
" Sudahlah Mari kita pulang sebelum kita pulang kita akan mencari makanan terlebih dahulu untuk meminum vitamin mu itu " ajak Fahmi, Visya pun mengangguk
mereka keluar dari kantor sudah menunjukkan jam 11.55, Mereka pun langsung memasuki mobil Fahmi yang disetir oleh sopir pribadinya,
" Kamu mau makan apa?" tanya fahmi
" emm terserah bapak saja"
mereka berhenti di Resto mewah, dan mereka turun untuk memesan beberapa menu makanan.
"saya mau sholat dzuhur dulu, makan lah terlebih dahulu, setelah itu baru minum vitamin mu" balas fahmi
"**emm Iya Pak makasih,"
"apa kmu gak sholat visya?"
"ee visya lagi h*langan pak"
"oh baiklah, saya akan ke surau, tunggu saya disini**"
dibalas dengan anggukan dan senyum manis nya, fahmi pun meninggalkan visya yang tak jauh dari surau tersebut.
"nona mau pesan apa?" sembari menyodorkan menu diresto tersebut
"em saya pesan ikan bakar, sama air putih, emm pak fahmii apa yaa?"
__ADS_1
visya sambil mengetuk dagunya
"wah kebetulan pak fahmi sudah langganan d sini, menu yang dipesan sama nona juga sering dipesan oleh pak fahmi" ucap pelayan dengan lembut,
visya mengernyitkan dahinya, ia takmenyangka bisa kebetulan suka makanan yang sama
"emm kalau begitu visya mau pesan 2 menu yang sama ini deh mbak" lanjut visya
"siap nona, pesanan akan segera datang" jawab pelayan dengan ramah.
saat visya sedang menunggu makanannya datang, meja visya digebrak oleh orang yah siapa lagi kalau bukan ririn,
visya kaget bukan kepalang, kepalanya terasa amat pusing.
"hey wanita penggoda, apa kau sudah dicampakkan oleh fahmi, hahaha kasian sekali kau" bentak ririn ke visya
"kau ini tak punya mulut, atau kau t*li!!!" ia menjambak rambut visya, visya memegang rambutnya, ia menangis sejadi jadinya,
sakit bahkan sangat sakit, mulut visya tak mampu berbicara, airmatanya tak henti keluar
semua orang diresto tsb ingin menolong visya, namun ririn mengancam akan menghilangkan nyawa visya jika ada yang berani mendekat.
tiba tiba tubuh ririn dihempaskan, sampai ia tersungkur kelantai, ia menoleh ternyata fahmiyg mendorong nya
ririn pun langsung berdiri ia mendekat ke fahmi, namun tak disangka fahmi yang terkenal akan kepantangannya kasar kepada wanita, langsung melayangkan tangannya ke wajah ririn
__ADS_1
plakkkk.
bunyi yang sangat keras, ririn langsung memegang pipinya, ia tak menyangka fahmi akan melakukan hal tsb
"kau!!! sudah ku ingat kan jangan mencampuri urusanku!!!!" bentak fahmi, semua orang takut menatap fahmi, fahmi seperti orang kesetanan
fahmi langsung menarik visya dengan lembut untuk mendekat kepadanya, visya masih menangis, wajah nya sangat ketakutan
fahmi khawatir akan kondisi visya.
ririn pun angkatbicara,
"beraninya kau menamparku fahmi? ini kah fahmi yang kukenal dulu, hanya karena gadis mu.."
"berhenti kau menjelekkan visya, atau kau akan menerima hasil dari perbuatan kau sendiri" bentak fahmi lagi,
kali ini fahmi menuding ke wajah ririn dengan amarah yang amat menakut kan.
visya masih menangis, ia menyembunyikan wajah nya dibalik lengan fahmi, visya juga takut mendengar suara fahmi,
ini pertama kalinya visya melihat fahmi semarah itu.
"fahmi , aku ini sahabatmu, aku tak mau kau terluka bersama wanita mur.."
plakk lagi lagi fahmi menampar pipi ririn,
__ADS_1
entah kenapa ia merasa sakit hati ketika mendengar ririn menyebut visya dengan panggilan yang tidak pantas.