Majikan Tampan

Majikan Tampan
jeweran nenek


__ADS_3

setelah melihat kepergian fahmi dari kamarnya,


visya masih tak menyangka, bosnya bisa seperhatian itu, jantung visya berdetak kencang.


bahkan visya pun tak pernah menghilangkan garis senyum diwajahnya itu, ia masih terbayang dengan perlakuan fahmi kepadanya.


tiba tiba wajah visya menjadi murung, ia teringat perlakuan ririn kepadanya


"salah visya apa ya, kan visya cuman pembantu dirumah ini, sedangkan kak ririn hanya sahabat pak fahmi" gerutu visya sambil memanyunkan bibirnya.


tiba tiba hp visya berdering,


"ya ampun visya kamu gak papa kan, apa ada yang luka? visya kampus bener2 heboh, katanya kamu di kasari oleh sahabat pak fahmi ya?" tapi apa hubungan kmu dengan pemilik universitas ini sya,, so maafin aku ya visya, kmu kan tau sendiri aku kalau berangkat jam berapa, sedangkan kejadiannya masih pagi banget, visyaa maafin aku ya" rengek bella lewat vc, visya memgamati bella senyum senyum sendiri,


"ternyata ada yang lebih cerewet dari visya" gumam visya dalam hati


"eh visya kok kamu cuman senyum2 doang sih, iiiih visya nyebelin deh" ucap bella dengan merajuk yang dibuat buat.


"haha bella kamu ini cerewet banget deh, visya gak papa kok, besok kan hari rabu , visya jelasin di kampus ya, visya capek mau istirahat "


"hmm tapi janji ya sya, kamu punya hutang penjelasan sama aku"


"iya bawel"


vc pun diakhiri oleh visya, visya mengambil kuliah dari hari senin smpai kamis,

__ADS_1


tak butuh lama visya memejamkan matanya.


kamar fahmi


fahmi tak bisa konsen mengerjakan tugas perusahaannya yang ia lanjutkan dirumah,


ia masih kepikiran dengan keselamatan visya kedepannya, karna ia yakin ririn tak akan menyerah begitu saja.


ia pun teringat kondisi neneknya, kamar fahmi dan nenek tidaklah jauh hanya ada pembatas 2 kamar antara mereka.


fahmi berjalan menuju kamar neneknya,


kreek


neneknya pun senang sekali mendengar suara fahmi, semua pelayan pun keluar darikamar nenek,


fahmi pun duduk diranjang neneknya itu, mereka berpelukan seperti orang yang sangat lama berpisah,


"**waalaikumsalam sayang, apa kau 1 hari ini melupakan nenekmu fahmi??


" aaah tidak lah nek, mana mungkin fahmi melupakan orang yang paling fahmi sayang**"


"**kau memang lah pandai merayu, fahmi apa visya baik baik saja?"


"iyaa nek, visya benar benar lelah setelah mengikuti kegiatan dikampus, nenek jangan khawatir, visya sangat merindukan nenek, sekarang ia ada dikamar bawah"

__ADS_1


"biarkanlah dia istirahat fahmi, nenek sangat mengkhawatirkannya, nenek sangat meridukannya**" balas neneknya dengan mata berkaca kaca.


"ah yang cucu nenek kan fahmi, apa hanya visya yang dirindukan?" ucap fahmi dengan wajah yg dibentuk seperti nak kecil,


"**haha jadi kau iri ya, sini telingamu nenek **ingin menjewernya "


" aw aw nenek ini**"


mereka pun tertawa bahagia, mengobrol tentang apapun itu.


17.20 WIB


"nek fahmi sholat maghrib dulu ya" bisik fahmi ditelinga neneknya yang sudah tertidur itu,


ia pun keluar dari kamar neneknya.


"masuk, dan jaga nenek saya!" perintah fahmi kepada 4 pelayan yang berjejer rapi didepan pintu.


"siap pak" jawab mereka kompak


setelah itu fahmi berwudhu, dan menunaikan sholat maghrib, dilanjutkan dengan membaca lantunan ayat suci, sampai jam sholat isya.


setelah selesai pun fahmi kebawah hendak makan malam, namun ia tak menemukan visya didapur.


"apa visya masih tidur?" ucapnya dalam hati sambil memasang wajah bingung

__ADS_1


__ADS_2