Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat

Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat
Ketakutaan Gilang


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Sudah dua hari ini, hidup Jasmine terasa lebih tenang, tanpa kehadiran Chiko di sekelilingnya.


Saat ini, seperti biasa Jasmine sedang berada di toko bunganya. Dia sedang merangkai bunga - bunga agar bisa menjadi pajangan baru di tokonya.


Tak lama kemudian, ada seorang yang datang, sepertinya pelanggan baru.


“Selamat siang? Ada yang bisa saya bantu?” Tanya Jasmine dengan lembut dan juga sopan.


Pria itu menoleh ke arah Yasmin, “hemm, saya mau bunga untuk istri saya mbak, yang cantik, segar dan wangi.” Jawabnya dengan wajah yang terlihat bingung. Dia masih tidak tahu mau memilih yang seperti apa.


Jasmine menganggukan kepalanya pelan, “kalau begitu yang ini saja.” Seru Jasmine, pada mawar yang bewarna putih.


“Mawar?” Tanya pria itu lagi.


“Iya, karena Mawar itu sebagai Lambang Cinta dan Kasih Sayang, Keindahan bunga mawar dianggap bisa menjadi perlambang dari rasa cinta serta kasih sayang dari orang yang memberikannya. Oleh sebab itu, bunga ini sering diberikan kepada orang tersayang, terlebih lagi untuk mawar putih, Nah kalau Arti bunga mawar putih dalam pernikahan itu melambangkan kesetiaan, kemurnian, dan kepolosan.” Jelas Jasmine yang membuat pria itu tersenyum mendengarnya.


“Baiklah, kalau gitu saya mau Mawar putihnya satu ya.” Ucap pria itu, dan langsung membayar tagihan bungannya.


“Semoga harinya menyenangkan,” seru Jasmine lagi, ketika pria itu sudah membayar bunganya.


“Terima kasih mbak.” Balas pria itu lagi.


Tak lama kemudian, terlihat Galang yang baru saja datang, “Hei Jasmine,” sapanya dengan senyum.


“Hai Galang.” Sapa Jasmine balik.


“Gimana kabarmu?” Tanya Galang, menanyakan kabar dari mantan kekasih sahabatnya itu.


“Not bad.” Jawab Jasmine dengan tatapan sendunya.


“Canva?” Tanya Galang, mencari sosok keponakannya.


“Hemm, Canva ada Les Piano, jadi dia mungkin akan pulang sore.” Jawab Jasmine lagi.


“Oh ya? Jas, ada yang mau aku bicarain.” Ucap Galang pada Jasmine.

__ADS_1


“Ada apa nih? Terlihatnya serius banget?” Tanya Jasmine, merasa bahwa raut wajah Galang saat ini telah berubah.


“Ini tentang pembunuh Canva Jas,” jawab Galang, membuat Jasmine terdiam sejenak, lalu tersenyum tipis menanggapinya.


“Bukannya pada saat itu pembunuhnya sudah tertangkap? Lalu ada apa lagi ini?” Tanya Jasmine, merasa aneh karena tiba - tiba Galang datang ke sini untuk membahas masalah ini.


“Aku tahu, sebenarnya kamu merasa sakit hati kepada Angel, karena demi menyelamatkan Angel Canva harus mengorbankan nyawanya.” Tanda Galang, yang bisa mengerti perasaan dari Jasmine.


Jasmine enggan menatap ke arah Galang, dia malah membalikkan tubuhnya agar Galang tidak melihat bahwa dirinya sedang menangis saat ini.


“Jasmine.” Panggil Galang lagi.


Jasmine berusaha tegar, dan menghapus air matanya, lalu dia menoleh ke arah Galang. “Apa yang bisa kita katakan? Siapapun yang menjadi pembunuhnya, aku sudah tidak mau perduli dan untuk apa aku harus tahu?” Jasmine saat ini, memang memilih untuk tidak terlibat dengan siapapun teman di masa lalu Canva.


Bukan karena dia benci atau bagaimana, hanya saja saat ini dia sudah mau hidup tenang bersama dengan putranya. Dia tidak mau mempunyai masalah lain lagi, apa lagi itu masalah kematian di masa lalu, yang hanya bisa membuat dirinya merasa semakin terpukul saja.


“Aku hanya ingin mendapatkan keadilan untuk Canva Jas, gak lebih.” Sahut Galang, memberikan pengertian pada Jasmine, bahwa yang mereka lakukkan selama ini, hanya untuk mendapatkan keadilan untuk sahabatnya yang sudah rela berkorban untuk Angel dan juga dirinya.


“Galang, kalau boleh jujur, aku kecewa, pada saat itu yang aku rasakan hanya kecewa, karena apa?”


“Karena Canva, aku kekasihnya tetapi dia bahkan rela mati untuk menyelamatkan Angel dari penculikan yang di sebabkan oleh musuh keluargamu,” ungkapnya, pada Galang.


“Canva bukan siapa - siapa, dia juga bukan keluarga kalian, tapi dia memiliki rasa persahabatan yang besar, hingga saat aku melarangnya pergi, dia benar - benar abaikan aku demi kalian.” Sambungnya lagi.


“Baiklah, Jas, Aku -“ ucapnya terputus ketika melihat sesorang yang masuk ke dalam toko bunga milik Jasmine.


“Hallo, Darling, selamat siang.” Sapa pria yang tak lain adalah Chiko, pria yang sudah menghilang dua hari, namun sekarang muncul lagi.


Galang dan Jasmine menatap Chiko dengan serius. “Ngapain kamu ke sini?” Tanya Jasmine dengan ketus.


Chiko merasa bingung, dengan pertanyaan Jasmine, lalu dia menoleh ke samping, mengambil sebucket bunga dari rak milik Jasmin lalu memberikannya pada wanita itu.


“Untuk kamu, sebagai lambang cintaku.” Ucap Chiko dengan senyum manisnya.


Jasmine langsung merampas bunga itu, “ini bungaku! Bayar aja belum sudah bilang untukku.” Sentak Jasmine, dan kembali meletakan bunga itu di tempatnya.


Chiko tidak tersinggung, namun dia malah memasang senyumnya yang begitu manis, namun membuat Jasmine semakin kesal melihatnya.


“Bisa tidak? Gak usah senyum? Muak liatnya tahu,” seru Jasmine, meminta agar Chiko tidak memperlihatkan senyumnya itu.

__ADS_1


“Aku senyumkan tanda ibadah katanya.” Sahut Chiko begitu santai.


“Tapi kalau kebanyakan juga kaya orang gila, kaya kamu.” Balas Jasmine lagi, namun wajah judes Jasmine itulah yang membuat Chiko merasa semakin terjatuh dalam perangkapnya.


Lalu Chiko melihat ke arah Galang, “Hallo, saya Chiko, calon kekasih dari Jasmine.” Sapanya memperkenalkan diri pada Galang, dengan mengulurkan tangannya.


Sontak saja Galang terkejut melihat Tato Laba - Laba yang ada di tangan Galang, dan bertuliskan angka 1. “Inikan?” Gumamnya, lalu menatap Chiko dengan lekat.


“Kamu adalah ketua dari Phantom Trope.” Gumamnya terkejut, dan bahkan langsung memundurkan langkahnya karena merasa takut.


Chiko merasa bingung, karena ternyata orang awam ada yang mengerti akan arti lambang tato yang dia miliki.


Jasmine melihat ekspresi Galang, yang sepertinya takut melihat Chiko, bahkan pria itu sampai terlihat keringat dingin karena menahan perasaanya.


Chiko yang merasa uluran tanganya tidak di gubris, memilih untuk menarik kembali tangannya lalu tersenyum, dan melangkah mendekat ke arah Jasmine.


“Jasmine.” Teriak Galang, dan lalu menarik Jasmine untuk menjauh dari Chiko.


“Ada apa sih Galang? Kenapa kamu ketakutan seperti itu?” Tanya Jasmine pada sahabat mendiang Canva itu.


Galang menggelengkan kepalanya pelan, “Dia? Sejak kapan kamu mengenal dia?” Tanya Galang, penasaraan, bagaimana Jasmine bisa bertemu dengan orang yang katanya paling sulit ditemukan ini?


Ya, Phantom Trope adalah sebuah kelompok Kriminal Mafia paling di takuti di Dunia, terdiri dari 12 orang dan satu yang menjadi ketua. Dan 11 yang lain menjadi anak buahnya.


Namun, 11 orang anak buahnya saja, belum ada yang bisa mengalahkannya. Karena setiap ada anak buahnya yang kalah, mereka lebih baik mati bunuh diri dari pada memberikan informasi untuk lawan mereka. Dan jika ada yang mati, maka kelompok itu akan mencari lagi kandidat yang bisa menganggtikan posisinya.


Kelompok itu mampu membuat sebuah perlindungan yang sulit di tembus, hingga Negara bahkan pihak kepolisian susah sekali melacak mereka.


Kelompok ini, hanya bergerak jika ada yang berani menyewa mereka, karena mereka tidak akan bergerak jika uang tidak ada. Mereka tidak perduli siapa yang mau mereka bunuh, atau bank mana yang mereka mau Curi, yang terpenting bagi mereka adalah Uang dan Uang saja.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2