
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
“Panggil Aku Papah Jasmine, Panggil aku Papah!” Perintahnya pada Jasmine, namun bodohnya Jasmine malah menganggukan kepalanya pelan, menurut dengan apa yang dikatakan dan perintahkan oleh Chiko padanya.
“Papah, aahh, jangannn pah,” Jasmine berusaha mendorong tubuh kekar milik Chiko, agar tidak turun ke area bahwa tubuhnya. Tetapi Chiko malah mengerasi tubuhnya, dan malah menurunkan kepalanya dan langsung menji lati apom milik Jasmine yang berwarna pink segar.
Jasmine merasakan kenikmatan yang belum pernah dia dapatkan sebelumnya, sudah lama sekali dia tidak benar - benar merasakan hal ini. Bahkan tanpa dia sadari, dia membuka ke dua kakinya, agar Chiko lebih leluasa mengabrek abrek apomnya. “Chiko, ahhhh,” Jasmine kembali menjerit kenikmatan ketika Chiko terus menerus meniilati apomnya.
Bahkan kadang menggigit lembut kacang di sana, membuat Chiko semakin menierit dan bahkan sampai menarik narik seperai kasurnya.
“Chiko, aahhh Chiko.”
“Panggil Papah!” Perintahnya lagi, namun sama sekali tidak di dengar oleh Jasmine, karena wanita itu masih sibuk dengan kegiataanya yang menjerit - jeriy manja.
Chiko menggelengkan kepalanya pelan, lalu kembali menye dot cairan Jasmine yang terasa sangat manis seperti Storwbeerry.
Chiko yang sudah tidak tahan mendengar jeritan teriakan Jasmine, lalu menghentikan kegiataanya, dan membuka semua pakaiannya untuk bersiap memasukan kukubirdnya yang sudah berdiri tegak bagaikan tiang bendera, ya maklumlah kukubird itu sudah sangat lamat tidak pernah terpakai.
“Jasmine, kamu maukan?” Tanya Chiko berbasa - basi, apa ayang ditanyakan Chiko? Apa dia berpikir kalau Jasmine akan menolaknya jika sudah dalam kedaan on seperti ini? Ohh tentu saja hal itu tidak akan pernah terjadi, siapa yang rela menolak kenikmatan seperti ini. Jasmine menganggukan kepalanya pelan, dan menganggukan kepalanya, menandakan jika dia siap untuk di masukin.
Chiko tidak ingin menyia - nyiakan kesemapatan ini, sudah 9 tahun dia menunggu kesempatan ini, dan tentu saja ketika dia Mendapatkan lampu hijau dari Jasmine, pria itu langsung memasukkan kukubirdnya yang sudah keras membatu ke dalam Apom Jasmine yang berwarna merah merona.
“Ahhh, Chiko pelan - pelan! Ini sakit.” Tegas Jasmine, ketika dia merasa perih ketika Chiko mulai memasukinya.
“Punya kamu ini sempit Jas, makanya sakit, padahal kamu sudah melahirkan, tapi kenapa masih sempit banget ya, tapi gak apa - apa, kalau sudah sering di pakai nanti, pasti akan terasa sangat enak kok.” Chiko mencoba kembali meracuni pikiran Jasmine, agar wanita itu mau berhubungan kembali dengannya di lain waktu.
Ketika mereka berdua sudah sama - sama, sampai di puncak kenikmatan mereka, akhirnya Jasmine tertidur di dalam pelukkannya.
__ADS_1
Melihat Jasmine yang tertidur, Chiko tersenyum karena akhirnya dirinyalah yang menang menghadapi pertahanan Jasmine.
Chiko tidak henti - hentinya tersenyum, dan bahkan ingin meleyangkan sebuah kecupan di kening Jasmine.
Namun, belum saja bibirnya itu mendarat, Jasmine lebih dulu membuka matanya lalu mendapatkan Chiko yang ingin menciumnya.
Bugggghhhh, satu gebokan mentah dilayangkan oleh wanita itu, sampai Chiko yang belum mempersiapkan pertahanan, langsung terjatuh ke bawah tempat tidur.
“Berani - beraninya kamu memaksaku melayanimu!” Sentak Jasmine, merasa tidak terima karena dia berusan memberikan tubuhnya pada Chiko.
“Aku tidak memaksa, tapi kita melakukkannya karena mau sama mau, suka sama suka, makanya semuanya terasa nikmat.” Balas Chiko, membela dirinya yang di tuduh sebagai tukang paksa.
Chiko kembali tersenyum, karena membayangkan hal barusan yang terjadi. Bugggghhhh, sekali lagi Jasmine memberikkannya sebuah pukulan, karena Jasmine merasa jika laki - laki di hadapannya itu sangat - sangatlah kurang ajar.
“Kenapa kamu kerumahku?!” Tanya Jasmine dengan tegas. Namun, pria yang di tanya malah tidak fokus sama sekali, dan malah menatap tubuh Jasmine yang masih sangat polos tanpa pakaian.
Menyadari tatapan Chiko yang melihat tubuhnya, Jasmine kambali memasang wajah sinisnya, lalu mengambil selimut untuk menutupinya.
“Apa maksudmu? Sering melihatnya?” Tanya Jasmine lagi.
Chiko menghela nafasnya panjang, sepertinya dia sudah harus jujur pada Jasmine dengan perbuataanya. Chiko beranjak dari posisinya, dengan santainya membiarkan kukubird itu menggantung bebas, lalu dia mengambil pakainnya dan segera memakainya.
Semua pergerakan Chiko benar - benar tidak lepas dari tatapan Jasmine, dia ingin tahu apa yang di ambil oleh pria itu, ketika Chiko mengarahkan tangannya masuk ke dalam suduh lemarinya.
“Aku menyimpan Cctv kecil di sana, makanya aku bisa melihat apapun yang kamu lakukkan.” Ungkap Chiko, lalu kembali mengambil Ccvt yang lainnya dari setiap sudut kamar Jasmine.
Melihat hal itu, sontak saja Jasmine membulatkan matanya, karena tidak percaya dengan apa yang ada di dalam pikirannya.
“Kamu? Untuk apa kamu menaruh kamera itu di kamarku?” Tanya Jasmine dengan gugup.
__ADS_1
“Tentu saja untuk melihat semua kegiataanmu, bahkan di saat kamu melakukkan Turn on permainan sendiri aku bisa melihat dan mendengar suaranya.”
“Makanya, semalam aku mendengar kamu mengatakan bahwa kamu ingin menyewa seorang pria agar bisa berhubungan denganmu, jelas aku tidak terima, makanya aku pagi - pagi ke sini, tetapi aku melihat masih ada Canva, jadi aku menunggu Canva untuk pergi dulu, dan ketika Canva pergi, aku melihat kamu masuk tetapi kamu sibuk dengan pekerjaanmu, makanya aku terus pantau kamu sampai kamu selesai mandi, barulah aku datang.” Chiko menjelaskan semua niatnya dari pagi sampai akhirnya dia berhasil berhubungan dengan Jasmine.
Tetapi, sangking asiknya dia bercerita, dia sampai tidak menyadari jika Jasmine sudah berdiri di belakangnya dengan memegang sebuah tongkat bisbol, yang memang sengaja dia beli jaga - jaga jikalau suatu saat ada maling di rumahnya.
Namun, siapa sangka jika dia malah akan menggunakan itu untuk memukul kepala Chiko yang penuh dengan ide - ide me sum.
Chiko tidak menyadari sama sekali, jika Jasmie kali ini sudah benar - benar mengelurkan tanduknya, dan bahkan sudah bersiap untuk memukulnya.
Buggghhhhhhh, Jasmine memukul kepala Chiko benar - benar sangat keras, hingga ketika Chiko memegang kepala bagian belakangnya, terlihat darah segar yang mengalir dari sana.
Jasmine terkejut, lalu membuang tongkat itu dengan sembarangan. “Chiko, are you okay?” Tanya Jasmine terlihat panik, namun Chiko menjawab dengan anggukan kepalanya pelan.
“Iam -“ belum selesai menjawab, Chiko sudah lebih dulu terjatuh pingsan karena kepalanya merasa sangat - sangat pusing.
“Ahh, Chiko jangan mati.” Seru Jasmine, yang lalu menghampiri Chiko untuk melihat keadaan pria kurang ajar itu.
*To qBe Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
__ADS_1
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*