Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat

Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat
Mengobati Chiko


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


Merasa panik dengan apa yang terjadi dengan Chiko, Jasmine memilih untuk menarik tubuh Chiko naik ke atas tempat tidur.


“Ihhhh,ihhh. Berat banget sih badannya udah kaya gentong aja.” Gerutunya, karena memang dia merasa tidak bisa mengangkat tubuh pria berotot itu.


Jasmine yang kesal, kembali meletakan tubuh Chiko, dan tidak jadi mau mengangkatnya.


Dia memilih mengambil baju dasternya dulu, lalu mengenakannya, dia merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang Nak ed dan khawatir jika Chiko akan tiba - tiba bangun.


Jasmine menghela nafasnya, lalu mengambil kotak P3k untuk mengobati luka Chiko. ”ihhh, ngerepotin aja sih, udah dia yang ambil jatah! Dia juga yang mau di urus.” Umpat Jasmine, tak henti - hentinya menggerutu kesal.


Dia menyampingkan tubuh Chiko untuk bisa melihat luka yang ada di bagian kepala belakangnya. “Ya ampun, luka kecil gini doang pake pingsan.” Ucap Jasmine, lalu mengambil Alkohol pembersih luka, dan menuangkannya di luka Chiko.


Lalu, setelah itu dia mengambil kapas dan meletakan Bethadine sedikit lalu menekan - nekannya di luka itu. Dan kembali dia mengambil hansaplast agar menutupi lukanya itu, namun Jasmine merasa kesulitan meletakkannya, karena terhalang oleh rambut - rambut Chiko yang sangat tebal.


Akhirnya Jasmine memotong bagian rambut Chiko yang itu, dan membuatnya menjadi botak sedikit. Selesai dia memplaster, Jasmine kembali memberikan sebuah perban, bahkan Jasmine yang baik hati, memperban satu kepala Chiko, sampai menutupi wajahnya, Jasmine hanya memberikan celah untuk hidung dan matanya saja.


“Nahkan sudah selesai.” Lirih Jasmine, lalu menyimpan kembali semua prabotan P3K itu.


Jasmine merasa sangat tidak nyaman dengan bagian bawahnya, lalu dia teringat kalau Chiko tadi membuang kecebong hanyutnya di dalam rahimnya.


“Hishhh, bener - bener nih laki!” Umpatnya lagi, dan langsung segera masuk ke kamar mandinya untuk membersihkan sisa - sisa cairan yang membuat apomnya terasa lengket.


Jasmine masuk ke kamar mandi dan melihat pantulannya dari kaca, dia mengusap seluruh tubuhnya, dan membayangkan betapa nikmatnya kejadian tadi. “Hushhh, Jasmine, sadar!! Bisa - bisanya kamu malah menikmati permainan itu!” Umpatnya, menyadarkan dirinya sendiri.


Mungkin memang benar dia menikmatinya, namun nanti di depan Chiko, pasti dia akan pura - pura marah, agar Chiko tidak berpiki jika dirinya mau di perlakukkan seperti itu terus.

__ADS_1


Setelah membersihkan dirinya, Jasmine langsung segera bersiap untuk ke pemakaman Gilang. Meskipun hubungan mereka sudah semakin menjauh, tapi tetap saja Gilang dan Angel adalah teman yang sudah membantunya semenjak Canva meninggal.


Meskipun, di dalam hati kecil Jasmine menyalahkan Angel dan Gilang atas kematian kekasihnya. Namun, Jasmine sama sekali tidak pernah memperlihatkan hal itu pada orang lain.


***


Di saat Jasmine memilih bersiap - siap untuk pergi melayat, Chiko tersadar dari pingsannya, dan mengerjap - ngerjap matanya memperbaiki pengheliatannya.


“Di mana aku? Gumamnya, namun masih terdengar oleh Jasmine yang sedang memakai bajunya.


“Di Neraka.” Sahut Jasmine dengan begitu ketus.


Chiko menghela nafasnya, “ternyata aku sudah di surga ya, buktinya aku sudah bertemu dengan bidadari.” Ucapnya asal, namun kalimat itu lagi - lagi membuat Jasmine merasa kesal.


“Bangun gak! Kalau gak mau bangun aku siram kamu pakai gayung!” Ancam Jasmine, merasa resah karena Chiko malah menikmati tidur - tiduran di lantainya.


“Kenapa kamu dengan tega membiarkanku pingsan di lantai?” Tanya Chiko, ketika dia merasa bahwa tubuhnya terasa sakit karena lantai yang sama sekali tidak empuk.


“Kamu lihat tubuhku!” Perintahnya lagi, agar Chiko bisa melihat perbandingannya.


“Badanmu itu besar! Mana kuat aku yang kecil begini angkat kamu.” Ketusnya lagi, membuat Chiko langsung bangun dari posisinya.


“Badan aku tidak besar! Tapi badan aku ini Sixpack tau!” Ucap Chiko, menolak ketika tubuhnya di bilang besar oleh Jasmine.


“Tetap besar,” balas Jasmine tanpa perduli dengan kalimat Chiko.


“Kamu mau kemana?” Tanya Chiko, ketika melihat Jasmine yang sudah bersiap ingin pergi.


“Aku mau melayat ke tempat Gilang dan Angel,” jawabnya dengan singkat, sembari terus bersiap mengancuhkan Chiko yang sejak tadi menatapnya.

__ADS_1


Chiko yang diam lalu melihat pantulan dirinya dari cermin. “Kamu yang membuatku jadi mummy seperti ini?” Tanya Chiko lagi, namun Jasmine yang malas menjawab, memilih untuk berdiri di pintu.


“Aku harus pergi sekarang Chiko!” Ucapnya, mengartikan Chiko bahwa dia sedang di usir oleh pemilik rumah.


Chiko menggelengkan kepalanya kuat, “tidak - tidak, aku akan tetap di sini menunggu kamu pulang.” Tolaknya tidak mau di usir oleh wanita yang baru saja menidurinya.


“Chiko!” Sentak Jasmine lagi, namun bukannya takut, Chiko malah naik ke atas tempat tidur Jasmine, dan berbaring di sana.


Jasmine menggelengkan kepalanya benar - benar merasa sangat frustasi, dia bahkan menarik kaki Chiko dengan kuat, agar laki - laki itu turun dari tempat tidurnya.


“Ayo pergi! Kamu juga ikut! Biar kamu melihat mayat yang sudah dibunuh oleh anak buahmu!” Tegas Jasmine, yang memikirkan jika sebaiknya Chiko ikut saja dari pada dirinya di dalam kamar Jasmine.


Wanita itu khawatir, jika Chiko akan memasang kembali kamera - kamera itu di lain tempat.


“Bukan ak -“


“Iya bukan kamu, tapi anak buahmu.” Jasmine tahu, bahwa Chiko akan kembali membela dirinya dan merasa bahwa dirinya tidak salah.


Tetapi, Jasmine sangat yakin bahwa yang membunuh Gilang dan Angle adalah mereka, meskipun Chiko mengelak sampai gila, tetapi Jasmine juga tidak bodoh dia tahu, tetapi dia memilih lebih baik diam saja.


*To qBe Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘

__ADS_1


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2