini semakin terlihat murah dengan baju seperti itu hahaha"


"baj*ngan kau " bentak bella


tiba tiba ada lelaki yang menutup tubuh visya dengan jasnya, jas itu menutupi baju visya dengan sempurna.


mereka semua lagi lagi terkagum dengan fahmi, lain hal dengan ririn ia semakin melototkan matanya,

__ADS_1


__ADS_2