
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Chiko kembali menghela nafasnya, ketika dia teringat akan kejadian masa lalunya yang begitu buruk.
Lalu tak lama kemudian, dia melihat sebuah pesan masuk yang ada di ponselnya, dan menghela nafasnya dengan kasar. “Pekerjaan yang sungguh melelahkan.” Gumamnya, lalu dia keluar dari kamarnya dan melihat anak buahnya sudah berkumpul di lantai satu.
Dari atas tangga, Chiko melihat wajah mereka satu persatu. “Kalian semua sudah berkumpul?” Tanya Chiko, dengan suaranya yang terdengar sangat berat. Beginilah Chiko, pemimpin yang terkenal begitu dingin bahkan begitu misterius di dunia hitam.
Namun ketika berhadapan dengan Jasmine, maka seperti mempunyai kepribadian ganda, sampai - sampai banyak yang tidak mengenalinya.
“Pemimpin, hari ini kita akan melakukkan kejahatan apa?” Tanya Reza, anggota yang paling memiliki tubuh besar di antara yang lainnya.
Chiko terdiam sejenak, lalu kembali mengadahkan kepalanya. “Kita akan mencuri barang pelelangan yang ada di gedung bawah tanah di Mesir.” Jawab Chiko dengan wajahnya yang begitu serius.
“Barang yang mana yang bos mau?” Tanya Samuel dengan begitu antusis, dia tidak sabar untuk menjalankan perintah itu.
“Mungkin sebuah teks kuno dalam berbentuk buku yang ada di zaman kerajaan, ketua kita sangat menyukai buku.” Sahut Sheila menebak asal keinginan pemimpin mereka.
“Tidak, kamu salah Sheila, mungkin saja ketua ingin memgambil Patung tangan asli Firaun, ada banyak reflika dan di pelelangan itu katanya menjual yang aslinya.” Sahut Fateh juga, ikut memberikan jawabannya.
“Bukannya lebih masuk akal kalau Permata Ruby yang sangat langkah itu, aku rasa benda itu jauh lebih berharga di bandingkan yang lainnya.” Ucap Romi, yang masing - masing dari mereka sudah memiliki pemikiran mereka masing - masing.
“Semuanya.” Suara Chiko kembali terdengar, dan membuat semua anak buahnya terdiam.
“Kita akan mengambil dan mencuri seluruh barang yang akan mereka lelelang!” Tegasnya, kembali membuat seluruh anak buahnya merasa sangat terkejut mendengarnya.
“Apakah ketua sedang berhalusinasi? Pelelangan di mesir itu di jaga kelolah oleh seluruh geng mafia yang terkenal di dunia. Dan kalau kita mencuri semuanya, kemungkinan besar seluruh dari mereka akan menjadi musuh kita.” Ucap Reza, mengingatkan bosnya bahwa tindakan mereka pasti akan mendapatkan konsekuensi yang sangat besar.
Namun bukannya berpikir hal lain, Chiko malah tersenyum mendengar peringatan dari anak buahnya itu. “Apakah kamu takut? Reza?” Tanyanya dengan senyum yang meremehkan.
“Tidak mungkin aku takut ketua, aku malah sangat bersemangat saat ini, aku senang karena ketua sudah kembali dengan sifat ketua yang dulu.” Jawab Reza, dengan wajah yang terlihat begitu bahagia.
__ADS_1
“Sekarang! Beri kami perintah Pemimpin! Sekarang juga!” Tegas Reza, meminta agar misi mereka bisa cepat dikerjakan.
“Aku berikan izin BUNUH MEREKA!” Ucap Chiko dengan begitu santai.
“Bunuh semua orang yang menghalangi misi kalian!” Tambahnya lagi, dan itu sudah pasti membuat seluruh anak buahnya merasa sangat senang sekali, bahkan mereka bersorak dengan begitu bahagia, seakan mereka baru mendapatkan sebuah hadiah yang paling erharga.
“Samuel.” Panggil Chiko, pada salah satu anak buahnya, ketika seluruh anak buah baru saja mau melangkahkan kaki mereka pergi.
Samuel menoleh, dan melihat ke arah pemimpinnya. “Kamu sebagai leader, kamu harusnya ingat, 10 tahun yang lalu ada penculikan seorang anak gadis bernama Angel, dari keluarga Saylendra, dua pria yang menjadi korban, siapa yang menangani tugas itu?” Tanya Chiko pada Samuel yang merupakan seorang leader dalam anggotanya.
Samuel terlihat diam sejenak mengingat - ingat kejadian itu. “Sepertinya aku sendiri, tetapi kurang pasti lagian itu juga sudah sangat lama ketua.” Jawab Samuel dengan begitu santainya.
Chiko menganggukan kepalanya pelan, “kalau begitu, aku perintahkan kamu untuk keluar dari barisan pencurian di perlelangan!” Perintah Chiko lagi, dan itu malah membuat Samuel terkejut.
“Tapi - tapi kenapa? Tanya Samuel tidak terima jika dia di keluarkan.
“Karena aku perintahkan kamu untuk menyelesaikan tugasmu!” Jawab Chiko lagi.
“Aku rasa, untuk mengerjakan tugas sekecil itu, tidak perlu sampai aku yang harus turun Ketua. Aku akan mengirim Fateh.” Sahut Samuel. Yang di jawab anggukan kepala oleh Chiko.
Tentu saja, ke sebelas anak buah Chiko merasa sangat senang sekali, sudah lama mereka tidak benar - benar menguji adrenali mereka dalam misi seperti ini.
Biasanya mereka bergerak sendiri tanpa ada peritah lagi dari Chiko, karena pemimpin mereka sibuk mengejar gadis yang belum tentu dia dapatkan.
Bahkan terkadang salah satu dari mereka ingin sekali membunuh Jasmine yang merupakan dalang dari berubahnya sikap ketua mereka. Dan itu pasti akan mereka lakukkan hanya tinggal menunggu waktu yang tepat saja.
***
Setelah semua anak buahnya keluar, kini Chiko kembali masuk ke dalam kamarnya. Dia kembali mengingat kejadian 9 tahun lalu, di mana di saat dia menolong Jasmine.
“Sepertinya semuanya juga tidak ada artinya, kamu benar, kalau orang tuaku saja menolak kehadiranku, bagaimana tidak dengan kamu.” Gumamnya lagi. Merasa sepertinya dia sudah harus menyerah dengan semua perjuangnya.
Mulai saat ini, dia pastikan untuk mundur, apa lagi ketika dia mendapatkan bahwa anak buahnya yang membunuh Canva, pria yang begitu Jasmine cintai, membuat dirinya merasa bahwa sudah tidak ada artinya lagi jika dia ingin tetap berjuang.
__ADS_1
Chiko kembali menghela nafasnya, dia melangkahkan kembali kakinya keluar menuju ruang kerjanya yang ada di lantai 3. Dia ingin mengerjakan semua pekerjaan yang dia tunda selama beberapa minggu ini.
****
Sedangkan di sisi lain, sesuai perintah dari Chiko, terlihat Fateh dan Samuel yang sudah berada di depan rumah besar yang di duga adalah rumah dari Angle.
“Apakah kamu mau memulainya duluan?” Tanya Samuel pada Fateh yang merupakan ahli Farmasi, dan sudah bisa dipastikan bukan apa keahlian dia dalam tindak kejahatan.
“Nanti dulu ya, aku mau menyelesaikan gameku dulu.” Jawab Fateh, memilih untuk menyelesaikan gamenya terlebih dahulu.
“Sepertinya di dalan sedang ada sebuah acara.” Ucap Samuel lagi, melihat pintu gerbang rumah besar itu terbuka, serta beberapa mobil yang berlalu lalang masuk dan keluar.
“Bukankah itu bagus, kita bisa membunuh mereka sekaligus tamu mereka, dengan dalil bahwa itu adalah perampokan besar - besaran.” Sahut Fateh, yang membuat Samuel menganggukan kepalanya pelan, membenarkan apa yang dikatakan oleh Fateh.
“Seluruh CCTV sudah di sabotase bukan?” Tanya Fateh, pada Samuel.
“Pemimpin sedang mengurusnya.” Jawab Samuel lagi.
Chiko memang adalah otak dari semua kejahatan mereka, bukan hanya karena dia seorang pemimpin, tapi keahliannya menyabotase seluruh CCTV tanpa harus mematikannya, membuat misi mereka selalu saja berhasil tanpa ada cacat sedikitpun.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*
__ADS_1