Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat

Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat
Chiko Sang Psychopat


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❀️🌹


πŸ’ HAPPY READING πŸ’


Sudah seharian ini, Chiko sibuk dengan pekerjaannya, walaupun sebenarnya dia tidak benar – benar sedang bekerja, karena pasalnya seharian ini kegiatanya hanya terus diam seperti di dalam otaknya itu sedang memikirkan sebuah masalah yang sangat keras.


Lalu tiba – tiba saja, Asistennya Rafi datang, dengan membawa seorang wanita yang sangat menjijikan menurut Chiko.


β€œTuan, ini adalah Ayu, wanita yang menjadi kandidat Sekertaris baru Anda Tuan,” ucap Rafi dengan sangat berhati – hati.


Dengan tatapan membunuh ke arah wanita itu, Rafi sudah paham bahwa dirinya tidak perlu mendengarkan apa jawaban dari bosnya itu. Dan langsung segera mengajak wanita itu untuk keluar.


β€œTuan, saya tidak mau Tuan, saya harus menjadi Sekertaris di sini,” ucap wanita itu berteriak, karena tidak ingin dibawa pergi oleh Rafi.


Hingga akhirnya Chiko yang geram mendengar suara wanita itu, langsung melemparkan gelas kaca begitu saja ke arah wanita itu.


Membuat pipi wanita itu terluka dan itu sangat membuat perasaan Chiko yang seharian ini murung, akhirnya bisa kembali merasa senang ketika melihat penderitaan seseorang. Bahkan hatinya terasa begitu puas, ketika melihat wanita itu sampai harus menangis dan berlutut di lantai yang dingin.


Chiko beranjak dari posisinya, melangkah mendekati wanita tersebut, lalu dia menundukkan sedikit tubuhnya agar bisa bertemu pandang dengan wanita yang tengah mendongkakkan kepalanya menatap ke arahnya.


β€œPakaian kurang bahan seperti ini, sangat memperlihatkan kwalitas dirimu, dan dengan menjadikan dirimu seperti seorang pellaacur itu, sama sekali tidak membuat aku tertarik,” tegas Chiko, lalu kembali bangkit dan segera mengelap tangannya yang terasa sangat kotor.

__ADS_1


β€œMaaf Tuan, saya hanya mau Anda Tahu, bahwa saya siap melakukan apa saja untuk Anda Tuan, saya sangat membutuhkan pekerjaan ini, tolong saya Tuan, terima saya,” ucap wanita itu dengan tangisan yang mulai membasahi pipinya.


β€œJika kamu membutuhkan pekerjaan ini, harusnya kamu membaca persyaratan yang tertulis di saat kamu ingin melamarnya!” sentak Chiko, tidak ingin berbasi – basi dengan hal yang sangat tidak masuk akal menurutnya.


Wanita itu baru saja ingin kembali membuka suaranya, Namun Rafi lebih dulu menahannya, β€œTuan Chiko, sangat tidak menyukai ketika ada orang yang memohon kepadanya,” Rafi memberikan peringatan kepada Ayu tentang itu.


β€œJika kamu terus memohon, maka tidak akan dijamin nyawa kamu masih ada di tempatnya,” Rafi berucap dengan penuh penekanan.


Chiko adalah sosok pria yang tidak mengenal belas kasihan sama sekali, masuk ke dalam circle lingkungannya itu sangatlah mengerikan. Karena sepertinya kehidupan Chiko hanya memiliki dua opsi di dalam kamusnya, yaitu Hidup atau Mati.


Namun, sayangnya yang memilih opsi itu, bukanlah masangnya, melainkan Chiko sang Pemimpin. Itulah mengapa, yang mau menjadi anggota darinya itu harus benar – benar memiliki pemikiran waras, sebelum terjebak ke dalam lembah dosa yang tak terkira. Atau memang harus manusia gila yang mau menjadi anak buahnya, manusia yang sama sekali tidak memiliki rasa takut ketika ada bahaya yang mengancam.


Sudah enam puluh tujuh wanita yang mendaftar menjadi sekertaris di perusahaannya itu, Namun tidak satupun dari mereka yang bisa masuk ke dalam kriteria Chiko. Karena pria itu hanya ingin dan mau sekertarisnya itu tidak tertarik kepadanya.


Chiko sendiri sudah sering mencoba untuk melakukan kebiasannya seperti dulu, menyewa wanita – wanita untuk menjadi partner tidurnya, Namun entah kenapa dia merasa sama sekali tidak bisa merasakan kenikmatan itu.


Dan jika dia merasa sangat kesal, maka dia memilih untuk membunuh semua wanita sewannya itu, karena dia merasa wanita – wanita itu sangatlah tidak berguna ketika di minta untuk memancing hasratnya.


***


Dengan perasaan kesal, Chiko memilih untuk berkunjung ke toko bunga Jasmine.

__ADS_1


Dia ingin tahu, apakah malam seperti ini, wanitanya itu masih bekerja atau sudah pulang ke rumah.


***


Di sisi lain, Jasmine yang baru saja selesai berberes – beres kini melihat ke depan tokonya, lalu membalikkan tulisan Open menjadi Closed.


Malam ini terasa begitu dingin, dan entah kenapa Jasmine merasa seperti menginginkan sesuatu.


Jasmine menurunkan tirai yang menutup semua kaca di tokonya, lalu dia kembali duduk di kursi singasananya di balik meja kasir.


Wanita itu terdiam sejenak, untuk memikirkan hal apa yang dia ingin lakukan selanjutnya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganyaπŸ₯° jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»*


__ADS_2