
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Ketika Andi berjalan ke arah Uks, samar - samar terdengar suara Canva dan yang lainnya. “Hemm, boleh bawa aku ke tempat lain gak?” Tanyanya pada Andi.
“Kenapa?” Tanya Andi pada Jasmine.
Tetapi ketika dia juga mendengar suara Canva, Andi jadi paham kenapa Jasmine menolak masuk ke dalam Uks.
“Ehh, boleh minta tolong ambilkan salep untuk luka bakar gak? Sama perban di dalam sana?” Pinta Andi pada seseorang yang lewat. Dia tidak mengenali orang itu, tetapi dia mencoba untuk meminta tolong.
“Baik kak.” Jawab pria itu, karena dia kenal Andi adalah kakak kelasnya.
“Oke, makasih ya.” Ucap Andi, lalu dia menyingkir sejenak.
“Ehhmm, permisi, boleh minta salep luka bakar sama perbannya tidak ya?” Tanya siswa itu, sama dokter jaga yang ada di Uks.
“Boleh, tapi siapa yang terkena luka bakar? Kenapa tidak dibawa ke sini?” Tanya dokter itu.
“Saya tidak tahu bu, saya hanya di mintain tolong saja dengan Kak Andi.” Jawab siswa itu, sontak membuat Gilang, Canva dan juga Angel menoleh melihatnya.
Dokter itu menganggukan kepalanya mengerti, dan mengambilkan obat yang di minta oleh siswa itu.
“Makasih ya bu.” Ucapnya sebelum melangkahkan kakinya pergi.
***
“Ini kak.” Siswa itu memberikan salep dan perban yang dia dapatkan dari UKS tadi, bertepatan dengan Shabrina yang juga datang membawakan seragam baru.
“Loh, kenapa masih di sini?” Tanya Shabrina, ketika melihat Andi masih di luar UkS.
“Lukasih ke dia!” Perintah Andi pada siswa itu, untuk memberikan salep dan perban itu pada Shabrina.
__ADS_1
“Makasih ya.” Ucapnya sekali lagi, lalu siswa itu pergi karena merasa tidak dibutuhkan lagi.
“Jasmine tidak mau masuk ke dalam karena ada Canva dan juga Gilang.” Jawab Andi, yang lalu melihat Jasmine yang sedang berada di dalam gendongannya.
Jasmine yang sudah tidak kuat menahan rasa perih di tubuhnya, kini perlahan mulai hilang kesadaran. “Loh, Andi, dia pingsan!” Pekik Shabrina dengan begitu panik.
“Jasmine, Jasmine.” panggil Andi, namun tetap saja Jasmine tidak ada merespon sama sekali.
“Sudahlah, mau tidak mau, kita harus bawa dia ke UKS, biar di tanganin oleh orang yang tepat.” Seru Shabrina, merasa sudah tidak ada pilihan yang lainnya.
Andi menganggukan kepalanya pelan, lalu dia mempercepat langkahnya untuk masuk ke dalam ruang Uks. “Dokter, Dokter.” Teriak Andi memanggil dokter, membuat Canva dan Gilang yang sedang membantu Angel untuk turun dari tempat tidur kini terkejut berhenti melakukkan kegiatannya.
“Itukan Jasmine.” Ucap Angel, lalu mencoba turun sendiri dari tempat tidurnya, dan melihat Andi yang sudah meletakkan tubuh Jasmine yang pingsan ke atas tempat tidur yang kosong.
Dokter yang panik, langsung meminta semua yang ada di ruang UKS untuk keluar, kecuali Shabrina. Karena Dokter membutuhkan Shabrina untuk membantu dirinya membukkakan pakaian milik Jasmine.
“Shabrina, tolong gunting saja bajunya untuk mempermudah!” Perintah dokter tersebut, ketika Shabrina sepertinya repot membuka kancing baju Jasmine satu persatu.
“Bu,” Shabrina terkejut melihat tubuh Jasmine yang sudah memerah seperti kepitung rebus, kuah bakso yang panas itu seperti sudah tercampur dengan sambal juga, hingga membuat tubuh Jasmine sampai seperti itu.
“Gunting roknya juga!” Perintah dokter itu lagi. Shabrina menganggukan kepalanya pelan, lalu mengikuti perintah dari dokter uks itu.
Ternyata Jasmine mendapatkan luka sampai di pahanya. Dokter Uks terlihat menghela nafasnya pelan. Lalu dia masuk ke dalam untuk menghubungi Ambulance.
“Loh, dokter kok malah nelpon Ambulance? Bukannya membantu Jasmine?” Tanya Shabrina, dia memprotes ketika dokter di uks malah tidak mengurus Jasmine.
“Salep di sini itu untuk luka bakar biasa, sedangkan Jasmine butuh pengobatan yang baik untuk luka - lukanya, jadi akan lebih baik saya menyerahkan dirinya ke rumah sakit saja, biar di tangani lebih lanjut.” Jawab dokter tersebut.
Shabrina menganggukan kepalanya pelan, dia mengerti apa yang dikatakan oleh dokter itu. Lalu menatap lagi ke arah Jasmine, dia memang tidak dekat dengan wanita itu, tetapi dia merasa kasihan dengan apa yang baru saja di dapatkan oleh Jasmine.
Sementara menunggu Ambulance, Shabrina memilih untuk keluar, “Shabrina.” Panggil Andi yang ternyata masih ada di depan Uks bersama dengan yang lainnya.
“Kalian ngapain di sini?” Tanya Shabrina pada semuanya.
__ADS_1
“Bagaimana keadaan Jasmine?” Tanya Angel lebih dulu di bandingkan yang lainnya.
Shabrina yang tidak terlalu suka dengan Angel, kini tersenyum sinis. “Memangnya apa perdulimu? Mau dia baik - baik saja atau tidak? Untungnya buat kamu apa?” Tanya Shabrina balik.
“Shabrina, dia hanya bertanya saja, apa salahnya kalau dia perduli?” Sahut Gilang, yang tidak terima Shabrina berbicara ketus seperti itu pada Angel.
“Bagaimana dengan tanganmu? Sepertinya tidak sakit? Karena tidak di perban?” Tanya Shabrina, mengalihkan topik yang lainnya.
“Tangan aku tidak kena kuah panasnya kok, tapi pedis karena tertimpa tubuh Jasmine saja.” Jawab Angel dengan senyumnya.
“Gak kena, tapi Gilang dan pria yang membuat masalah ini malah lebih perduli sama kamu? Bahkan dia sampai di maki - maki loh.” Ucap Shabrina lagi, kini menyinggung Canva dan juga Gilang.
“Shabrina, aku yang bertanya gimana keadaanya? Tidak usah melihat mereka! Jawab aku saja!” Tegas Andi, yang sejak tadi khawatir dengan Jasmine yang sudah pingsan di tanganya.
Shabrina mengehela nafasnya, “Tubuhnya sampai ke kaki bagian atas terkena luka bakar, karena kuah itu begitu panas serta bercampur dengan sambal, membuat dirinya tidak bisa di layanin di sini, tapi dokter sudah nelpon ambulance kok, jadi Jasmine akan segera di bawa ke rumah sakit.” Jawab Shabrina pada Andi. Namun tentu saja yang lainnya dengar dan terkejut mendengar hal itu.
Tidak terkecuali Canva, dirinya kembali merasa bersalah dengan Jasmine, karena dia menyembunyikan hubungan dengan Indri dan juga tadi sudah membentak wanita itu di depan orang banyak.
Canva tertegun tidak tahu harus bersikap seperti apa, namun yang pastinya dia sangat - sangat menyesali semua perbuatannya.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1