
fahmi tak terima melihat visya diperlakukan seperti itu, fahmi pun berdiri ia akan memberikan pelajaran kepada orang tua sepertinya.
"e pak jangan" ucap visya yang memegang tangannya
"sudah, ini urusanku"
fahmi meninggalkan visya, dan menemui orang tuanya
"**berhenti, dan minta maaf lah kepada nona visya tiara atahaer!"
"apa urusanmu fahmi**?" bentak ayah visya
"**kuingatkan sekali lagi, atau kalian sama sekali tak akan menemukan kendaraan diluar!"
"ayolah mas, jangan dengarkn fahmi, sudi sekali minta maaf kepada anak tak tau diri"
"kau seorang ibu, kau seorang perempuan, tapi kau tak mengerti bagaimana memberi posisi yang baik untuk anak perempuannya, aku harap kau harus bersyukur ibumu dulu tak sejahat kau! heh**"
deg , orang tua visya diam, mereka tak bisa menjawabnya,
"pak biarkan mereka pulang, kita kembali keruang tunggu, nenek membutuhkan kita " ucap visya yang menarik fahmi untuk meninggalkan mereka.
orang tua visya menatapnya dengan tatapan kosong, seketika mereka terngiang omongan fahmi, mereka memutuskan pulang kampung.
__ADS_1
fahmi duduk bersebelahan dengan visya, mata visya menatap pintu operasi, sedangkan fahmi menatap visya.
"kamu gadis yang kuat visya" ucap fahmi
"**saya hanya gadis cengeng pak"
"panggil aku mas**" ucap fahmi dengan memegang dagu visya
"**em i iya mas"
"mas bingung, kenapa mereka tak menyukai anak perempuan?"
"hmm entah lah mas"
"mas ada untuk kamu, mas akan jaga kamu**"
"anggap saja ini pembukaan ya" bisik fahmi dengan senyum jahilnya, adi dan leo yang menatapnya tak habis pikir dengan keberanian fahmi.
visya langsung membuang pandangan nya, jantungnya berdetak kencang, ia kaget tapi ia suka ia menikmatinya, walaupun hanya kecupan ringan.
1 jam sudah pasca operasi, serombongan dokter bedah menemui pak fahmi,
"**apa kalian anggota nyonya suarti?"
__ADS_1
"iya saya fahmi dok, cucunya, nenek saya gimana dok? membaik kan**?" tanya fahmi dengan mata yang berkaca kaca, begitupun adi, visya, & leo.
"mohon maaf tuan fahmi, kami segenap dokter sudah mengupayakan yang terbaik, dengan berat hati kami harus sampaikan, nyonya suarti tidak bisa kami selamatkan "
fahmi dan adi berpandangan, mata mereka, nafas mereka, ekspresi mereka, bahkan keringat mereka menjelaskannya ketika mulut tak mampu berbicara
visya menangis , hatinya sangat teriiris melihat nenek yang dijanjikan hidup bersamanya kini telah pergi untuk selamanya
"dok dimana nenek saya dok, DIMANAAA!!!" teriak fahmi
"nyonya suarti ada didalam tuan"
mereka berlari menuju ruang almh neneknya, dan langsung memeluknya erat, mereka menangis , setelah itu seluruh bodyguard fahmi mengurus yang akan dibutuhkan dalam pemakaman neneknya.
saat di makam adi mendapat telfon dari perusahaan nya diluar negeri, mengharuskannya untuk pergi.
setelah mendapat izin fahmi, adi pun berangkat ke luar negeri, tinggalah di rumah fahmi dan visya serta para pelayannya.
"**mas, mas yang kuat ya visya yakin nenek bahagia disurga"
"iya visya, kamu mencoba menguatkan ku, padahal hatimu sangat lah kehilangan "
"mas , kenapa nenek meninggalkan kita dengan cepat hiks hiks**" tangis visya yang tak bisa dibendung lagi.
__ADS_1
fahmi memeluk visya, mereka menangis bersama di sofa, setelah selesai menangis mereka sangat lelah , dan tertidur disofa.
saat adzan shubuh visya bangun, ia tertidur di pelukan fahmi dalam keadaan duduk di sofa.