Majikan Tampan

Majikan Tampan
lantunan ayat suci


__ADS_3

visya melepaskan tangan fahmi "bapak berani2nya masuk kamar visya, bapak kan punya kamar, bapak jangan seenaknya ya, visya tau visya cuman pembantu dirumah ini tapi bapak juga gak berhak dong ber.."


"ah kau ini sungguh cerewet, lebih baik kau ingat saja, jangan mempermalukan diri sendiri " ucap fahmi santai, dan berjalan keluar dari kamar visya.


visya susah payah mengingat kejadian tersebut, namun tetap saja ia tak mengingat nya.


"ah majikan menyebalkan, sempat ia berani menyentuh sedikit pun bagian tubuh ku, akan kucincang habis tubuhnya " gerutu visya yang masih memegang kepalany karena pusing yang teramat sangat.


kamar fahmi


"gara gara dia aku sampai tak mengajar hari ini, apa pandangan mereka ttg ku, dosen yang tak bertanggung jawab " gerutu fahmi


tepat pukul 18.15 WIB, terdengar merdu suara fahmi yang sedang melantunkan ayat" suci.


semua orang tak akan tau, bahwasanya fahmi yang sama sekali tidak menunjukan wajah lelaki sholehnya itu selalu sholat5 waktu, bahkan selepas maghrib ia melantunkan ayat suci tersebut.

__ADS_1


ia sudah diajarkan dari kecil oleh neneknya, bahwa kunci kesuksesan adalah taat beribadah, dan mengingat sang penciptanya.


visya yang berjalan menuju kamar nenek fahmi tersebut terhenti langkah nya ketika mendengar suara fahmi yang sangat merdu.


visya melihat fahmi melantunkannya dengan hati yang tenang, wajah yang tentram, lewat pintu kamar fahmi yang terbuka sedikit.


namun visya ingat bahwa dia ingin kekamar nenek fahmi .


setelah berada di balik pintu kamar nenek,


"assalamualaikum nek" sembari membuka pintu nenek fahmi,


" nenek visya gak papa kok, visya hanya lelah sedikit" balas visya dengan lembut, smbil memegang tangan nenek fahmi.


"****nak jika kau sakit, kau harus segera mengabari nenek, nenek tak mau kau terluka sedikit pun, nenek akan sngat sedih jika kau tak menemani nenek "

__ADS_1


"iya nek visya janji setelah ini visya akan lebih sering menemuimu nek"


"makasih nak , nenek beruntung ada kau disini, sudah berapa saja wanita mengurus nenek, namun tak selembut kau**," ucap nenek dengan mata berkaca kaca**


"**dulu nenek dirawat oleh ririn sekretaris fahmi, ia mengurus nenek dengan sangat kasar, bhkan untuk menyuapi nenek sja ia memasukan sendok itu dengan kasar, membuat gusi nenek berdarah, ririn tak merasa bersalah, ia selalu bilang pada nenek agar nenek lekas pergi dari dunia ini, agar ririn bisa memiliki fahmi tanpa ada nenek.."


"nek benar kah itu, nenek tak perlu mengingatnya lagi, itu hanya akan membuat nenek sedih, nenek ingat lah ada visya disini, nenek tak perlu khawatir, visya akan selalu bersama nenek, ooo iya nek bolehkah visya menganggap nenek sbg nenek kandung visya???"


"boleh sayang, nenek sangat berterimakasih padamu, nenek sangat menyayangimu nak** "


mereka pun berpelukan, rupanya sadari tadi, fahmi mendengarkan perbincangan mereka,


fahmi merasa ia beruntung kala itu menemukan gadis baik di resto wktu itu


fahmi juga baru tau bahwa ririn melakukan neneknya dengan tidak baik,

__ADS_1


sebenar nya ririn dulu sama posisi nya dengan visya, namun saat itu nenek fahmi meminta fahmi untuk menarik ririn menjadi salah satu karyawan dikantornya.


fahmi tak pernah tau alasannya, namun fahmi tetap menuruti permintaan nenek kesayangannya tersebut.


__ADS_2