Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat

Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat
Memasak Bersama Mamah


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah menutup tokonya, kini terlihat Jasmine dan Canva yang baru sampai rumah mereka. Jasmine yang setiap harinya tidak sempat membersihkan rumah di setiap pagi, karena harus membuka tokonya lebih cepat. Kini baru mempunyai kesempatan membersihkan rumahnya itu.


“Canva sayang, anak mamah sudah lapar banget gak?” Tanya Jasmine pada Canva, yang terlihat baru mau memasuki kamarnya.


Canva menggelengkan kepalanya pelan, “tidak Mah, Canva tadi sudah sempat jajan waktu les piano.” Jawab Canva dengan senyum manisnya.


“Baiklah, kalau begitu Mamah mau bersih - bersih dulu ya sayang, baru Mamah akan masak untuk kita.” Ucap Jasmine.


“Mamah, biar Canva bantu cuci piring ya Mah.” Seru Canva, membuat Jasmine tentu saja langsung tersenyum ketika mendengar anaknya mau membantunya membersihkan rumah.


“Terima kasih ya sayang.” Ujar Jasmine, merasa bersyukur sekali mempunya putra yang sama sekali tidak pernah mengeluh akan keadaan hidup yang sangat sederhana ini.


Pendapatan dari kios bunga yang dia miliki, hanya bisa cukup buat hidup dan membayar dua pegawai di toko. Jasmine tidak mampu lagi, kalau harus membayar pembantu di rumah hanya untuk membersihkan rumah yang sangat sederhana ini.


Rumah yang dulu dia pakai dengan Canva, Jasmine merombaknya, hingga menjadi layak dan tidak ketinggalan zaman untuk sekarang.


Sepeda motor yang dulu di miliki Canva, mau tidak mau Jasmine harus menjualnya dulu untuk menambah modal membuka toko bunga.


Tetapi, sekarang hidupnya sudah lebih dari cukup, walaupun dia hanya bisa menyekolahkan putranya di Sekolah Dasar Negeri dengan gratis dari pemerintah, tetapi kebutuhan lain seperti, baju, tas, buku, sepatu dan lain - lainnya, tetap orang tualah yang menanggugnya.


Tetapi, tidak pernah juga Jasmine mengeluh akan kehidupannya itu. Baginya, masih mempunyai rumah, toko sebagai mata pencariannya, sepeda motor, itu baginya sudah sangat - sangat cukup. Dia tidak pernah iri ketika melihat teman - teman sekolahnya dulu mempunyai mobil dan investasi lainnya.


Kalau Jasmine mau pamer, investasi Emasnya yang dia simpan di Safety Box di bank, jauh lebih banyak di bandingkan emas - emas yang mereka pamerkan. Hanya saja, Jasmine tidak suka menggunakan emas, dan menjadikan investasinya itu tabungan untuk anaknya dewasa nanti.


Saat ini, terlihat Jasmine yang sedang mengepel lantai, lalu Canva terlihat mencuci piring yang kotor dari pagi.


“Sayang, gelas - gelasnnya jangan lupa di cuci ya.” Ucap Jasmine mengingatkan putranya, untuk mengambil gelas - gelas yang ada di setiap meja dan kamar. Karena kebiasaan mereka pasti menggunakan gelas dan meletakannya di sembarangan tempat.


“Oke Mamah.” Sahut Canva, dan langsung mematikan keran airnya sementara lalu mengumpulkan gelas - gelas dan apa pun yang kotor dari luar.


Sedangkan Jasmine, yang terlihat baru selesai mengepel lantai, langsung mengambil pakaian yang sudah selesai dari mesin cuci.

__ADS_1


Karena untuk menghemat waktu, Jasmine memang sengaja membeli mesin cuci yang sudah bisa langsung kering. Dan bahkan dia mempunyai alat yang bisa menyetrika baju sendiri, jadi pekerjaan jauh lebih mudah.


“Sayang mau di masakin apa hari ini?” Tanya Jasmine, ketika dirinya sudah selesai semua pekerjaan, dan baru sampai ke dapur.


“Hemm, terserah Mamah saja deh, apa pun yang Mamah masak, Canva pasti senang kok mah.” Jawab Canva, lagi - lagi membuat Jasmine merasa bangga ketika mendengarkannya.


Jasmine tersenyum, lalu menganggukan kepalanya pelan, lalu membuka kulkas, melihat apa yang sudah dia marinasi sebelum pergi tadi.


“Sepertinya Mamah akan memasak lalapan ikan mas? Bagaimana?” Tanya Jasmine, semabari memperlihatkan ikan mas yang berukuran lumayan besar pada putranya.


“Mau - mau Mah, Canva sudah kangen banget sama sambal buatan mamah.” Jawabnya dengan begitu antusias.


“Baiklah, malam ini menu makanan kita adalah ikan mas.” Seru Jasmine, lalu mulai menyiapkan sayur - sayuran segar untuk menjadi teman yang bisa di cocol dengan sambal.


Tak lupa, sembari menggoreng Ikan mas, Jasmine juga memotong - motonh tempe, tahu, dan juga terong, biar bisa sama dengan yang ada di restoran - restoran terkenal itu.


Selesai Canva mencuci piring, dia kini membantu Mamahnya dengan mengecek nasi yang sudah di masak mamahnya di magicom tadi pagi.


“Canva siapkan piring - piringnya ya mah.” Ucap Canva, yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Jasmine.


Ketika Jasmine sudah selesia menggoreng ikan masnya, kini Canva menahannya. “Mamah buat sambalnya saja mah, sama potong - potong timun dan Kolnya, biar Canva yang menggoreng tempe dan tahunya.” Pinta Canva, kembali ingin membantu pekerjaan Mamahnya.


“Memangnya Canva bisa menggoreng?” Tanya Jasmine, merasa kurang yakin anaknya bisa melakukkan hal ini.


“Bisa dong Mah, mamah lupa apa, kalau Mamah lagi di toko, di rumah kadang Canva menggoreng telor untuk Canva sendiri.” Jawab Canva, yang kembali membuat senyum di wajah Jasmine.


“Ya Tuhan, betapa beruntungnya aku memiliki Canva sebagai anak hamba, Yusuf yang tidak pernah merasa sedih ketika di tinggal ibunya, begitupun Canva, yang tidak pernah merasa sedih ketika di tinggal pergi oleh Ayahnya. Dan bahkan dia senantiasa membantu meringankan pekerjaanku ya Tuhan, terima kasih atas karunia hadiah terindahMu yang engkau kirimkan di tengah - tengah kesepian hamba.” Batin Jasmine, merasa tidak bisa berhenti bersyukur karena memiliki Canva Junior.


Jika di luar sana ramai, seorang anak yang membunuh ibunya, bahkan rela menyakiti ibunya, demi bisa mendapatkan apa yang mereka mau. Berbeda dengan Canva, yang seperti mengerti bagaimana ibunya, dan tidak pernah mau banyak menuntut.


Dengan senyum yang merekah, Jasmine menuruti putranya, dan membiarkan putranya menggoreng apa yang tersisa, sedangkan dia memilih untuk segera membuat sambal.


Sekitar, 30 menit akhirnya semua selesai juga. Kini Jasmine dan Canva terlihat sedang duduk di meja makan, bersiap untuk menyantap makan malam mereka.


“Selamat makan Mamah.” Ucap Canva, lalu dia mulai menikmati ikan mas goreng itu dengan begitu lahap.

__ADS_1


“Sayang pelan - pelan dong makannya, awas durinya Nak.” Sahut Jasmine, khawatir jika anaknya akan ketulangan nantinya.


“Iya Mah, aman.” Balas Canva lagi.


“Mah, masakan mamah ini enak sekali, meskipun tidak ada sayur, tapi sambalnya enak sekali mah.” Komentarnya pada masakan Jasmine.


“Iya sayang, kalau Canva suka, Mamah bisa masak ini sering - sering.” Tutur Jasmine lagi, yang merasa sangat bangga akan dirinya jika bisa membuat putranya menyukai masakannya.


“Oh iya Mah, teman - teman Canva, ada yang nanya, kapan Canva akan bawa ayam geprek lagi untuk di jual Mah? Teman - teman Canva pada mau beli.” Tanyanya pada Mamahnya.


Canva memang sering sekali berjualan di sekolah, dia sering meminta mamahnya untuk mamasak ayam geprek dan lain - lainnya. Bahkan bukan hanya teman - temannya yang beli, tetapi juga guru - gurunya. Hingga sering kali guru sekolah Canva datang ke rumah hanya untuk membeli paket - paketan ayam geprek.


Meskipun kadang Jasmine sudah menolaknya, karena terlalu lelah bekerja di toko, namun guru sekolah Canva bisa mentoleransinya dan bahkan mau mengikuti jadwal dari Jasmine, asalkan bisa mendapatkan ayam geprek buatan dari Mamah Canva.


Jasmine tersenyum, lalu menyeritkan wajahnya, “kapan ya? Mamah masih belum ada waktu sayang.” Jawab Jasmine, menjawab pertanyaan putranya itu.


“Tetapi, mungkin kalau 10 bungkus saja dulu, Mamah bisa buatkan besok pagi.” Timpalnya lagi.


“Benarkah Mah? Harganya tetap 15 ribukan Mah, Canva 2 ribu, Mamah 13 ribu.” Ucap Canva, yang sudah bisa memotong dan juga menanyakan tentang untuk penjualannya.


“Iya sayang, harga tetap sama kok.” Balas Jasmine, yang senang melihat anaknya begitu antusias untuk berjualan di sekolah. Tidak ada rasa malu ataupun gengsi, tetapi Canva malah menjadikan itu sebagai ladang uangnya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*

__ADS_1


__ADS_2