Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat

Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat
Calon Suaminya


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Sesampainya di rumah duka, Chiko dan Jasmine turun dari mobil, dan melihat jika mendiang Angel dan Galang sudah selesai di makamkan.


“Jasmine, kamu terlambat.” Tegur pria yang tak lain adalah Andi.


Jasmine tersenyum, lalu menundukkan kepalanya. “Maafkan aku, karena tadi aku harus mengurus Canva terlebih dahulu, baru aku bisa ke sini.” Sahutnya, merasa tidak enak, karena dirinyalah yang paling lambat datang ke sana.


Andi menganggukan kepalanya pelan, lalu dia menatap Chiko yang berdiri di belakang Jasmine. “Dia?” Tanya Andi lagi, membuat Jasmine menoleh ke arah Chiko.


“Ah dia Chiko, teman baikku.” Jawab Jasmine dengan jujur.


Jasmine menyenggol tangan Chiko, agar pria itu mau bekenalan dengan temannya. “Ah, saya Chiko, calon suami Jasmine.” Ucapnya memperkenalkan diri.


Jasmine membulatkan ke dua matanya, lalu dia dengan sengaja menginjak kaki Chiko. “Awww.” Ringisnya pelan.


Andi semakin bingung dengan ini, “Jasmine, sejak kapan kamu mempunyai teman dekat selain kami?” Tanya Andi pada Jasmine.


“Ahh, dia -“


“Jasmine, kamu terlambat.” Suara wanita yang tiba - tiba muncul di belakang Andi.


“Ahhh, Mona.” Sahut Jasmine, yang menundukkan kepalanya.


“Iya ini aku, kamu sudah di tunggu di dalam.” Balas Mona lagi.


“Ehmmm, di dalam?” Jasmine merasa ragu untuk masuk.


“Di dalam ada Luna, ada Galih. Ada Shabrina dan juga ada suamiku Dika.” Mona mengatakan pada Jasmine, karena dia tahu jika Jasmine akan merasa canggung bertemu dengan orang banyak.


Jasmine menganggukan kepalanya pelan, bahkan dia tersenyum kecut ketika mendengar Mona mengatakan Dika adalah suaminya.


Memang benar, mereka semua telah menikah satu sama lain, Luna dengan Galih, Shabrina dengan Andi, Mona dengan Dika, dan Mendiang Galang dengan Angel.


Sedangkan dirinya? Siapa yang tahu nasib? Hasil dari menyelamatkan Angel sekarang putranya harus tidak mempunyai ayah.

__ADS_1


Mau di katakan dendam, sebenarnya Jasmine tidak sedendam itu sampai harus membenci mereka, hanya saja Jasmine merasa bahwa takdir ini sangatlah tidak adil, ketika dirinya harus kehilangan kekasihnya, yang lain malah menikah dan hidup dengan Happy Ending.


Dengan melangkahkan kakinya pelan, Jasmine masuk ke dalam rumah Galang, karena rumah inilah yang masih bisa di pakai. Sedangkan rumah Angel, masih di sita oleh polisi untuk di jadikan tempat olah tkp.


“Jasmine.” Sapa Shabrina ketika melihat Jasmine yang baru masuk ke sana.


“Kamu terlambat Jas.” Timpalnya lagi.


“Maaf, aku tadi harus mengurus Canva dulu, jadi aku agak terlambat.” serunya, merasa benar - benar sangat tidak enak.


“Kamu juga mengurus anak, tapi untuk masalah teman kami juga mempunyai rasa empati yang tinggi, tidak sampai terlambat.” Sahut satu suara yang nampaknya itu dari Luna istri Dika.


“Luna, jangan seperti itu.” Tegur Shabrina, memperingatkan temannya itu agar tidak terlalu ketus pada Jasmine.


“Loh, kenapa? Aku benar kan, bukan hanya dia yang mengurus anak, padahal anaknya cuman satu tapi kalau pergi masih terlambat, itu ngurus anak atau ngurus pacar baru.” Balasnya lagi, merasa jika dia benar dalam berkata - kata.


Jasmine hanya bisa mengepalkan tanganya, dan menahan emosinya agar tidak terpancing dengan masalah ini.


“Ehmm, maaf, apakah yang kamu maksud pacar baru adalah aku?” Tanya Chiko, yang memilih bersuara ketika Jasmine hanya diam saja di singgung seperti itu.


“Ya iya, siapa lagi memangnya yang datang dengan Jasmine kalau bukan kamu.” Sahutnya lagi, membuat Chiko tersenyum mendengarnya.


“Sudah Chiko, tidak usah di bahas, kita datang ke sini niatnya baik, sudah jangan di ladenin.” Bisik Jasmine, meminta agar Chiko tidak melayani Luna.


“Sudah - sudah, kenapa malah pada berantem sih? Kita di sini untuk mendoakan mendiang Galang dan juga Angel, Luna tutup mulutmu!” Tegas Dika suaminya, ketika dia merasa jika keadaan sudah kurang kondusif.


“Loh kok malah aku yang di suruh diam?” Protesnya, membuat yang lain geregetan mendengarnya.


“Ya memang kamu! Dari tadi mulutmu yang bersuara!” Kali ini suara Shabrina yang terdengar, karena sedari awal memang dia tidak menyukai Luna yang suka sekali menceritakan orang.


Andi menegur istrinya dengan sentuhan tangannya, meminta agar istrinya tidak terlalu ketus pada Luna.


Di saat keadaan sudah mulai tenang, barulah mereka bersama - sama dengan keluarga dari ke dua belah pihak mendiang berdoa bersama - sama untuk mendiang Galang dan juga Angel, agar tenang di surga Tuhan.


***


Setelah selesai dalam rangkaian acara, Andi dan Shabrina mengajak mereka ber 8 untuk pergi ke salah satu restoran yang tidak jauh dari sana untuk melakukkan makan siang bersama.

__ADS_1


“Sudah lama kita tidak kumpul seperti ini ya,” ucap Mona ketika semuanya sudah duduk dengan rapi di tempat mereka masing - masing.


Jasmine sebenarnya tidak enak berada di dalam Circle mereka, karena semenjak Canva tidak ada Jasmine merasa bahwa mereka ini bukan lagi teman - teman dari Jasmine.


“Kenapa pada tegang? Anggap saja bahwa kita sedang reunian, meskipun tidak terasa lebgkap lagi karena Angel dan Galang sudah tidak ada bersama kita.” Seru Andi, merasa bahwa teman - temannya ini sudah saling canggung karena lama tidak bertemu.


“Iya, kita tidak pernah menyangka jika Galang dan Angle akan menyusul Canva secepat itu, kaya rasanya masih ada yang janggal gitu, iya gak sih?” Sahut Mona yang sedari tadi sudah bertanya dengan suaminya, bagaimana bisa Angel dan Galang meninggal dalam sebuah pembantaian.


Galih menganggukan kepalanya pelan. “Iya, kenapa bisa mereka di bunuh dengan keji seperti itu? Apa yang mereka ambil? Tapi juga tidak mungkin rampok bekerja serapi itu.” Tungkas Galih, membuat Andi menganggukan kepalanya pelan.


“Tidak heran, bukannya sedari dulu keluarga mereka memang banyak memiliki musuh?” Tanya Dika, ingin membuat semua orang yang menolak ingat kejadian 9 tahun yang lalu.


“Iya, kamu benar, karena konflik keluarga merekalah, kita harus kehilangan sahabat kita Canva.” Sahut Shabrina lagi, membenarkan apa yang dikatakan oleh Dika.


Ketika mereka semua berbicara, Chiko dan Jasmine memilih untuk tidak mendengarkannya, mereka berdua sibuk dengan menu makan siang yang akan mereka pilih.


“Bagaimana kabar Canva Junior Jas?” Tanya Andi tiba - tiba.


“Ahh, dia baik, dia baru selesai Ujian, dan ini minggu terakhir dia sekolah sebelum libur 2 minggu.” Jawab Jasmine dengan singkat. Karena memang tidak ada yang menarik lagi untuk dia ceritakan.


“Wahhh, berapa usianya dia sekarang? 9 ya?” Tanya Andi lagi, dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Jasmine.


“Lalu, kapan kalian akan menikah?” Pertanyaan Andi kali ini, berhasil membuat Jasmine dan Chiko menoleh bersama - sama.


“Menikah?” Tanya Jasmine ulang, memastikan bahwa Andi tidak salah dalam memberikan pertanyaan untuknya.


“Menikah?”


*To qBe Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2