
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Perlahan, Jasmine mulai mengeelus pahanya dengan lembut, lalu tanganya merambat naik ke bagian gunung kembarnya. “Ahhhhh,” leguhanya pelan, merasa enak ketika jemarinya itu mulai mereeemas ke dua gunung itu.
Merasa kurang leluasa, Jasmine akhirnya memilih untuk melepaskan kaca mata power rengersnya terlebih dahulu, lalu mulai memainkan puncak.
“Emhhhh, yaaa,” eranganyaa mulai menggila.
Jasmine sangat tidak munafik, sebagai seorang wanita, tentu saja dia ingin di sentuh dan di puaskan seperti dulu ketika bersama mendiang Canva.
***
Sedangkan di luar sana, Chiko yang baru saja datang, kini menatap bingung ketika toko itu benar – benar gelap, “Apakah dia sudah pulang? Tetapi kenapa motornya masih di sini?” Chiko yang merasa bingung, kini memilih untuk masuk menggunakan kunci yang sudah dia duplikat dulu.
“Ternyata kamu berguna juga,” gumam Chiko, merasa bahwa idenya untuk mempunyai kunci toko bunga Jasmine itu sangatlah tidak sia – sia.
Dengan perlahan Chiko memasuki toko itu, dan karena keahliannya, dia bisa masuk tanpa menimbulkan suara apa pun, karena sepertinya dia sudah cocok untuk menjadi maling.
“Aaahhh,,yaaa, enak,” suara erangan itu, sontak mengejutkan Chiko. Pasalnya dia sangat hafal bahwa itu adalah suara Jasmine, wanita yang dia cintai.
Dan entah tanpa di minta pun, Kukubirdnya kini mulai terasa berdenyut dan merontah ingin bangun dari kandangnya.
Jasmine yang tidak menyadari kehadiran Chiko, kini terkejut ketika tangan pria itu tanpa permisi langsung menyentuh bahkan langsung melahapnya dengan mulutnya.
“Aaahhh, siapa kamu, kenapa kamu – Ahhh,” otak Jasmine sudah benar – benar tidak bisa di kondisikan dengan tubuhnya.
Chiko benar – benar pandai dalam memainkan lidahnya di bawah sana, “Tenanglah sayang, ini aku,” Chiko berucap dengan suara beratnya. Namun, karena kenikmatan yang dia rasakan, Jasmine sama sekali tidak bisa mengeluarkan pembrontakan apa pun, selain menerima setiap permainan Chiko di tubuhnya.
“Arrrghhhhh,,” teriak Jasmine, ketika Chiko mulai memasukan jarinya ke dalam lubang Apom miliknya.
“Apakah kamu ingin kenikmatan ini, hem?” tanya Chiko, dengan menatap wajah Jasmine, yang kini tengah memejamkan matanya.
“Aaahhh terus,,aaahh terus,” pinta Jasmine, agar Chiko terus memainkan apomnya.
“Jawab!!!” sentak Chiko, dengan kembali menusuk Apom Jasmine.
Jasmine yang tidak bisa berkata apa – apa lagi, memilih untuk menarik kepala Chiko untuk menikmati gunung kembaranya.
Dan dengan senang hati Chiko langsung melahapnya tanpa sisa, baginya ini adalah kesempatan emas yang tidak akan pernah dia lewatkan.
“Arrrghhhh,,arrgghhh,” teriak Jasmine lagi, ketika dirinya sudah mendapatkan pelepasaan.
Chiko menatap wajah Jasmine yang sangat berkeringat, Buugghhhh,..
“Aahhh,” Chiko meringis, ketika tiba – tiba Jasmine mendorong tubuhnya ke belakang.
“Apa yang kamu lakukan di sini?!” sentak Jasmine, dengan segera memperbaiki pakaiannya, yang sangat berantakan karena ulah Chiko.
“Apa yang aku lakukan?” tanya Chiko balik.
“Aku memberikan kepuasan kepadamu, dari pada kamu harus main sendiri, lalu buat apa kukubirdku ini?” sambungnya dengan kalimat yang begitu frontal.
“Lagian untuk apa di tutup, lagian aku sudah melihat semuanya tadi,” Chiko kini mulai menggoda Jasmine kembali.
“Dasar kamu, otak ngeres, pergi sana kamu,” Jasmine menarik tangan Chiko, lalu mengusirnya keluar.
“Berikan aku kunci yang kamu gunakan untuk membuka tokoku ini,” pinta Jasmine sebelum dirinya benar – benar mengusir pria itu.
__ADS_1
Chiko yang pasrah, akhirnya memberikan kunci itu dengan nurut. “Awas kamu sampai berani masuk lagi!!!” Jasmine menatap Chiko dengan sinis, seperti ingin memakannya saja.
Dan tanpa basa basi lagi, Jasmine langsung menutup pintu Tokonya, karena sesungguhnya dia merasa malu dengan aksinya yang membiarkan Chiko membantunya mendapatkan pelepasaan.
“Aaahhh, bodoh – bodoh banget sih kamu Jas,” ringisnya sambil memukul – mukul kepalanya sendiri.
Dia tidak tahu apa yang ada dipikiran Chiko ketika tahu bahwa dia adalah wanita yang haus akan sebuah belaian.
**
Sedangkan, di luar sana, Chiko yang melihat jari – jarinya masih di baluti dengan cairan panas milik Jasmine tadi, memilih langsung menjillati tanganya sendiri.
“Manis,” lirihnya pelan, sambik terus menelan semua cairan yang lumayan banyak di tanganya.
“Aku ingin yang lebih,” ujarnya lagi, dan langsung mengambil ponselnya untuk mengirimkan pesan kepada Jasmine.
( Aku ingin Cairan ini lebih banyak,😛😜,) tulisnya dalam pesan singkat itu.
Jasmine yang baru saja membuka pesan itu, kini harus menenggelamkan kepalanya malu, “Bisa – bisanya dia membahas ****** ***** dengan santainya seperti itu,” umpat Jasmine yang semakin merasa gila ketika harus di hadapkan dengan situasi ini.
Chiko yang di luar sana kini beranjak segera masuk ke dalam mobilnya, dia ingin segera membebaskan kukubirdnya yang sedari tadi mukai membesar dan mengeras di sana.
Terasa sangat sakit sekali, ketika celananya ini terasa sempit menahan kukubirdnya yang nyaris meledak itu.
Dengan iseng, Chiko memfotonya lalu mengirmkannya pada Jasmine.
( Harusnya tadi dia bisa masuk ke dalam sarangnya, tapi tidak apa – apa, mungkin next, jika kamu menginginkannya, kamu bisa mendapatkannya, 😛😉) tulisnya lagi, pada pesan singkat beserta foto kukubirdnya yang sangat cetar itu.
Jasmine kembali membuka pesan singkat itu, lalu menepuk keningnya pelan, “Benar – benar sakit jiwa laki – laki itu,” gumamnya, dan memilih untuk membalas pesan tersebut.
( Tidak akan pernah!!! ) tulisnya dalam pesan itu.
Dia ingin segera mandi, untuk mendinginkan Kukubirdnya tersebut.
****
Setelah malam itu, Chiko tidak ada henti – hentinya mendatangi Jasmine dengan begitu banyak alasan yang ada.
Seperti saat ini, Jasmine yang sedang berada di sebuah acara meet and great bertemu dengan penulis novel favoritenya. Dengqn hati bahagia dia berangkat dari rumah menuku lokasi tersebut.
Tetapi, rasa bahagianya, tiba – tiba saja runtuh, ketika melihat sosok Chiko yang duduk tepat di sampingnya. “Kamu ngapain di sini?!” Tanya Jasmine, dengan penuh penekanan serta suara yang kecil, takut di dengar oleh sekelilingnya.
“Aku takut kamu kenapa – kenapa, jadi aku di sini untuk melindungimu.” Jawab Chiko dengan suara yang tidak bisa dikontrol, dan membuat beberapa orang kini menatapnya.
Jasmine sontak menatap sekelilingnya, dan berusaha tersenyum dengan mengatakan maaf kepada mereka semua yang sepertinya terganggu dengan suara Chiko.
“Demi Tuhan Chiko, hidupku jauh baik – baik saja, jika kamu tidak ada di sekelilingku.” Tekan Jasmine lagi.
Namun, belum sempat Chiko merespon kalimat Jasmine, terlihat acara sudah di mulai. Jasmine melupakan sejenak kehadiran Chiko yang berada di samping, dan memilih fokus ke depan, untuk mendengarkan semua yang akan di sampaikan oleh Blue Brid sang penulis Idolanya.
“Menjadi seorang pria sejati itu, harus memiliki lima hal yang akan membuat kebanyakan wanita akan tergila – gila dan mencintaimu, yaitu Kharisma, kewibawaan dan juga ketampanan, kekayaan dan juga rasa percaya diri yang begitu tinggi, maka selamat Anda akan menjadi pria yang sangat beruntung di dunia ini dan membuat semua wanita akan berjalan sendiri merangkak ke atas tempat tidurmu,” seru pria Yang menggunakan nama samaran Blue Bird itu.
Semua orang yang mendengarkan hal itu, hanya tertawa saja, karena mereka tahu bahwa sang penulis hanya menjadikan itu sebuah lelucoan karena Fiksi yang dia buat.
Tetapi berbeda dengan Chiko, sejak awal dia mendengarkan hal itu, raut wajahnya menjadi seperti sedang merasa kebingungan, hingga akhirnya tiba – tiba saja dia berdiri dan mengangkat tanganya. “Ehm, hallo – hallo, permisi, saya Adalah Chiko Watimena, saya ingin mengajukan pertanyaan kepada Anda.” Seru Chiko, yang tidak merasa malu sama sekali, ketika dilihati oleh banyak orang.
“Siapa pria itu? Bukankah ini belum waktunya sesi tanya?” Suara seseorang dari belakang yang mulai menggosipinya.
“Iya, benar sekali, tidak tahu sopan santun sekali sih.” Sahut suara – suara yang lainnya.
__ADS_1
Tapi bukan Chiko namanya, kalau dia memiliki rasa malu walaupun sedikit. Sedangkan Jasmine, hanya bisa menatap tidak percaya kea rah Chiko, dan yakin bahwa pasti hasil dari pertanyaan Chiko ini sangatlah tidak baik.
Blue Bird yang berada di depan, hanya bisa tersenyum, dan membiarkan Chiko bertanya terlebih dahulu.
“Silahkan Tuan,” ucap Blue Bird dengan senyum semanis mungkin.
“Oke, kamu mengatakan bahwa jika kita mempunyai lima hal yang kamu sebutkan tadi, maka semua wanita akan tergila – gila kepadaku? Tetapi kenapa aku masih belum bisa mendapatkannya?” Tanya Chiko dengan serius.
“Itu mungkin Anda merasakan, jika Anda memiliki semuanya, tetapi ternyata tidak,” jawab Blue Brid denga jelas. Tetapi sepertinya Chiko tidak menerima jawaban itu, sampai dia melirik ke sekelilingnya.
“Tidak – tidak, tetapi aku yakin, aku mempunyai itu semua.” Protesnta, lagi – lagi dengan penuh percaya diri.
“Tetapi masalahnya, kenapa wanita ini,” tunjuknya pada Jasmine, hingga membuat lampu sorot ke mengarahnya.
“Ke sini, ya ke sini ke arah wanita ini.” Tunjuknya lagi. Jasmine benar – benar merasa marah saat ini, perasaan malu serta kesal menjadi satu, hingga membuatnya hanya mampu menutup wajahnya rapat – rapat.
“Bisakah kamu menjelaskan, jika aku sudah mempunyai semuanya, tetapi wanita ini tidak mau tidur denganku, apakah kamu tahu alasannya?” Tanya Chiko lagi. Namun, belum sempat dia mendapatkan jawaban, Jasmine sudah lebih dulu lari dengan menahan malu karena menjadi pusat perhatian.
Chiko yang melihat Jasmine lari, kini langsung mengejarnya. “Hallo, Jasmine, mengapa kamu lari? Aku bahkan belum mendapatkan –“
“Shut up Chiko, close your fu cking mouth!” Bentak Jasmine penuh emosi.
Di sudah lelah sekali menghadapi sikap konyol dari pria yang dulu pernah menolongnya itu.
“Tapi aku bahkan belum –“ Chiko menghentikan kalimatnya, ketika mendapatkan tatapan tajam, serta tangan yang mengepal di hadapannya.
“Oh oke - oke, aku akan menutup mulutku ini.” Lirihnya pelan, sembari berusaha menutup mulutnya agar tidak bersuara lagi.
Jasmine, menghela nafasnya berat, lalu berusaha mencari taxi yang lewat. “Jalan Merpati putih,” ucapnya pada supir taxi.
Namun, baru saja dia masuk dan duduk di kursi penumpang, Chiko sudah lebih dulu duduk dengan rapi di sebelahnya.
“Apa yang kamu lakukkan di sini?” Tanya Jasmine dengan sedikit menaikkan intonasi suaranya.
“Sedang duduk.” Jawabnya singkat, tanpa memperdulikkan jika wanita di sebelahnya ini sedang naik tanduk.
Jasmine menggaruk kepalanya pusing, dia ingin memaki pria dihadapannya ini dengan kata – kata kasar, tetapi dia malu dengan supir taxi tersebut yang pasti akan mengetahui bahwa dia adalah wanita galak, entah di mulai sejak kapan dia menjadi wanita yang suka meluapkan emosi, yang jelas, tidak ada lagi kelembutan yang biasa di perlihatkannya dulu di hadapan Canva.
“Chiko, aku tahu kamu sedang duduk, tapi buat apa? Aku mau pulang Chiko? Ini bukan main – main.” Ucap Jasmine sehalus mungkin pada pria yang terlihat sangat keras kepala ini.
“Ya aku tahu, tapi aku hanya ingin menumpang saja.” Chiko terus saja menjawab setiap apa pun yang dikatakan oleh Jasmine.
“Aku –“
“Oke! Don’t argue, aku udah gak mau debat sama kamu. Terserah kamu mau apa, aku gak perduli.” Jasmine sudah sangat pusing sekali, hidup dengan bayang – bayang Canva yang selalu membuatnya rindu, tetapi juga ada bayang – bayang Chiko yang membuatnya muak. Seakan – akan seperti dua bayangan malaikat dan iblis yang sedang menghantuinya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1