
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Pada malam hari, Jasmine dan Canva terlihat sangat santai sekali. Mereka sama - sama sedang menonton televisi untuk menikmati quality time ber dua.
Jasmine sadar jika selama ini dia terlalu sibuk membangun usahanya, dan kurang memiliki waktu untuk putra satu - satunya ini.
“Hahahhaha,” suara tawa mereka terdengar di saat mereka berdua sedang menonton film yang bergendre komedi.
“Ya ampun, bisa - bisanya seperti itu ya mah.” Seru Canva, pada Mamahnya, sambil menunjuk ke arah Tv.
Jasmine menganggukan kepalanya, lalu terhenti sejenak karena dia mencium aroma bensin yang sangat menyengat.
“Sayang.” Panggil Jasmine pada putranya.
“Iya mah.” Sahut Canva, menoleh ke arah Mamahnya yang merasa kebingungan menghirup - hirup aroma entah dari mana.
“Kamu ada cium bau bensin, atau solar gak sih? Kok mamah rasanya kaya aromanya nyengat banget ya?” Tanya Jasmine, lalu mulai beranjak berdiri untuk memastikan dari mana aroma tidak sedap ini berasal.
Drrttttt, suara ponsel Jasmine, ketika dia baru mau berdiri dan masuk ke dapur.
“Hallo,” jawab Jasmine pada panggilan ponsel itu.
“Hallo mbak Jasmine, mbak harus datang sekarang mbak! Toko milik Mbak Jasmine kebakaraan!” Lapor seseorang pada panggilan itu.
“Apa?!!!” Jasmine sangat terkejut dengan laporan itu, membuatnya langsung berlari keluar rumah, dan mencari kendaraan umum apa saja yang bisa dia gunakan untuk pergi ke tokonya.
“Mah, mamah.” Panggil Canva kebingungan sendiri, karena mamahnya pergi tanpa ada bicara apapun sama dia.
Bahkan mamahnya pergi hanya dengan membawa ponsel dan menggunakan baju tidurnya saja.
Canva masuk ke dalam kamar Mamahnya, bertujuan ingin mengambilkan tas dan dompet mamahnya dan akan di antarkan ke toko.
Namun, ketika Canva baru mau memasuki kamar, dia melihat sebuah kobaran api ada di dapurnya. “Haaaaaaa kebakarann!!” Teriak Canva, dan lalu berlari keluar rumah untuk mencari pertolongan.
“Tolong, tolongg,!!! Kebakaraaan!!!”
“Tolonggggg,” teriak Canva, dan otomatis semua warga pada berkumpul.
__ADS_1
“Hey! Hey! Telpon pemadam, telpon pemadam!” Perintah beberapa warga, pada warga yang lainnya.
Sementara sebagian ada yang mulai membantu untuk menarik selang agar bisa mendapatkan air yang lebih banyak.
Duuuum, dummmmmm, suara ledakan terdengar, membuat api semakin besar membakar rumah Jasmine dan bahkan rumah di sebelahnya juga ikut kebakar.
“Heyyy! Hey!! Cepat! Air - air!” Perintah warga penuh emosi, karena masih aja yang bertingkah sangat lambat dalam membantu.
“Aku harus masuk ke dalam.” Ucap Canva penuh keyakinan.
Lalu dia mencoba menerobos masuk ke dalam rumahnya untuk menyelamatkan harta benda yang bisa menjadi tabungan dia dan Mamahnya yang bisa di selamatkan.
“Canva! Canva!” Panggil beberapa warga, melarang anak remaja itu masuk. Takutnya apinya sudah menyebar sampai ke depan rumah.
Tapi Canva tidak memperdulikannya, Canva tetap masuk dan mencoba mengambil tas lalu memasukan semua perhiasan mamahnya, uang, tas dan semua surat yang pastinya menurut mamahnya itu penting.
Setelah semua dia masukan ke dalam tas, Canva mencoba berlari lagi keluar. Dan membuat semua orang merasa legah karena dia tidak terjebak di dalam.
“Kamu itu yah! Bikin panik saja! Kalau ada apa - apa bagaimana?!” Maki salah satu ibu - ibu yang rumahnya ada di depan rumah Canva.
“Maaf tante, tapi kalau Canva tidak masuk tidak akan ada yang bisa menjadi tabungan buat saya dan Mamah.” Canva menyesali perbuataanya. Walaupun itu ada alasannya tetapi tetap saja itu sangat membahayakan jiwanya.
“Mamah kamu kemana Canva? Kenapa di saat begini dia tidak ada?” Tanya pak Rt pada Canva.
“Mamah, mamah pergi ke toko pak Rt, katanya di Toko juga terjadi kebakaran.” Jawab Canva, dengan air matanya yang sudah jatuh menetes.
Dia menangis melihat rumahnya terbakar dan bahkan tempat usaha mamahnya juga terbakar.
“Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un.” Sahut pak Rt dan warga lainnya yang mendengar jawaban dari Canva itu.
Mereka sangat prihatin sekali dengan musibah yang sedang menimpah Jasmine dan juga Canva di dalam waktu yang bersamaan pula.
***
Waktu sudah menunjukkan angka 8 pagi hari, dan kini Canva bersama dengan Jasmine terlihat masih duduk di depan teras rumah salah satu warga di dekat rumah mereka yang bekas terbakar.
Jasmine sama sekali tidak bisa berpikir, bagaimana semua musibah ini bisa terjadi kepadanya. Dalam waktu bersamaan, semua hasil jerih payahnya selama 9 tahun, habis dalam waktu beberapa jam saja.
Dan bahkan ikut membakar 2 rumah warga lain, dan di tokonya terdapat 1 toko lain yang ikut terbakar.
__ADS_1
Walaupun Jasmine mengatakan itu adalah musibah, tetapi otomatis dia juga harus bertanggung jawab mengganti kerugian 2 rumah dan 1 toko yang ikut terbakar itu.
Ketika Jasmine tengah duduk termenung menatap rumahnya yang sudah rata dengan tanah. Tiba - tiba saja terlihat sebuah mobil yang datang.
Dan ketika mobil itu berhenti, Jasmine melihat Chiko yang keluar dari dalam mobil itu.
“Loh, loh, ada apa ini? Kenapa seperti ini?” Tanya Chiko pada beberapa warga yang masih berkumpul di sana.
“Ini suaminya baru datang! Semalam istrinya kena musibah rumah dan tokonya kebakar, kamu kemana aja!?” Maki salah satu ibu - ibu, yang rumahnya ikut terbakar semalam.
“Iya! Dasar suami tidak bertanggung jawab!” Maki yang lainnya lagi.
“Apa??? Kebakaraan? Astaga? Maafkan saya.” Sahut Chiko, dengan wajahnya yang menyiratkan keterkejutannya.
“Semalam saya ada urusan di luar kota, dan Jasmine tidak mengabari saya, jadi maafkan saya ya, bapak - bapak, ibu - ibu.” Timpalnya lagi, merasa sangat menyesal dengan ketidak adaan dirinya.
Sedangkan Jasmine yang melihat tingkah Chiko itu, rasanya sangat muak, dan bahkan langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Jika warga lain percaya dengan bualan si Raja Drama itu, tetapi tidak dengan Jasmine. Kejadian bersamaan ini, sedikit banyaknya pasti berhubungan dengan pria itu, atau bahkan ini semua memang ulah pria itu.
Karena kalau salah satu saja yang terbakar antara rumah atau toko, Jasmine masih bisa percaya kalau hal itu adalah musibah.
Tapi kalau sekaligus dalam waktu yang bersamaan, itu bukan musibah, tapi itu sengaja di lakukkan.
Dan sudah pasti pelakunya adalah Si Pria Tidak Pernah Salah ini.
*To qBe Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1