Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat

Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat
Permainan


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Setelah Canva berperang dengan hatinya dia memilih untuk masuk ke dalam melihat keadaan Jasmine.


Ketika dia masuk ke dalam, Canva sudah di suguhkan dengan pemandangan Jasmine yang ingin bangkit dengan mengambil air minum.


“Jasmine.” Tegur Canva, lalu dia mempercepat langkahnya untuk mengambilkan minum untuk Jasmine.


“Terima kasih.” Ucap Jasmine, ketika Canva masih mau menolongnya.


Canva menunggu sampai Jasmine selesai minum, lalu mengambilnya lagi untuk di kembalikan di atas meja. “Kamu - untuk apa ke sini?” Tanya Jasmine pada Canva.


Setelah kejadian tadi, di mana dia mengetahui tentang perselingkuhan Canva, membuat Jasmine merasa canggung sendiri dengan Canva.


“Maaf ya Canva.” Timpalnya lagi, membuat Canva menyeritkan keningnya pertanda bahwa dirinya bingung ketika Jasmine meminta maaf kepadanya.


“Maaf kalau aku hanya bisa membuat kamu malu, maaf kalau aku adalah seorang wanita yang berasal dari keluarga misikin, maaf karena aku adalah anak yatim piatu, maaf karena aku sudah menerima kamu, ma -“ kalimatnya terhenti, ketika Canva meletakan jarinya di depan bibir Jasmine, tidak mau jika kekasihnya itu terus menerus untuk meminta maaf atas kesalahan yang tidak pernah dia lakukkan.


“Jangan meminta maaf lagi.” Ucap Canva dengan wajahnya yang begitu serius.

__ADS_1


“Aku yang minta maaf, karena aku tidak memberitahukan kamu tentang perjodohan aku dengan Indri.” Sambungnya lagi, Namun Jasmine masih terus saja diam tanpa menanggapi.


“Aku minta maaf, karena aku tadi sudah membentak kamu tadi, Jasmine -“ ucap Canva terhenti, ketika Jasmine menurunkan jarinya dari depan bibirnya.


“Kayanya, kita memang udah gak cocok deh, kita beda Canva, mungkin saja dengan menikah sama Indri, kamu bisa kembali membangkitkan bisnisnya mendiang papah kamu.” Jasmine terlihat sudah menyerah dengan hubungannya bersama dengan Canva yang selama ini hanya besttreet saja.


Canva menggelengkan kepalanya pelan, lalu dia beralih dengan menggenggam tangan Jasmine dengan erat. “Kamu jangan bilang seperti itu! Kamu marah sama aku tidak apa - apa, kamu tidak mau maafin aku untuk sementara juga tidak apa - apa, tapi aku mohon untuk maafkan aku Jasmine, aku sayang sama kamu.” Canva menolak Jasmine yang menginginkan hubungan mereka untuk putus.


Bahkan Canva sampai harus berlutut menundukkan kepalanya agar Jasmine mau merubah keputusaanya. Mengingat bagaimana dulunya dia begitu susah mendapatkan Jasmine, dan sekarang tidak mungkin dia akan menyia - nyiakan begitu saja hubungan mereka.


Jasmine bahkan sampai menangis, ketika mendapatkan Canva yang seperti ini. “Jangan berlutut seperti ini Canva! Aku merasa tidak enak denganmu.” Pinta Jasmine agar Canva berdiri dari duduknya.


Canva menggelengkan kepalanya pelan, “aku akan bangkit jika kamu sudah memaafkanku.” Tolaknya bahkan memberikab penawaran untuk Jasmine.


Sontak saja Canva tersenyum, lalu bangkit dan memeluk tubuu Jasmine dengan begitu erat. “Terima kasih sayang, terima kasih.” Ucap Canva pada Jasmine, dan tak lupa kecupan setiap inci wajahnya yang di daratkan oleh Canva.


Flash back off.


Mengingat semua kecupan hangat yang diberikan oleh Canva kepadanya. Lagi - lagi tubuh Jasmine merasa sangat on malam ini.


Dia memilih untuk pergi masuk ke dalam kamarnya lalu menguncinya, dia segera membuka laptopnya dan menonton sebuah film dewasa seperti film 365 days.

__ADS_1


Jasmine mulai menggerakan tangannya dari atas ke bawah, dia bahkan merasa dirinya semakin On dalam kondisi ini. “Ahhh, ini pasti karena aku meningat masa lalu.” Umpatnya yang tidak tahu di artikan dalam mode apa, senang atau kesal.


Saat film memasuki scene dewasa ia mengikuti gerakkan di dalam film, "ahhhh masimo ahhh daddy emhhh" dasah Jasmine memasukkan jarinya kedalam apomnya.


"Emhhh daddy why you so hot? dasuhnya lagi memenuhi ruang kamar tersebut. Beruntung kamar itu kedap suara, hingga tidak akan ada satupun orang yang bisa mendengarnya.


Merasa tak puas hanya menggunakan jari Jasmine beranjak mengambil mainanyanya di dalam lemari rahasianya yang menyimpan berbagai macam koleksi mainanya miliknya. Jasmine bangkit dang mengambil sesuatu dari dalam lemarinya. Satu hal yang tidak di ketahui orang lain tentang Jasmine, dirinya adalah Hyper semenjak dirinya bertemu dengan Canva. Bahkan dia sampai mengoleksi berbagai macam vibra tor dengan berbagai bentuk serta dil do dengan segala ukuran yang dia ketahui.


Setelah mendapatkannya pertama - tama membasahi dildo berukuran big size itu menggunakan air liurnya, lalu meng ulu m daldo tersebut untuk memudahkannya masuk. Jasmine menempelkan mainan itu di kasur kemudian perlahan mulai menduduki mainan itu, mencoba memasukkan mainan sambil bergerak ke atas dan ke bawah menggap bahwa mainan itu adalah Canva mantan kekasihnya.


Dia terus memalukkan itu sampai dia merasa sudah keluar. Jasmine terlihat ngos - ngosan, lalu dia berbaring di atas kasur. “Apa sebaiknya aku menyewa seseorang aja ya? Biar lebih berasa, yang pentingkan gak Cinta.” Ucap Jasmine yang sepertinya merasa tidak puas jika harus begini - begini terus setiap dia menginginkannya.


*To qBe Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2