Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat

Malam Panas, Hasrat Bersama Sang Psychopat
Masa Lalu Jasmine


__ADS_3

🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹


💐 HAPPY READING 💐


“Ya begitulah kamu.” Balas Chiko dengan lukas.


“Begitu bagaimana?” Sahut Jasmine lagi.


“Kamu tidak pernah mau mengerti tentang aku.” Ucap Chiko lagi.


Dan akhirnya Jasmine memilih untuk menyerah berbicara dengan Chiko. Dia bahkan tidak perduli lagi apapun yang mau di lakukkan Chiko setelah ini.


Jasmine menggaruk kepalanya sejenak, dia merasa bingung dengan apa yang harus dia katakan pada Chiko bahwa dia sudah lelah dan ingin mengusir pria itu.


“Apakah sudah selesai?” Tanya Chiko tiba - tiba, ketika mendapatkan Jasmine mendiaminya dengan mata yang memutar ke sana dan kemari.


Jasmine menganggukan kepalanya pelan sebagai jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh Chiko. “Baiklah, kalau begitu aku akan pergi sekarang.” Serunya lagi, dan lalu beranjak berdiri dari duduknya.


Tidak ada yang bisa Jasmine katakan lagi, dia yang tadinya bingung, bagaimana cara mengusir Chiko, namun dirinya malah mendapatkan Chiko yang pergi sendiri tanpa dirinya menyuruh.


Bahkan Chiko berniat pulang sendiri tanpa dirinya menyuruh.


Jasmine ikut berdiri ingin mengantar Chiko pergi dari rumahnya. Namun lagi - lagi Chiko malah hanya terdiam tanpa mengatakan apa pun, apa lagi berpamitan pada Jasmine.


Hingga pria itu masuk ke dalam mobilnya dan hilang dari pandangannya. Jasmine hanya bisa menghela nafasnya panjang.


“Aku tidak merasa kalau aku mempunyai salah sama dia, tapi kenapa dia malah bersikap seperti itu denganku?” Gumam Jasmine, bertanya pada dirinya sendiri tentang perubahan sikap Chiko padanya.


***


Tidak mau berpikir tentang hal yang negatif, Jasmine memilih untuk masuk kembali ke dalam rumahnya, lalu mengunci pintu.


Jasmine berjalan masuk untuk mengecek apakah putranya sudah tidur atau belum, “Canva sayang.” Panggil Jasmine, namun tidak ada respon dari putranya.


“Ternyata kamu sudah tidur ya.” Ucap Jasmine sendiri, lalu masuk ke dalam untuk menyelimuti putranya dan mengecilkan suhu Airconnya agar Canva tidak kedinginan.


Setelah itu, tidak lupa Jasmine memberikan kecupan selamat malam untuk Canva. “Terima kasih ya sayang, karena kamu tidak pernah menuntut pada Mamah untuk memiliki seorang Papah.” Jasmine mengucapkan lagi kalimat rasa bersyukurnya karena diberikan oleh Tuhan seorang anak yang penurut seperti Canva.


Tetapi, Jasmine juga merasa bahwa hidupnya tidak mungkin hanya seperti ini saja sampai ke depannya.


Jasmine kembali duduk termenung, mengingat kejadian di masa lalu.

__ADS_1


Flash Back On


“Sayang, makan dulu yuk.” Panggil Jasmine, ketika dia baru saja selesai memasak sarapan untuk dirinya dan juga Canva.


Canva yang sejak tadi hanya duduk di kursi ruang tamu, kini menganggukan kepalanya pelan, lalu menyusuli Jasmine yang berada di dalam dapur.


“Sini yuk, makan bareng sebelum kita berangkat ke sekolah.” Ucap Jasmine lagi, sembari menyahikan makanan ke dalam piring Canva.


Tetapi wajah Canva terlihat terus saja datar, seperti pria yang sedang menyimpan banyak sekali beban.


“Canva.” Panggil Jasmine lagi, ketika Canva sepertinya sedang melamun.


“Eh, iya.” Sahutnya terkejut.


Melihat Canva yang seperti itu, membuat Jasmine kini tertunduk lesuh, sembari mengaduk - aduk makanan di dalam piringnya.


“Aku sarapan dulu ya, kalau kamu mau berangkat duluan juga tidak apa - apa kok.” Ucap Jasmine pada Canva.


Sepertinya Jasmine paham, bahwa kekasihnya Canva itu masih belum bisa menerima keadaan orang tuanya yang bangkrut.


Canva tertegun mendengar perkataan Jasmine, dia bahkan melihat makanan yang sudah kekasihnya itu siapkan untuknya. “Maafkan aku Jas, karena orang tuaku yang meninggal dan bangkrut, aku jadi harus numpang di rumah kamu ini. Maafkan aku karena aku jadi merepotkan kamu.” Ungkapnya, sembari menggengam jemari tangan Jasmine, membuat wanita itu akhirnya hanya bisa tersenyum tipis.


“Aku sayang sama kamu Canva, tapi kalau kamu merasa tidak menyukai rumahku, apa lagi kalau kamu merasa khawatir jika kita tinggal bareng, orang - orang akan tahu kalau kita pacaran, aku bisa ngerti kok, dan aku bisa tidur di tempat lain.” Ucap Jasmine lagi.


Tetapi Jasmine beranggapan jika Canva malu karena mempunyai pacar seorang cewek yang yatim piatu dan bahkan miskin, padahal Canva menutupi hubungan mereka, karena Khawatir jika Jasmine akan di ganggu oleh Fans - fans club yang tidak jelas.


“Jas aku -“ ucapnya terhenti, ketika Jasmine terlihat sudah beranjak lebih dulu dari tempat duduknya.


“Aku akan berangkat sekarang, kamu kalau mau sarapan ya sudah lanjut dulu saja, tapi kalau tidak mau, kamu bisa tolong bantu simpankan, karena itu aku masak untuk sampai malam.” Seru Jasmine sebelum akhirnya wanita itu berangkat lebih dulu ke sekolah, tanpa bicara apapun lagi dengan Canva.


Karena jarak yang lumayan jauh, Jasmine memilih untuk ke Sekolah naik angkot, sedangkan Canva masih menaiki motornya.


***


Sesampainya di Sekolah, Canva yang satu kelas dengan Jasmine, kinu merasa jika kekasihnya itu terlihat begitu dingin.


Jasmine yang biasanya tersenyum tipis ketika dia datang, kini malah sama sekali tidak menampilkan senyumnya apa lagi menatapnya.


Canva sebenarnya sadar, bahwa tindakannya tadi pagi itu salah. Ketika Jasmine sudah bangun lebih awal pagi ini untuk membuatkan dirinya sarapan, dirinya malah diam dan tidak menyambut masakannya dengan antusias.


Dengan pandangan yang tak lepas dari Jasmine, Canva mengambil tempat duduk yang berada tidak jauh dari Jasmine.

__ADS_1


Dia mengambil ponselnya lalu mengetikan sebuah pesan untuk Jasmine.


📩


Canva : Kamu marah sama aku?


Canva terus memperhatikan Jasmine, tetapi kekasihnya itu terlihat sama sekali tidak membuka ponselnya.


Dan ketika Canva ingin mendatanginya, terlihat Guru yang lebih dulu masuk ke dalam kelas.


***


Ketika waktu istirahat tiba, Canva yang terlihat duduk di kantin bersama dengan teman - temannya, kini terus menatap Jasmine yang terlihat sedang meminum es tea, dengan ponsel yang sedang dia mainin.


Tetapi Canva tidak kunjung mendapatkan sebuah balasan pesan yang tadi pagi dia kirimkan.


“Kamu kenapa Va?” Tegur Gilang, yang sedari tadi memperhatikan pergerakan Canva sahabatnya yang terlihat sangat gelisah.


“Aku kenapa? Aku tidak apa - apa,” jawab Canva datar.


Lalu dia melihat Gilang yang sedang berduaan dengan Angel, Canva berpikir sejenak. Kenapa mereka bisa bebas mempublish hubungan mereka? Dan kenapa Canva tidak berani untuk melakukkannya?


Ketika Canva terus menerus gelisah dalam pikirannya sendiri. Jasmine terlihat di labrak oleh anak kelas lain.


“Heh! Anak yatim! Luu udah miskin aja belagu ya!” Tegur wanita yang bernama Indri tersebut.


Jasmine yang kaget tiba - tiba di labrak, kini berusaha menoleh ke arah kanan dan kirinya, mencari sosok lain yang mungkin ada di sampingnya, tetapi dia tidak mendapatkannya.


“Maaf, kamu bicara sama aku?” Tanya Jasmine dengan wajah bingungnya.


*To Be Continue. **


**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.


*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*


*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*


Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘


**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*

__ADS_1


*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2